
Tebuireng.online- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang melakukan kunjungan studi tiru ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Ahad (21/06/2026). Agenda ini digelar untuk mempelajari manajemen tata kelola destinasi wisata religi yang dinilai sukses bertahan secara berkelanjutan.
Rombongan studi tiru yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut terdiri dari lintas sektoral, meliputi perwakilan pemerintah daerah, anggota DPRD Kota Semarang, serta unsur organisasi masyarakat seperti MWCNU, Fatayat, Muslimat, dan Ansor.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Disbudpar Kota Semarang, Oki Kurnianto Prihantoro, menjelaskan bahwa Semarang saat ini membutuhkan referensi tata kelola dari Tebuireng yang memiliki rekam jejak panjang dalam mengelola arus peziarah lintas daerah.
“Kita ingin mencontoh destinasi wisata religi yang sudah substansial dan sudah bertahan sejak lama,” ujar Oki saat ditemui di lokasi acara, Ahad.
Setelah dari Tebuireng, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke makam KH. Wahab Hasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai destinasi kedua.
Di lokasi yang sama, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Semarang, H. Syahrul Kirom, menyebut kunjungan ini menjadi sarana penting untuk mengenalkan konstituen kepada salah satu pesantren paling bersejarah di Indonesia. Pihak legislatif menyoroti bagaimana Tebuireng memiliki kontribusi besar dalam melahirkan tokoh-tokoh penting nasional.
“Tebuireng memang sangat luar biasa, apalagi melahirkan tiga pahlawan nasional dari tiga generasi,” kata Syahrul.
Atmosfer spiritual dan dampak sosial keagamaan yang masif juga diakui oleh para peserta rombongan. Ketua Fatayat Ranting Kebonagung Semarang Timur, Renny Juwita, menyatakan bahwa ziarah ke makam para tokoh Tebuireng selalu memberikan kesan mendalam secara personal.
“Kesannya sangat luar biasa sekali di Pesantren Tebuireng. Yang saya rasakan setelah ziarah dari KH. Hasyim Asy’ari itu selalu mendapat banyak keberkahan yang menyertai dan perubahan-perubahan dan kebaikan-kebaikan,” ucap Renny.
Sebagai salah satu poros utama wisata religi nasional yang menampung ribuan peziarah setiap harinya, manajemen kompleks makam Tebuireng dinilai berhasil memadukan fungsi pusat pendidikan pesantren dengan rujukan pengelolaan pariwisata keagamaan yang rapi.
Pewarta: Helfi
Editor: Sutan


















