Memeriahkan Akhirussanah, Santri Lintas Unit Pesantren Tebuireng Ikuti Lomba MQK

9
Dalam rangka memeriahkan rangkaian Haflah Akhirussanah, Pesantren Tebuireng menggelar kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) di Aula Gedung K.H. M. Yusuf Hasyim Lantai 1, Jombang, Kamis (4/6/2026). Foto: Fatih

Tebuireng.online- Dalam rangka memeriahkan rangkaian Haflah Akhirussanah, Pesantren Tebuireng menggelar kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) di Aula Gedung K.H. M. Yusuf Hasyim Lantai 1, Jombang, Kamis (4/6/2026). Kegiatan kompetisi ilmiah ini diikuti oleh para santri utusan resmi dari berbagai unit pendidikan di lingkungan Pesantren Tebuireng, mulai dari jenjang SMP, MTs, MA, SMA, SMK, hingga Madrasah Mu’allimin.

Untuk menjamin objektivitas dan kualitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang kompeten dari jajaran civitas akademika Ma’had Aly Hasyim Asy’ari. Para penguji tersebut adalah Ustadz Muhammad Alamuddin, S.Ag. dan Ustadz Ahmad Wasil Syahir, S.Ag.

Ketua Panitia MQK, Ustadz Mahbuby, menyampaikan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan musabaqah ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas santri dalam membaca sekaligus memahami kitab kuning. Menurutnya, keterampilan mengulas literatur klasik merupakan identitas fundamental yang tidak dapat dipisahkan dari tradisi keilmuan Pesantren Tebuireng sejak didirikan.

“Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan semangat para santri untuk semakin mahir membaca kitab, sebagai bentuk menjaga ciri khas tradisi yang ada di Pesantren Tebuireng,” ujar Ustadz Mahbuby.

Dalam pelaksanaannya, panitia menetapkan kitab Fathul Qarib sebagai materi standardisasi perlombaan. Setiap peserta diberikan alokasi waktu tampil selama 10 menit yang terbagi ke dalam beberapa sesi teknis secara ketat. Dua menit pertama digunakan peserta untuk membaca teks kitab, dua menit berikutnya untuk memaparkan penjelasan isi kandungan bacaan, sedangkan enam menit terakhir dialokasikan penuh untuk sesi diskusi serta tanya jawab interaktif. Sesi krusial ini meliputi pengujian materi gramatika bahasa Arab seperti nahwu dan sharaf, hingga pendalaman pemahaman kontekstual terhadap teks (maqra’) yang telah dibacakan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Melalui standardisasi ujian yang ketat tersebut, Ustadz Mahbuby berharap kegiatan MQK ini dapat melahirkan generasi santri baru yang memiliki wawasan luas serta penguasaan kitab kuning yang mumpuni. Dengan bekal epistemologi Islam yang kuat, para santri diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan dan problematika hukum kontemporer di tengah masyarakat secara bijaksana.


Pewarta: Fatih

Editor: Sutan