
Tebuireng.online— Organisasi Santri SMP AWH (OSAS) kembali menggelar Pentas Seni dan Budaya dalam rangka penutupan jamiyah rutin di Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Rabu (14/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan penampilan seni dari para santri SMP AWH.
Baca Juga: Semarak Lomba Tenis Meja, Panitia Berharap Lahir Santri Atlet Nasional
Pentas seni dan budaya itu sekaligus menjadi penutup masa bakti pengurus OSAS periode 2025–2026 yang telah mengabdi selama satu tahun. Selain itu, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan pengurus OSAS masa khidmat 2026–2027.
Koordinator Unit SMP Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Ustadz Abdul Mu’in, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus OSAS periode 2025–2026 atas dedikasi dan pengabdian mereka selama menjalankan organisasi.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus OSAS periode 2025–2026. Kepada pengurus baru, saya ingin menyampaikan bahwa tujuan berdirinya OSAS adalah sebagai wadah belajar berorganisasi,” ujarnya.
Baca Juga: Bangkitkan Potensi Santri, Tebuireng Hidupkan Kembali Tradisi Haflah Akhirussannah
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai capaian yang telah diraih OSAS selama satu tahun terakhir diharapkan dapat menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi kepengurusan selanjutnya.
“Berbagai pencapaian yang sudah diraih menjadi tantangan baru bagi pengurus OSAS periode 2026–2027 agar bisa lebih baik lagi,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Ustadz Slamet Habib. Dalam sambutannya, ia mengingatkan para santri agar senantiasa memegang teguh lima prinsip dasar Tebuireng.
Baca Juga: Bangkitkan Potensi Santri, Tebuireng Hidupkan Kembali Tradisi Haflah Akhirussannah
“Dalam menjalani kehidupan di pondok pesantren, para santri jangan sampai melupakan lima prinsip dasar Tebuireng, yakni ikhlas, jujur, tanggung jawab, kerja keras, dan toleransi. Kelima prinsip ini harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan pentas seni dan budaya dari masing-masing wisma di lingkungan SMP AWH.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary


















