
Tebuireng.online— Dalam upaya memperkuat jaringan komunikasi dan meneguhkan semangat berorganisasi, Himpunan Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMP KPI) Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) melakukan Studi Kunjungan ke Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) pada Kamis (23/4). Kunjungan dihadiri oleh masing-masing pengurus kedua HMP, Dosen beserta mahasiswa KPI UIN SATU lainnya dani diisi dengan berbagai acara, mulai dari seminar, sharing session, dan room tour.
Kegiatan yang bertempat di Ruang Auditorium Gedung Prajnaparamita ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Dr. Muhammad Ridho, M.A. Dalam sambutanya beliau menyebut bahwa ruh dari KPI adalah dakwah Islam, “sesungguhnya KPI itu hanya sebagai alat untuk dakwah Islam itu sendiri, jika alat dakwah ini tidak didasari dengan ilmu maka dakwah itu tidak akan berhasil,” ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa KPI Unhasy Perdalam Pemahaman Toleransi Lewat Interaksi antar Budaya
Di samping itu, Wakil Dekan itu juga berpesan agar kegiatan ini dapat menguntungkan kedua lembaga, tidak hanya dalam hal komunikasi tetapi juga dalam hal keislaman.
Kunjungan ini juga dimeriahkan dengan seminar nasional yang mengusung tema “Sinergi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam untuk Dakwah yang Adaptif dan Inspiratif”. Dari tema tersebut, seminar ini dipandu oleh Clara Sinta Pratiwi, M.Sos. selaku moderator dan menghadirkan tiga narasumber yang ahli dalam bidangnya yaitu Sayidah Afyatul Masruroh, Dr. Luthfi Ulfa Ni’amah, dan Muchamad Rudi Cahyono.
Pemaparan materi pertama oleh Sayidah selaku Kaprodi KPI Unhasy. Beliau mengajak mahasiswa KPI untuk aktif bersosial media, bukan hanya sebatas penikmat saja tetapi harus menjadi produsen konten. Di balik itu, banyak ditemukan konten viral yang tidak memiliki nilai kebermanfaatan atau konten receh.
“Mahasiswa KPI harus menjadi kreator yang memberikan dampak signifikan jangan terus menerus menjadi penikmat. Dalam Islam, menyebarkan hal yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah untuk kita,” ajaknya.
Baca Juga: Dewan Pakar Askopis Tekankan Mahasiswa KPI Siap Jadi Profesional Dai Era Digital
Senada dengan hal itu, Rudi Cahyono seorang Dosen Universitas Islam Tri Bakti Lirboyo mengingatkan penggunaan AI (Artificial Intelligence) dalam proses pembelajaran mahasiswa. “Kita, tidak menutup kemungkinan untuk menghindari perjalanan teknologi saat ini apalagi mahasiswa komunikasi yang harus tetap integritas terhadap etika komunikasi,” pesan Dosen Universitas Islam Tri Bakti Lirboyo itu.
Sebagai pemateri terakhir, Dr. Luthfi Ulfa yang sering disapa Bunda menegaskan mahasiswa KPI bahwa mereka sejak masuk ke Program Studi KPI sudah dapat dikatakan seorang Da’i (pelaku dakwah).
“Jangan fokus da’i itu adalah orang yang berceramah di depan umum, tetapi Ketika kita sudah dapat menyebarkan kebaikan walaupun terhadap diri sendiri itu sudah dapat dikatakan dakwah,” tegas perempuan yang akrab disapa Bunda.
Selesai seminar, acara dilanjutkan dengan Sharing Session antara pengurus HMP KPI UNHASY dan HMPS KPI UIN SATU. Sesi ini menjadi ruang bagi mahasiswa sebagai wadah bertukar program kerja dan manajemen organisasi.
Secara singkat, kedua HMP tersebut hampir memiliki banyak program kerja yang sama namun memiliki perbedaan dalam judul dari program kerja tersebut.
Baca Juga: RRI Kediri dan KPI Unhasy Jalin Sinergi Membangun Narasi Positif di Era Digital
Ketua HMPS KPI UIN SATU, Mohamad Dandi Rama Wijaya mengungkapkan bahwa kedatangan HMP KPI Unhasy menjadi hal yang mengesankan bagi Dandi dan pengurus HMPS Lainnya. Harapan kedepannya, HMP KPI Unhasy dan HMPS KPI UIN Satu dapat berkolaborasi dengan baik.
Studi Kunjungan ini diakhir dengan room tour ke Studio SATU TV yang menjadi media unggulan di UIN SATU.
Pewarta: Bakhit Jauharullaudza
Editor: Rara Zarary


















