
Tebuireng.online— SMA Trensains Tebuireng menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui ajang UPJB National English Competition (UP-NEO) yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Jombang. Dalam kompetisi ini, dua siswanya berhasil meraih juara dan mengharumkan nama sekolah. UP-NEO merupakan kompetisi bahasa Inggris tingkat nasional yang diikuti oleh siswa SMA/SMK/MA sederajat dari seluruh Indonesia. Ajang ini bertujuan untuk mengasah kemampuan, kreativitas, serta kepercayaan diri peserta dalam berbahasa Inggris secara komprehensif.
Pelaksanaan lomba berlangsung dalam dua tahap, yakni babak penyisihan (Elimination Round) secara online pada 7 Februari 2026, dan Grand Final yang digelar secara hybrid pada 12 Februari 2026. Babak final dilaksanakan di Aula Gedung A Lantai 2 Kampus Universitas PGRI Jombang, serta diikuti secara daring melalui Zoom bagi peserta dari luar Jawa Timur.
Baca Juga: Dua Tim Riset SMA Trensains Tebuireng Sabet Honorable Mention di Kompetisi Sains Nasional
Dari total 259 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, SMA Trensains Tebuireng mengirimkan 14 siswa dari kelas X dan XI. Hasilnya, sebanyak 9 siswa berhasil melaju ke babak Grand Final, dan 3 di antaranya meraih juara, menjadikan SMA Trensains sebagai salah satu sekolah dengan jumlah finalis dan peraih juara terbanyak dalam ajang ini.
Adapun dua siswa yang meraih prestasi tersebut adalah Rakha Rasendrya dari kelas XI Sains 1 yang meraih Juara 1 dengan nilai 150, serta Arfan Maulana dari kelas X Sains 3 yang meraih Juara Harapan 2 dengan nilai 145.
Dalam proses persiapan, sekolah melakukan seleksi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan intensif melalui latihan soal-soal TOEFL, khususnya pada bagian Reading Comprehension dan Structure. Selain itu, siswa juga rutin melakukan scoring untuk memantau perkembangan kemampuan mereka.
Perbedaan pengalaman menjadi salah satu hal menarik dari kedua siswa tersebut. Rakha telah terbiasa mengikuti berbagai lomba sejak kelas X, sehingga memiliki jam terbang yang lebih tinggi hingga berhasil meraih juara nasional. Sementara itu, Arfan yang masih duduk di kelas X memiliki pengalaman lomba yang lebih sedikit, namun tetap mampu menunjukkan potensi luar biasa hingga meraih juara.
Baca Juga: Tiga Siswa Trensains Tebuireng Raih Juara 3 Inovasi Produk di UMSIDA
Dalam perjalanannya, tantangan terbesar yang dihadapi adalah membagi waktu antara latihan lomba dan tugas sekolah yang cukup padat. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh pembimbing, Ustadzah Ria Nurviyani.
“Kesulitan terbesar adalah bagaimana membagi waktu antara latihan dan juga memenuhi tugas-tugas sekolah yang sangat padat. Jadi benar-benar harus memanage waktu semaksimal mungkin agar keduanya bisa berjalan dengan baik tanpa meninggalkan pembelajaran.”
Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan harapannya terhadap para siswa, “Harapannya semoga anak-anak bisa terus berprestasi dan mampu memotivasi siswa lainnya untuk mendalami bahasa Inggris.”
Dari ajang ini, para pemenang mendapatkan penghargaan berupa piala, uang pembinaan, sertifikat, serta merchandise. Hal menarik lainnya, SMA Trensains Tebuireng menjadi sekolah dengan jumlah peserta Grand Final terbanyak, sekaligus peraih juara terbanyak dibandingkan sekolah lainnya.
Selain itu, terdapat hal unik selama proses pembimbingan hingga pelaksanaan lomba.“Yang menarik, saat Grand Final di kampus UPJB, SMA Trensains Tebuireng membawa peserta lolos Grand Final paling banyak, sekitar 9 siswa, dibandingkan sekolah lain, dan juga meraih juara paling banyak,” tambahnya.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















