Pertama di Kampus Pesantren! SEMA Ma’had Aly Tebuireng Gelar Pekan Legislatif Mahasantri 2026

87
Senat Mahasantri (SEMA) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA) Tebuireng menorehkan sejarah dengan menyelenggarakan Pekan Legislatif Mahasantri (PLM) pada 22–23 Januari 2026. Foto: Helfi

Tebuireng.online- Senat Mahasantri (SEMA) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA) Tebuireng menorehkan sejarah dengan menyelenggarakan Pekan Legislatif Mahasantri (PLM) 2026. Acara yang berlangsung pada 22–23 Januari 2026 ini menjadi program edukasi parlemen pertama yang digelar di lingkungan kampus pesantren Ma’had Aly.

Kegiatan ini merupakan komitmen SEMA MAHA untuk menghadirkan pendidikan politik yang konstruktif bagi para santri. Ketua SEMA MAHA periode 2024–2025, Achmad Syifa’ Qolby, menjelaskan bahwa PLM dirancang untuk meningkatkan literasi parlemen dan kesadaran politik mahasantri.

“Ini adalah ikhtiar kami untuk menghadirkan edukasi parlemen di lingkungan kampus pesantren, agar mahasantri tetap melek terhadap ilmu parlemen dan politik,” ungkap Qolby.

PLM 2026 diawali dengan agenda Parliamenter Tour & Study Visit ke DPRD Kabupaten Jombang pada 19 Januari lalu. Dalam kunjungan tersebut, para senator mahasantri belajar langsung mengenai mekanisme kerja dewan bersama narasumber utama dari Bapemperda DPRD Jombang, Kartiyono dan Dodit Eko Prasetiyo.

Edukasi berlanjut pada sesi Pra-Ngaji Legislatif (21/1) bersama Koordinator Pusat SEMA PTKI se-Indonesia, Muhammad Rafli. Sesi ini menjadi ruang diskusi mendalam mengenai peran ideal senat mahasiswa di lingkungan kampus.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Tak hanya itu, SEMA MAHA juga menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring nasional melalui Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI). Wadah ini dinilai strategis untuk mengonsolidasikan suara mahasiswa dalam isu-isu nasional serta berbagi praktik baik antarparlemen kampus se-Indonesia.

Puncak kegiatan diisi dengan Ngaji Legislatif yang menghadirkan Koordinator Pusat FL2MI, Seto Galih Pratomo, S.H. Dalam sesi ini, dibahas secara mendalam mengenai penerapan Trias Politica di kampus serta konsep Smart Organization dalam Good E-Government.

Materi ini menekankan pentingnya strategi digital, penggunaan teknologi, serta evaluasi kinerja organisasi yang terukur. Tujuannya adalah menciptakan lembaga legislatif kampus yang modern, adaptif, dan responsif dalam menghadapi era Society 5.0.

Menurut Qolby, mahasantri tidak boleh hanya berkutat pada kajian turats (kitab kuning), tetapi juga harus memiliki wawasan kebangsaan dan kepemimpinan yang kuat. Pemahaman tentang hak legislatif seperti hak interpelasi, angket, dan mosi menjadi bekal penting dalam membangun budaya organisasi yang demokratis.

“Output yang kami harapkan adalah tumbuhnya kesadaran akan pentingnya lembaga legislatif kampus, sekaligus lahirnya militansi dan dedikasi para senator MAHA dalam mengabdi,” pungkas Qolby.

Melalui PLM 2026, SEMA MAHA berharap lahir generasi pendakwah yang tidak hanya alim secara agama, tetapi juga cakap dalam berorganisasi dan kritis terhadap dinamika kenegaraan.

Baca Juga: Ketua Sema Ma’had Aly Tebuireng Soroti Pentingnya Pengawasan dan Komunikasi Organisasi


Pewarta: Helfi Livia Putri

Editor: Sutan