
Tebuireng.online- Ketua Senat Mahasantri (Sema) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari periode 2024/2025, Ach. Syifa Qolby, menekankan pentingnya peran legislasi dan pengawasan dalam dinamika organisasi mahasantri. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Ngaji Legislatif di ruang audiovisual Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA), Jumat (23/01/2026).
Di hadapan para anggota senat, Syifa memaparkan bahwa Sema memiliki tanggung jawab besar sebagai badan legislatif sekaligus jembatan aspirasi bagi seluruh mahasantri. Ia menggarisbawahi bahwa fungsi pengawasan terhadap dewan eksekutif merupakan kunci keberlangsungan organisasi yang sehat.
“Kita adalah jembatan atas aspirasi mahasantri. Karena itu, perlu untuk terus mengawasi kinerja dari Dewan Eksekutif Mahasantri (Dema) serta seluruh kegiatan mahasantri,” ungkap Syifa.
Dalam kesempatan tersebut, Syifa juga melakukan refleksi mendalam terhadap kinerja Sema selama periode 2024/2025. Ia mengakui bahwa kendala utama yang sering dihadapi adalah masalah komunikasi, baik secara internal antaranggota maupun eksternal dengan organisasi mahasiswa (ormawa) lainnya.
Menurutnya, miskomunikasi tersebut menjadi faktor penghambat yang membuat kinerja organisasi tidak berjalan maksimal. Syifa menegaskan bahwa perbaikan pola koordinasi merupakan prioritas utama yang harus segera dibenahi.
“Evaluasi sangat diperlukan dan diperhatikan. Perbaiki komunikasi antar komisi dengan Dema agar tujuan dari Sema untuk menyejahterakan seluruh elemen mahasantri dapat tercapai,” jelasnya.
Menutup pemaparannya, Syifa berharap agar kegagalan komunikasi di masa lalu dapat menjadi pelajaran berharga bagi kepengurusan mendatang. Ia menekankan bahwa organisasi mahasantri di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari harus terus bertransformasi menjadi lembaga yang lebih terstruktur.
“Saya berharap pada periode selanjutnya, organisasi mahasantri di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dapat lebih terstruktur dan semakin maju,” pungkas Syifa.
Kegiatan Ngaji Legislatif ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para anggota Sema mengenai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) mereka, sehingga tercipta tata kelola organisasi yang lebih profesional di lingkungan pesantren.
Pewarta: Bakhit Jauharullaudza
Editor: Sutan


















