
Tebuireng.online— Pondok Putri Pesantren Tebuireng memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Membangun Kesadaran Spiritual Melalui Peristiwa Isra’ Mi’raj”, Senin malam (12/1/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung di Masjid Ulil Albab Pondok Putri Pesantren Tebuireng.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng, KH. Fahmi Amurullah Hadziq, para ustadzah, serta seluruh santri pondok putri. Peringatan Isra Mi’raj berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, menjadi momentum refleksi spiritual bagi para santri.
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Pengajar, Pondok Putri Tebuireng Gelar Pelatihan Metode Muwahadah
Mau‘idhah hasanah disampaikan oleh Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, M.A., yang akrab disapa Ustadz Ubayd. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran spiritual sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim.
“Mata itu boleh tidur, tetapi hati tidak boleh tidur. Hati tidak boleh kosong. Tidak semua orang mampu sampai pada tingkat kesadaran spiritual seperti itu,” tutur Dosen Ma’had Aly Hasyim Asy’ari itu.
Ia menjelaskan bahwa kesadaran spiritual berbeda dengan kesadaran fisik maupun mental. Menurutnya, kesadaran fisik muncul saat seseorang merasakan lapar atau lelah, sementara kesadaran mental berkaitan dengan kegelisahan pikiran. Adapun kesadaran spiritual adalah kesadaran bahwa seluruh aktivitas hidup diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT.
“Apa pun yang kita lakukan, jika disadari sebagai ibadah, itulah bentuk kesadaran spiritual,” jelasnya.
Baca Juga: Santriwati Tebuireng Unjuk Kreativitas Melalui Muhadhoroh Kubro

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan batin dengan Allah SWT. Ia mengutip pesan ilahi tentang keutamaan mengosongkan hati semata-mata untuk beribadah kepada-Nya.
“Kosongkanlah hatimu untuk beribadah kepada-Ku semata-mata, niscaya Aku penuhi hatimu dengan ketenangan dan Aku tutup jalan kefakiranmu,” ujarnya.
Baca Juga: Ning Widad Bariroh Ajak Santri Putri Teladani Akhlak Rasulullah
Menurutnya, kesadaran spiritual akan membuat seseorang lebih peka dalam menangkap tanda-tanda kebesaran Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan kesadaran spiritual, Allah akan memperlihatkan sebagian ayat-ayat-Nya, tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya,” imbuhnya.
Ustadz Ubet juga menekankan bahwa sholat merupakan nikmat terbesar sekaligus ujian bagi manusia. Ia mengajak para santri untuk terus bersabar dan istiqamah dalam menjalankan sholat, meski belum mencapai kekhusyukan sempurna.
“Perintahkanlah keluargamu untuk sholat dan sabarkanlah dirimu untuk sholat, meskipun terasa berat dan melelahkan, meskipun hati kita belum sepenuhnya khusyuk,” pesannya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng, Gus Fahmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
“Alhamdulillah, malam ini kita bisa berkumpul untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Gus Fahmi menegaskan bahwa inti dari peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah sholat. Menurutnya, santri tidak cukup hanya melaksanakan sholat secara formal, tetapi juga harus menghayati dan mengisi sholat dengan kesadaran penuh.
Baca Juga: Majelis Ilmi Pondok Putri Pesantren Tebuireng Umumkan Santri Terbaik Usai UAS Ganjil
“Santri tidak cukup hanya mengerjakan sholat, tetapi harus mengisi sholatnya. Karena sholat yang baik akan mencegah seseorang dari perbuatan mungkar,” tegasnya.
Ia memberikan contoh konkret bahwa kualitas sholat tercermin dalam perilaku sehari-hari. “Kalau seseorang sudah sholat tetapi masih suka menghina atau mencaci orang tua, berarti sholatnya belum baik. Jika sholatnya baik, maka perilakunya juga akan baik,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Gus Fahmi berharap para santri senantiasa menjaga kesucian ibadah selama menuntut ilmu di pesantren. “Semoga ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah, serta menjadikan kalian anak-anak yang sholehah,” tuturnya.
Salah satu santri, Alfa Sakinatin asal Jombang, kelas VIII SMP AWH, mengaku memperoleh banyak pelajaran dari kegiatan tersebut. “Intinya tadi tentang beribadah dengan keikhlasan hati agar bisa khusyuk, serta meluangkan waktu dan pikiran untuk ibadah. Semoga saya bisa menerapkannya selama di pondok,” ungkapnya.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















