
Tebuireng.online— Kumpulan Dai Pesantren Tebuireng (Kudaireng) kembali menggelar Festival Dai Nasional yang direncanakan berlangsung pada 15 Januari 2026 di Pondok Putra Pesantren Tebuireng. Kegiatan ini menjadi ajang nasional bagi para dai muda untuk menampilkan kemampuan dakwah yang inspiratif dan membangun.
Sebelum pelaksanaan acara puncak, panitia yang terdiri dari santri dan pembina Kudaireng telah menggelar tahap seleksi awal secara daring. Para peserta diwajibkan mengirimkan video dakwah singkat sebagai syarat pendaftaran.
Pembina Kudaireng, Ustadz Lalu Ahmad Yani, menyampaikan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi. Tercatat ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam ajang tersebut.
“Tercatat ada 278 peserta yang terdaftar dan mengirimkan video kepada panitia. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga seluruh Pulau Jawa,” ungkapnya.
Pengiriman video seleksi dibuka sejak 5 November hingga 15 Desember 2025, melalui unggahan di YouTube yang dilengkapi dengan pengisian formulir pendaftaran melalui Google Form.
Dari seluruh peserta yang mendaftar, panitia akan menyeleksi 80 peserta terbaik untuk melaju ke babak semifinal.
“Dari 278 peserta yang telah mendaftar dan mengirimkan video, kami hanya mengambil 80 peserta untuk melaju ke babak semifinal,” jelas Ustadz Lalu Ahmad Yani.
Babak semifinal akan dilaksanakan secara luring (offline), dengan mewajibkan seluruh peserta yang lolos untuk hadir langsung di Pesantren Tebuireng pada 15 Januari 2026.
Lebih lanjut, Ustadz Lalu Ahmad Yani menambahkan bahwa dari babak semifinal tersebut nantinya akan dipilih enam peserta terbaik sebagai juara.
“Kami akan kembali melakukan penilaian untuk menentukan enam juara, yang terdiri dari juara satu, dua, tiga, serta harapan satu, dua, dan tiga,” tambahnya.
Selain kontestasi pidato dakwah, rangkaian acara Festival Da’i Nasional 2026 akan ditutup dengan pengajian akbar pada malam puncak. Pengajian tersebut rencananya akan diisi oleh KH. Nur Hadi (Mbah Bolong), yang akan menyampaikan mauidhoh hasanah kepada seluruh peserta dan hadirin
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary


















