Ribuan Jamaah Ikuti Napak Tilas Isyarah Pendirian NU

79
Suasana saat menuju maqbarah Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng (foto: irsyad)

Tebuireng.online— Ribuan jamaah peserta Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama (NU) memadati jalan raya menuju Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Ahad (4/1/2026) malam. Meski hujan mengguyur, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta. Dengan mengenakan mantel hujan, mereka tetap antusias menuntaskan perjalanan sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para muassis Nahdlatul Ulama sekaligus berharap memperoleh keberkahan.

Dalam kegiatan Napak Tilas tersebut, turut dikirab replika tongkat dan tasbih, yang dimulai dari Bangkalan hingga Jombang dan dipimpin langsung oleh KH. Azaim Ibrahimy, cucu KH. As’ad Syamsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.

Baca Juga:  Pesantren Tebuireng Jadi Pemberhentian Terakhir Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama

Setibanya di Pesantren Tebuireng, replika tongkat dan tasbih diserahkan kepada Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin), di depan ndalem kasepuhan. Sebelum prosesi penyerahan, Gus Kikin terlebih dahulu membaca Surah Thaha ayat 17–23. Turut hadir dalam prosesi tersebut Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf.

Saat menabur bunga di maqbarah masyaikh Pesantren Tebuireng

Usai prosesi penyambutan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan berjalan menuju maqbarah Pesantren Tebuireng untuk melaksanakan tahlil dan istigasah, memohon doa restu serta keberkahan sebagai rangkaian akhir Napak Tilas.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pada kesempatan tersebut, KH. Azaim Ibrahimy menceritakan secara singkat perjalanan Napak Tilas yang dimulai sejak pagi hari dari Pondok Pesantren Syaichona KH. Moh. Cholil, Bangkalan, Madura. Para peserta berjalan kaki sejauh kurang lebih 16 kilometer menuju Pelabuhan Kamal, kemudian menyeberang menggunakan perahu dan kapal feri menuju Tanjung Perak, Surabaya. Di Surabaya, rombongan disambut oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan bus dan kereta api menuju Stasiun Jombang. Setibanya di Jombang, rombongan disambut oleh Bupati Jombang H. Warsubi di Pendopo Kabupaten Jombang untuk melaksanakan istirahat, salat, dan makan (ISHOMA). Setelah itu, peserta kembali berjalan kaki sejauh sekitar 10 kilometer dari Alun-alun Jombang menuju Pesantren Tebuireng.

Baca Juga: Harlah ke-100 NU Tahun 2026, Dzurriyah Muassis NU Gelar Kirab Napak Tilas Tongkat Syaikhona Kholil Bangkalan

Kegiatan Napak Tilas ini digelar dalam rangka memperingati satu abad Nahdlatul Ulama versi Masehi (1926–2026), sekaligus meneladani perjuangan para muassis NU. Kirab tersebut mengilustrasikan perjalanan KH. As’ad Syamsul Arifin dalam menyampaikan isyarah dari Syaichona KH. Cholil Bangkalan berupa tongkat dan tasbih kepada KH. Hasyim Asy’ari, yang menjadi salah satu cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama.

Dalam sambutannya, Gus Kikin mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Napak Tilas tersebut.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk mengenang betapa berat perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, karena kegiatan seperti ini dapat menjadi refleksi bersama untuk terus meningkatkan semangat dalam berkhidmat,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tabur bunga di seluruh makam para masyaikh Pesantren Tebuireng



Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Rara Zarary