Siswi MTs Salafiyah Syafi’iyah Raih Juara Harapan dalam Ajang JMC

115

Tebuireng.online– Prestasi membanggakan ditorehkan oleh MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng. Siswinya, Zahiya Rosyidah, berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam ajang Jombang Madrasah Competition (JMC) bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kompetisi ini digelar secara luring menggunakan handphone di MAN 8 Jombang pada 16 Desember 2025 lalu, diikuti sekitar 40 peserta dari MTs Negeri se-Kabupaten Jombang serta madrasah swasta yang tergabung dalam KKM 8 Tebuireng.

Baca Juga: 3 Siswa MTs Salafiyah Syafi’iyah Rebut Juara Open Turnamen Catur se-Jawa Timur

Zahiya mengaku bahwa prestasi ini tidak lepas dari proses bimbingan dan latihan soal yang ia jalani secara rutin.

“Jawaban dari bimbingan dan latihan soal-soal di jam istirahat sekolah. Alhamdulillah senang sekali. Harapannya bisa menjadi juara 1 dan tetap terus berlatih supaya harapan itu bisa tercapai,” ungkapnya saat diwawancarai, (29/12).

Guru pendamping, Ratna Kurniasari, S.Pd, menjelaskan bahwa persiapan menuju lomba dilakukan dalam waktu yang cukup singkat karena bertepatan dengan ujian semester ganjil. Meski begitu, upaya maksimal dilakukan untuk menggali potensi siswa baru.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Ananda Zahiya termasuk peserta baru dalam kompetisi ini. Karena yang biasanya ikut lomba sudah naik kelas IX, maka kami mencari bibit baru. Persiapan hanya dua minggu, alhamdulillah bisa goal ke Harapan 1,” ujarnya.

Baca Juga: Siswi MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Juara 1 Catur di PORSENI 2025

Pihak madrasah memberikan bimbingan materi berupa rumus fisika, soal olimpiade, dan contoh soal IPA terintegrasi sebelum latihan tatap muka dimulai. Pembahasan dilakukan setiap pulang sekolah setelah ujian, termasuk soal-soal yang dipadukan dengan ayat Al-Qur’an dan istilah Bahasa Arab.

“Dalam bimbingan tersebut kami membahas soal yang sudah diberikan, beberapa soal juga diinput dengan Al-Qur’an dan Bahasa Arab sebagai pendekatan integratif,” tambahnya.

Menjelang lomba, proses latihan juga dilakukan melalui komputer menggunakan aplikasi Quizizz untuk mengukur kesiapan. Dari enam kali uji coba, nilai Zahiya mencapai di atas 65. Guru pendamping menilai Zahiya memiliki karakter belajar yang aktif.

“Zahiya paling semangat kalau diajak diskusi. Ia interaktif, banyak bertanya, sehingga lebih mudah memahami dan menghafal materi. Kami berharap ia terus meningkatkan belajarnya karena kesempatan ke depan masih sangat terbuka,” tutupnya.



Pewarta: Rafiqatul Anisah
Editor: Rara Zarary