Puisi-puisi Kesunyian

66
Ilustrasi kesunyian seseorang (sumber: istimewa)

Tanpa Suara
Rangkaian angan yang terbuang
Sampah akhir bagi pejuang

Tidak ada yang percuma
Lecutan tali rotan menjadi saksi
Bahwa ada juang tanpa suara

Jijik aksara mengungkap
Pada semua yang telah disekap

Tikus yang rakus
Bergelut dengan garuda yang kian hari semakin kurus

Cinta dan Siksa
Tumpah ruah pengorbanan
Acapkali sering pilu

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Karena jarak sebuah pengabdian
Namun pikiran masih lugu

Berlandaskan abdi negara
Terpisah tanpa saling kabar
Cinta dan siksa tiada tara
Naas Kembali dengan hanya membawa nama


Alunan Darah
Malam
Hitam, pekat, sunyi
Hanya ada saksi tuhan
Peristiwa alunan darah itu

Nyawa hanya sebagai permainan
Sedetik saya celurit itu menikam kepala

Puaslah sudah para penguasa
Terbahak bahak
Semesta muak menyaksikan

Dzikir Keabadian
Butir tasbih selalu berputar

Tak pernah henti mengagungkan Asma-Nya
Rendah hati, tegas, daan berwibawa
Demi Nusantara bergema Merdeka

Hingga saat ini
Harum Namanya dalam tawassul
Bunga-bunga ziaroh banyak bertaburan
Merapal doa untuk Sang Kyai



Penulis: Nabila Rahayu

Editor: Rara Zarary