Facebook Instagram RSS Twitter Youtube
  • Profil
    • Pesantren Tebuireng
      • Sambutan Pengasuh
      • Makna Lambang
      • Mengenal Tebuireng
      • Sejarah
      • Periode Pengasuh
      • Yayasan Hasyim Asy’ari
      • Dewan Masyayikh
      • Visi dan Misi Pesantren Tebuireng
      • Lima Nilai Dasar Pesantren Tebuireng
      • Himne Tebuireng
      • Mars Tebuireng
      • Asrama Santri
      • Denah Pesantren Tebuireng
    • Unit Pendidikan
      • Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari
      • MA. Salafiyah Syafi’iyah
      • MA. Sains Putri Salahuddin Wahid
      • SMA A. Wahid Hasyim
      • SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng
      • SMA Trensains
      • MTs Salafiyah Syafi’iyah
      • MTs Sains Putri Salahuddin Wahid
      • SMP A. Wahid Hasyim
      • SMP Sains
      • Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari
      • SDI Tebuireng
    • Pesantren Cabang
      • Pesantren Tebuireng III – Indragiri Hilir, Riau
      • Pesantren Tebuireng IV – Indragiri Hulu, Riau
      • Pesantren Tebuireng V – Ciganjur, Jakarta Selatan
      • Pesantren Tebuireng VI – Cianjur, Jawa Barat
      • Pesantren Tebuireng VII – Boltim, Sulawesi Utara
      • Pesantren Tebuireng VIII – Serang, Banten
      • Pesantren Tebuireng IX – Nurul Falah, Pasir Malang
      • Pesantren Tebuireng XI – Ambon, Maluku
      • Pesantren Tebuireng XII – Tubaba, Lampung
      • Pesantren Tebuireng XIII – Bengkulu
      • Pesantren Tebuireng XIV – Madani
      • Pesantren Tebuireng XV – Nur Hasyim Bina Aswaja
      • Pesantren Tebuireng XVI – Tahfidzul Qur’an Al-Musthofa
      • Pesantren Tebuireng XVII – NU Abdul Jamil
      • Pesantren Tebuireng XVIII – Pododadi
      • Pesantren Tebuireng XIX – Nurul Hidayah
    • PSB Pesantren Tebuireng
    • Pesantren Sains Tebuireng
    • Pesantren Tebuireng Putri Kesamben
    • Pesantren Binaan Tebuireng – Hidayatul Muhajirin
    • Tebuireng Media Group
    • Perpustakaan Pesantren Tebuireng
    • Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT)
    • Bank Sampah Tebuireng (BST)
    • Badan Wakaf
    • Balai Diklat
    • Jasa Boga (JABO)
    • Puskestren
    • Tempat Praktek Ketrampilan Usaha (TPKU)
    • Rumah Sakit Hasyim Asy’ari
  • Serambi Pengasuh
  • Berita
    • Umum
    • Pondok
    • Unit
    • Feature
    • Wawancara
    • Pengumuman
  • Keislaman
    • Dunia Islam
    • Tasawuf Akhlak
    • Fikih & Ushul Fikih
    • Aswaja
    • Al Qur’an dan Hadis
    • Tanya Jawab Agama
      • Akidah
      • Fikih
      • Fikih Kekinian
  • Opini
  • Risalah
    • Khutbah Jum’at
    • Do’a dan Amalan
    • Muslimah
    • Biografi
    • Kisah Inspiratif
  • Pena Santri
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
Cari
Masuk
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
Salam Redaksi
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.
Tebuireng Online Tebuireng Online Tebuireng Online
  • Profil
    • Pesantren Tebuireng
      • Sambutan Pengasuh
      • Makna Lambang
      • Mengenal Tebuireng
      • Sejarah
      • Periode Pengasuh
      • Yayasan Hasyim Asy’ari
      • Dewan Masyayikh
      • Visi dan Misi Pesantren Tebuireng
      • Lima Nilai Dasar Pesantren Tebuireng
      • Himne Tebuireng
      • Mars Tebuireng
      • Asrama Santri
      • Denah Pesantren Tebuireng
    • Unit Pendidikan
      • Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari
      • MA. Salafiyah Syafi’iyah
      • MA. Sains Putri Salahuddin Wahid
      • SMA A. Wahid Hasyim
      • SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng
      • SMA Trensains
      • MTs Salafiyah Syafi’iyah
      • MTs Sains Putri Salahuddin Wahid
      • SMP A. Wahid Hasyim
      • SMP Sains
      • Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari
      • SDI Tebuireng
    • Pesantren Cabang
      • Pesantren Tebuireng III – Indragiri Hilir, Riau
      • Pesantren Tebuireng IV – Indragiri Hulu, Riau
      • Pesantren Tebuireng V – Ciganjur, Jakarta Selatan
      • Pesantren Tebuireng VI – Cianjur, Jawa Barat
      • Pesantren Tebuireng VII – Boltim, Sulawesi Utara
      • Pesantren Tebuireng VIII – Serang, Banten
      • Pesantren Tebuireng IX – Nurul Falah, Pasir Malang
      • Pesantren Tebuireng XI – Ambon, Maluku
      • Pesantren Tebuireng XII – Tubaba, Lampung
      • Pesantren Tebuireng XIII – Bengkulu
      • Pesantren Tebuireng XIV – Madani
      • Pesantren Tebuireng XV – Nur Hasyim Bina Aswaja
      • Pesantren Tebuireng XVI – Tahfidzul Qur’an Al-Musthofa
      • Pesantren Tebuireng XVII – NU Abdul Jamil
      • Pesantren Tebuireng XVIII – Pododadi
      • Pesantren Tebuireng XIX – Nurul Hidayah
    • PSB Pesantren Tebuireng
    • Pesantren Sains Tebuireng
    • Pesantren Tebuireng Putri Kesamben
    • Pesantren Binaan Tebuireng – Hidayatul Muhajirin
    • Tebuireng Media Group
    • Perpustakaan Pesantren Tebuireng
    • Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT)
    • Bank Sampah Tebuireng (BST)
    • Badan Wakaf
    • Balai Diklat
    • Jasa Boga (JABO)
    • Puskestren
    • Tempat Praktek Ketrampilan Usaha (TPKU)
    • Rumah Sakit Hasyim Asy’ari
  • Serambi Pengasuh
  • Berita
    • Umum
    • Pondok
    • Unit
    • Feature
    • Wawancara
    • Pengumuman
  • Keislaman
    • Dunia Islam
    • Tasawuf Akhlak
    • Fikih & Ushul Fikih
    • Aswaja
    • Al Qur’an dan Hadis
    • Tanya Jawab Agama
      • Akidah
      • Fikih
      • Fikih Kekinian
  • Opini
  • Risalah
    • Khutbah Jum’at
    • Do’a dan Amalan
    • Muslimah
    • Biografi
    • Kisah Inspiratif
  • Pena Santri
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Opini

Strukturalisme Transendental dalam Relasi Kiai dan Santri: Sebuah Analisis Filosofis

18 November 2025
91
Ilustrasi Kiai dan Santri (sumber: ifa)

Viralnya reportase negatif tentang pesantren oleh media nasional baru-baru ini, menimbulkan gejolak persepsi publik yang beragam. Komentar-komentar kritis yang tidak berdasar dalam pemahaman mendalam mengenai landasan filosofis dari tradisi pesantren sering kali muncul atas reaksi berita tersebut. Pada akhirnya komentar-komentar tersebut hanya bersifat celaan dan hinaan tanpa mempelajari dari dalam sebuah makna pendidikan pondok pesantren yang sudah ada dan mengakar dalam tradisi masyarakat tradisional muslim di negeri ini.

Setiap tradisi memiliki modal nalar dan bentuk argumentasinya sendiri, cara khas untuk membayangkan apa itu kebaikan, keadilan, dan kewajiban. namun tradisi bukanlah sesuatu yang beku. Ia terus menafsirkan dirinya sendiri, tumbuh melalui perdebatan, perjumpaan, dan bahkan pertentangan tradisi lain. Kritik dan evaluasi tentu perlu. Tapi menilai, perlu untuk ada standar penilaian. Sedangkan standar itu tidak pernah netral, ia selalu lahir dari suatu tradisi berpikir dan hidup.

Seperti yang telah lama terjadi di pesantren di mana hukum, kebijakan, bahkan pandangan negara sekalipun selalu diperdebatkan, diuji, dan disaring oleh nalar dan prosedur keilmuan yang tumbuh disana, sampai muncul kesepakatan, penerimaan, atau penolakan. Tradisi pesantren telah berkali-kali menunjukkan kemampuannya menjawab tantangan zaman, bukan tunduk pada tekanan luar, tetapi karena ia memiliki kekuatan menafsirkan dan menimbang dari dalam. Karena itu, yang dibutuhkan bukan tekanan, cemooh, atau ejekan, tetapi keterbukaan untuk mempelajari yang liyan dan dialog sejajar-yang menghormati kemampuan tiap tradisi untuk menilai dan memperbarui dirinya sendiri.

Salah satu tradisi yang menjadi perbincangan dalam pendidikan pesantren adalah relasi “Kiai dan Santri”. apakah relasi kiai dan santri hanya sebatas pendidikan pedagogis semata? atau didalamnya memiliki perbedaan dengam pendidikan modern pada umumnya? Tentu dalam memahami kerumitan tradisi tersebut penulis akan membahasnya dalam bahasan kali ini.

Memahami Strukturalisme Transendental

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Gagasan tentang strukturalisme trasendental pertama kali dikenalkan dalam kajian pemikiran Islam oleh Kuntowijoyo, sejatinya ia jadikan sebagai basis epistemologi dalam membaca problematika tradisi Islam ke depan. Pendekatan ini dapat dibagi menjadi dua aspek pengkajian. Pertama adalah strukturalisme. Pengertian strukturalisme tidak lain adalah merujuk pada arti tentang suatu bangunan ataupun susunan suatu bangunan. Artinya bahwa konsep strukturalisme sendiri adalah sebuah sistematika dalam dimensi abstrak, seperti misalnya struktur bangunan sosial dan lain sebagainya.[1]

Sedangkan term transendental sendiri, berarti sesuatu yang teramat penting, hal-hal yang berada di luar kemampuan manusia biasa untuk
memahaminya. Aspek transendental sendiri adalah sebuah kajian dalam  aspek ketuhanan yang memiliki dasar tentang dimensi yang mengarah ke langit atau khususnya pada masalah-masalah hukum dan ketetapan tuhan.[2]

Gagasan strukturalisme transendental Kuntowijoyo berangkat dari pemikiran bahwa Islam dengan nilai-nilai yang terkandung dalam teks (Al-Qur’an dan al-Hadits) dimaknai secara general dan terstruktur karena sesuai dengan konteks kemanusiaan, baik di jaman lampau, dan dapat diterapkan ke dalam konteks kehidupan saat ini dan di mana saja meski nilai-nilai tersebut telah  melewati  masa  berabad-abad. [3] Pada dasarnya pendekatan ini menggabungkan pendekatan strukturalisme (menganalisis sistem hubungan anta rbagian dalam suatu teks atau fenomena) dan transendental (berakar pada nilai-nilai spiritual atau ketuhanan).

Strukturalisme Transendental Hubungan Kiai dan Santri Dalam Pendidikan Pesantren

Pendidikan pesantren merupakan institusi pendidikan tradisional Islam yang telah lama menjadi pusat pembelajaran keagamaan di Indonesia. Salah satu dinamika utama dalam pesantren adalah interaksi antara kiai sebagai pemimpin dan guru spiritual dengan para santri sebagai peserta didik. Hubungan ini tidak sekadar bersifat hierarkis atau administratif, melainkan juga memuat dimensi struktural yang mendalam dan transendental sebagai pondasi pembentukan karakter dan ilmu keislaman.

Dalam pendekatan ini, hubungan kiai dan santri dalam tradisi pesantren bukan sekadar relasi pedagogis antara pengajar dan peserta didik. Ia merupakan struktur sosial–keagamaan yang bekerja dengan pola makna laten yang berulang-ulang dalam sejarah Nusantara, sehingga bagi banyak kalangan sebenarnya lebih tepat dibaca dalam bingkai strukturalisme transendental: yaitu pemahaman bahwa struktur makna dalam relasi kiai–santri tidak dibentuk semata oleh konstruksi sosial empiris (struktur manusiawi), tetapi justru ditransendensikan oleh iman — oleh horizon nilai trans-empirik yang diyakini bersumber dari otoritas wahyu dan sanad ilmu.[4]

Di pesantren, proses pendidikan berlangsung melalui talqin, riyadhah, mujahadah, pembacaan kitab kuning, dan disiplin hidup kolektif. Semua itu berjalan melalui satu sistem struktur yang mapan: kiai sebagai pusat legitimasi kebenaran moral dan epistemik, sedangkan santri sebagai subjek pencarian adab, keberkahan (barakah), dan ilmu. Struktur ini tidak lahir semata melalui konstruksi sosial seperti dalam relasi dosen–mahasiswa di sistem modern. Ia muncul dari pemahaman bahwa ilmu agama bersifat nûrî (bersifat cahaya) — dan cahaya itu diterima dengan adab dan suluk, bukan semata memakai prosedur akademik.

Dengan demikian, posisi kiai bukan sekedar “pakar teks”, tetapi mediator transendensi. Ia adalah figur yang menjadi simpul penyeberangan makna antara wahyu, fikih, kitab, tradisi, dan realitas. Di sini strukturalisme transendental bekerja: struktur yang mendefinisikan hubungan ini adalah invisible dan karismatik — sebuah struktur yang tidak sepenuhnya rasional, tetapi tetap teratur dan terinternalisasi dalam tata hidup santri.

Sebaliknya, santri bukan objek pasif. Dalam perspektif strukturalis, santri adalah representan struktur penerima — yaitu peran sosial yang menginternalisasi keilmuan, adab, dan sistem otoritas lalu mereproduksikan struktur tersebut ke dalam masa depan. Ketika santri kelak menjadi kiai atau guru agama, ia sedang memproduksi ulang struktur transenden itu dalam medan sosial baru. Di sinilah pendidikan pesantren berbeda dari sistem modern: yang dilestarikan bukan semata pengetahuan, tetapi struktur sakral pengetahuan itu.

Hubungan transendental kiai dan santri juga pernah dikemukakan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dalam kitab beliau yang berjudul “Adab al-Âlim wa al-Muta’allim”, beliau berpendapat bahwa relasi pendidikan antara kiai dan santri adalah adanya keterikatan secara intens dan erat tidak hanya dalam artian secara lahir, akan tetapi juga secara batin (alaqah batiniyah) yang dilandasi religios-etich (akhlaq yang luhur) untuk keberhasilan proses belajar mengajar.[5]

Kesimpulan

Relasi kiai–santri dalam pendidikan pesantren pada dasarnya tidak lahir dari proses pedagogik sekuler yang berdiri pada kerangka akademik modern, tetapi tumbuh dari struktur makna yang bersifat sakral dan diyakini bersumber dari wahyu, sanad, dan tradisi keilmuan Islam yang berkelanjutan. Melalui konsep strukturalisme transendental, dapat ditegaskan bahwa hubungan antara kiai dan santri bukan hanya relasi sosial-edukatif, melainkan mekanisme reproduksi struktur nilai transendental yang menghubungkan manusia dengan Tuhan.

Kiai berfungsi sebagai pusat legitimasi epistemik dan moral — bukan hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai mediator cahaya ilmu (nûr al-‘ilm), sementara santri berperan sebagai subjek penerima sekaligus penjaga keberlanjutan struktur tersebut untuk masa mendatang. Karena itu, pendidikan pesantren tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi mewariskan habitus spiritual dan etos adab sebagai medium masuknya nilai transenden ke dalam kehidupan sosial.

Dengan demikian, pesantren bertahan bukan karena tradisinya statis, tetapi karena ia memiliki struktur suci yang terus direproduksi melalui hubungan kiai–santri yang bersifat transhistoris. Struktur itu mendahului individu, membentuk individu, kemudian diproduksi kembali oleh individu generasi berikutnya. Inilah alasan mengapa pesantren tetap relevan dari masa ke masa, meski perubahan zaman semakin cepat: karena ia berdiri pada struktur makna yang tidak hanya sosial — tetapi juga transendental.

Baca Juga: Pengarusutamaan Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional: Sebuah Tinjauan Historis dan Afirmasi Kebijakan (Bagian-I)


Referensi

Nasar Lundeto dan Syamsun Ni‟am, “Paradigma Islam Profetik (Melacak Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Pemikiran Kuntowijoyo), Jurnal Farabi, Vol. 19, No. 2, 2022.

Khairul Umam,” Membaca Pendidikan Islam di Era Disrupsi: Perspektif Strukturalisme Transendental”, Journal of Islamic Education Research, Vol. 1, No. 1, 2019

Ali Rif’an Dan Noer Aziz, “Kompetensi Kepribadian Guru Dan Murid Dalam Interaksi Edukatif Perspektif Hadratusyaikh Kh. Hasyim Asy’ari”, Jurnal Piwulang, Vol. 2 No. 2 Maret 2020,


[1] Nasar Lundeto dan Syamsun Ni‟am, “Paradigma Islam Profetik (Melacak Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Pemikiran Kuntowijoyo), Jurnal Farabi, Vol. 19, No. 2, 2022, 111.

[2] Ibid, 111.

[3] Khairul Umam,” Membaca Pendidikan Islam di Era Disrupsi: Perspektif Strukturalisme Transendental”, Journal of Islamic Education Research, Vol. 1, No. 1, 2019.

[4] ibid, 58.

[5] Ali Rif’an Dan Noer Aziz, “Kompetensi Kepribadian Guru Dan Murid Dalam Interaksi Edukatif Perspektif Hadratusyaikh Kh. Hasyim Asy’ari”, Jurnal Piwulang, Vol. 2 No. 2 Maret 2020, 164.


Penulis: Muhammad Alwi Hasan.

Editor: Muh. Sutan

  • TAG
  • Adabul 'Alim wa Muta'allim
  • Guru dan Murid
  • Hadratussyaikh KH. M. Hasyim
  • Pesantren
  • pesantren tebuireng
  • relasi kiai dan santri
  • SANTRI
  • santri tebuireng
  • Sejarah Pesantren
  • tebuireng
Bagikan
Mencetak
WhatsApp
Facebook
Telegram
Twitter
Copy URL
    SebelumnyaPeneliti Muda Pesantren, Inovasi Salep Herbal Binahong-Kunyit Bawa Siswi Tebuireng Menang di OPSI 2025
    BerikutnyaTim Amatsil Tebuireng Ukir Prestasi Ganda di Ajang MSQ Jatim dan Nasional
    Tebuireng Online [Sutan]

    ARTIKEL TERKAITDARI PENULIS

    Opini

    Kurban Bersama, Momentum Rawat Kewarasan Kolektif

    Opini

    Idul Adha, Qurban, dan Fenomena Bunuh Diri

    Opini

    Mau‘idhah Hasanah Penting, Tapi Uswatun Hasanah Jauh Lebih Dibutuhkan

    Opini

    Sampah Pesantren Jadi Masalah Bersama yang Tak Bisa Diabaikan

    Opini

    Sistem Kurban Memutar Roda Ekonomi Masyarakat

    Tebuireng OnlineTebuireng OnlineMedia Informasi Pesantren

    Tebuireng.online adalah website resmi Pesantren Tebuireng, diluncurkan Mei 2012 dan diresmikan oleh Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid.

    Unit Pendidikan

    Ma’had Aly, MASS,
    MA Sains, SMK Plus, Madrasah Muallimin,
    Lihat Semua

     Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

    Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari adalah pendidikan formal jenjang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Pesantren Tebuireng dengan mengembangkan kajian keislaman sesuai kekhasan pesantren berbasis kitab kuning. Didirikan dan diresmikan oleh pengasuh Pesantren Tebuireng  Almaghfurlah KH. Muhammad Yusuf  Hasyim dan KH. Ir. Salahuddin Wahid pada tanggal 6 September 2006 yang bertepatan dengan tanggal 12 Sya’ban 1427 H. Pada awal pendirian Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng menyelenggarakan program  studi takhassus Fiqh Wa Ushuluhu. Kemudian pada tahun 2016 menerima SK Penyelenggaraan Ma’had Aly dari Kementerian Agama RI dan ditetapkan untuk menyelenggarakan program studi takhassus Hadits wa Ulumuhu sampai dengan sekarang. Ma’had Aly Hasyim Asy’ari menyelenggarakan pendidikan akademik progam sarjana (marhala ula) dan magister (marhalah tsaniyah).

    Website: Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

    Instagram: mahadalyhasyim_

    Twitter: galeri_maha

     

    MA Salafiyah Syafi’iyah

      Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTA di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. Ide awal pendirian madrasah ini sudah dimulai sejak masa kepemimpinan KH. Hasyim Asy’ari, lalu disempurnakan pada masa KH. Wahid Hasyim dengan nama Madrasah Nidzamiyah, dan diformalkan pada masa kepemimpinan KH. Kholik Hasyim (tahun 1962) dengan nama Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS). Sejak tahun ajaran 1993-1994, MASS Tebuireng yang sebelumnya telah memiliki dua jurusan (IPA dan IPS), membuka dua jurusan baru yaitu Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) dan Jurusan Salaf. Hingga kini, keempat jurusan tersebut (MAK, Salaf, IPA, IPS), menjadi ikon utama keberadaan MASS Tebuireng.

      Instagram: mass_tebuireng

      Facebook: MASS Tebuireng Jombang

       

      SMA A. Wahid Hasyim

      SMA A. Wahid Hasyim (SMA AWH) Tebuireng merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTA di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. SMA AWH didirikan pada masa kepemimpinan KH. Muhammad Yusuf Hasyim, tepatnya pada tahun 1975, dengan SK Kanwil Depdikbud No.097/PA/PMU/75-76 dan sejak tahun 2005 mendapat status Trakreditasi “A” dan merupakan Sekolah Rintisan Standar Nasional. Jurusan IPA dan IPS merupakan program alternatif pilihan siswa/i SMA AWH. Selain melaksanakan kurikulum nasional, SMA AWH juga menambah kurikulum pesantren (diniyah) yang materi kurikulumnya meliputi akidah akhlaq, tafsir, hadits/ilmu hadits, fiqh, nahwu, shorof, aswaja, dan Sejarah Kebudayaan Islam.

      Website: SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng 

      Instagram: smaawh.tebuireng

       

       

      SMK Khoiriyah Hasyim Tebuireng

      SMK Plus Khoiriyah Hasyim, merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTA di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. Berlokasi di Jl. KH. Hasyim Asy’ari No.13, Diwek, Balong Besuk, Kec. Diwek, Kabupaten Jombang. SMK ini disahkan oleh Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA (Menteri Pendidikan) pada tahun 2009  dengan Prodi Multimedia dan pada tahun 2020 SMK ini memiliki prodi baru Desain Komunikasi Visual. SMK Khoiriyah Hasyim ini menjadi salah satu Sekolah penyelenggara SMK Mini di Jawa Timur mulai tahun 2020 dengan tujuan dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk warga sekitar.

      Website: SMK Plus Khoiriyah Hasyim 

      Instagram: smktebuireng

      Facebook: SMK Khoriyah Hasyim Tebuireng

       

       

      SMA Trensains

      SMA Trensains Tebuireng merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTA yang didirikan oleh Dr. (HC). Ir. KH. Salahuddin Wahid (pengasuh Pesantren Tebuireng periode VII) berlokasi di Jl. Jombang No.Km. 19, Area Sawah/Kebun, Jombok, Kec. Ngoro, Kabupaten Jombang. Pesantren Tebuireng bekerja sama  dengan Prof. Agus Purwanto, D.Sc., sebagai penggagas konsep Pesantren Sains (Trensains). Lembaga pendidikan ini kemudian diresmikan pada tanggal 23 Agustus 2014 oleh Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin. Kurikulum SMA Trensains Tebuireng ialah “kurikulum semesta” merupakan unifikasi dari kurikulum nasional, internasional (perluasan), dan kurikulum Muatan Kearifan  Pesantren Sains (MPKPS). Kurikulum Semesta merupakan kurikulum yang dikembangkan oleh tim pengembang kurikulum SMA Trensains Tebuireng bersama penggagas Trensains dan Tim pengembang kurikulum dari FMIPA UNESA.

      Website: SMA TRENSAINS TEBUIRENG

      Instagram: trens_edu

      Twitter: sma_trensains

      Facebook: Trensains Tebuireng

       

      MA Sains Tebuireng Putri

      Madrasah Aliyah Sains Tebuireng Putri merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTA di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. MA Sains Tebuireng Putri didirikan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng di bawah kepemimpinan KH. Abdul Hakim Mahfudz pada tahun 2023, MA Sains Tebuireng Putri mendapatkan izin resmi dari Departemen Agama pada tahun 2023 dengan nama MA SAINS TEBUIRENG PUTRI. Lokasi Madrasah berada di Jl. Sumobito Desa Kesamben Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur.

      Website: MA Sains Tebuireng Putri 

      Instagram: masainstebuirengputri 

      Tiktok: masainstebuirengputri 

       

      MTs. Salafiyah Syafi’iyah

      Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi’iyyah (MTs. Salafiyah Syafi’iyah), merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTP di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. Berdiri pada masa kepemimpinan KH Abdul Wahid Hasyim dan mendapat pengakuan formal pada tahun 1951 di masa kepemimpinan KH Abdul Karim Hasyim. Sesuai dengan kurikulum KTSP, MTs. Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng merupakan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yang konsisten mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan dengan perpaduan Kurikulum Pendidikan Nasional dan Kurikulum Agama Takhassus Pesantren serta dalam 2 tahun terakhir sejak 2020 telah membuka program kelas internasional.

      Website: MTs. Salafiyah Syafi’iyah

      Instagram: mtstbi1947

      Facebook: Tebuireng Mts



      MTs. Sains Putri Salahuddin Wahid

      MTs. Sains Putri Salahuddin Wahid merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTP di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. Berlokasi di Jl. Kesambern Dsn. Ngembul, Kesamben, Kec. Kesamben, Kab. Jombang. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024,  meresmikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sains Salahuddin Wahid Pesantren Tebuireng Putri Kesamben Jombang, 19 November 2023.

      Website: MTs Sains Salahuddin Wahid

      Instagram: mtssainstbi

      Facebook: Mts Sains Salahuddin Wahid

       

      SMP A. Wahid Hasyim

      SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTP di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. didirikan pada era kepengasuhan KH. M. Yusuf Hasyim pada tahun 1975 bersamaan dengan SMA A. Wahid Hasyim. Pada tahun ajaran 2010-2011, SMP AWH membuka kelas unggulan, yakni International Class Programme (ICP) yang dibina oleh sekolah Center Laboratorium Universitas Negeri Malang, bekerjasama dengan Cambridge International Programme (CIP).

      Website:  SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng 

      Instagram: smpawhtebuireng

      Twitter: SMPAWHTebuireng

      Facebook: SMP AWH Tebuireng

       

       

      SMP Sains

      SMP Sains Tebuireng merupakan unit pendidikan formal jenjang SLTP di Pesantren Tebuireng di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari. Lembaga ini didirikan pada tahun 2018, yang digagas oleh Dr. (H.C.) Ir. KH. Salahuddin Wahid, berlokasi di Jl. Jombang No.Km. 19, Area Sawah/Kebun, Jombok, Kec. Ngoro, Kabupaten Jombang, satu lokasi dengan SMA Trensains Tebuireng.

      Website: SMP Sains Tebuireng

      Instagram: smpsainstebuireng_official

      Facebook: Smpsains Tebuireng

       

       

      Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari

      Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari merupakan unit pendidikan Pesantren Tebuireng dengan sistem pendidikan salaf. Didirikan pada pertengahan tahun 2008. Kegiatan belajar-mengajar Madrasah Mu’allimin dimulai pada tahun ajaran 2008-2009, dan berlaku efektif sejak awal Agustus 2008. Jenjang kelas ditempuh selama 6 tahun, dari kelas I sampai kelas VI, dengan ijazah setara Madrasah Aliyah.

      Instagram: muallimin.tebuireng

      Twitter: Muallimin TBI

       

       

      SDI Tebuireng

      SDI Tebuireng Ir. Soedigno Kesamben merupakan unit pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa yang berumur 6-12 tahun. Berdiri pada tahun 2013 di atas tanah Wakaf dari Almarhum Bapak Ir Soedigno. SDI ini bertujuan untuk membentuk kader beriman, berilmu dan berakhlaq dengan lembaga pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. Berlokasi di Ds. Kesamben, Kesamben, Kec. Kesamben, Kab. Jombang Prov. Jawa Timur.

      Instagram: sditebuireng

      Facebook: Sdi Tebuireng Ir Soedigno

      Kontributor

      Penulis
      Jadilah Kontributor dengan mengirim tulisanmu di sini
      Syarat & Ketentuan

      Kontak Kami

      Whatsapp
      Email

      Temukan Kami

      Jl. Irian Jaya No.10, Cukir, Kec. Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61471
      Instagram
      Facebook
      Twitter
      youtubeyoutube