
Tebuireng Online— Koordinator Gusdurian Jombang, Ning Ema Rahmawati, S.Fil., M.A., atau yang akrab disapa Ning Ema, hadir sebagai pemateri dalam Pra-MAPABA XI Rayon Yusuf Hasyim yang digelar di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Jumat (14/11/2025). Pada kesempatan itu, ia menyampaikan materi bertema keterlibatan aktif perempuan dalam organisasi, sejalan dengan tema besar kegiatan: “Meneguhkan Spirit Keorganisasian Mahasantri di Tengah Arus Modernisasi.”
Dalam pemaparannya, Ning Ema menegaskan pentingnya kesetaraan martabat manusia tanpa memandang gender. “Setiap manusia memiliki martabat yang setara di mata Tuhan, yang membedakannya hanyalah ketaqwaan,” ujarnya.
Baca Juga: Gusdurian Jombang Ajak Kalangan Muda Bicara Soal Gus Dur
Ia menjelaskan bahwa perempuan masih kerap menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan seperti stigmatisasi, marginalisasi, dan subordinasi. Ketidakadilan tersebut, menurutnya, kerap menyulitkan perempuan untuk mengambil peran strategis di organisasi.
“Perempuan kerap mendapatkan stigmatisasi, misalnya dianggap akan menurunkan standar organisasi bila menjadi pemimpin. Padahal justru sebaliknya, kehadiran perempuan memperluas kandidat berkualitas yang memperkuat proses seleksi,” tegasnya.
Ning Ema juga menyoroti pentingnya melihat perempuan dengan perspektif yang adil, termasuk memahami kondisi biologis yang hanya dialami perempuan.
“Perempuan memiliki masa menstruasi, kehamilan, melahirkan, nifas, dan menyusui, semua itu dijalani dengan rasa sakit. Oleh sebab itu, perempuan harus dilihat secara adil melalui lanskap biologis,” jelasnya.
Selain hambatan struktural dalam organisasi, ia turut menyinggung persoalan beban ganda yang masih banyak dialami perempuan.
“Di rumah, istri sering diwajibkan mengurus rumah tangga, padahal yang mendiami rumah bukan hanya istri, tetapi juga suami. Maka suami pun memiliki tanggung jawab mengurus rumah,” ungkapnya.
Baca Juga: Pendakwah Perempuan sebagai Pilar Perubahan Mengurai Ketidakadilan Gender
Ia menambahkan bahwa urusan mendidik anak juga bukan tugas tunggal seorang ibu.
“Yang memiliki anak bukan hanya ibu, tetapi juga ayah. Maka tanggung jawab mendidik anak harus diemban bersama,” tandasnya.

Menurut Ning Ema, organisasi yang ingin berkembang dan bermutu harus membuka ruang sebesar-besarnya bagi perempuan.
Baca Juga: Sepinya Peminat Organisasi Mahasiswa, Masih Relevankah?
“Keterlibatan perempuan bukan agenda opsional, melainkan strategi mutu organisasi. Keterlibatan itu menyatukan nilai, seperti martabat dan keadilan, dengan kinerja yang lebih baik, risiko lebih rendah, serta legitimasi yang lebih kuat,” pungkasnya.
Acara Pra-MAPABA XI ini dihadiri oleh anggota Rayon Yusuf Hasyim, mahasantri baru Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, serta sejumlah tokoh organisasi, di antaranya Rafi A. Latif selaku Ketua Komisariat Hasyim Asy’ari Tebuireng, Ahmad Rizki selaku Ketua CSSMoRA Nasional, dan Naufal Afif selaku Ketua Rayon PMII Yusuf Hasyim.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary


















