
Tebuireng.online— Sepuluh santriwati SMA Trensains Tebuireng berhasil menunjukkan prestasinya di kancah internasional melalui ajang 6th International Mathematics Open for Young Achievers (IMOYA) 2025 yang diselenggarakan di National University of Singapore (NUS) pada 25–26 Oktober 2025.
Dalam kompetisi bergengsi yang diikuti oleh peserta dari 12 negara, salah satu siswi, Naura Syifa Araminta, berhasil meraih Silver Medal (Perak) yang merupakan penghargaan tertinggi pada kategori Senior High School karena tahun ini tidak ada peserta yang mencapai skor Gold Medal. Sementara sembilan santriwati lainnya, yaitu Rafah Alayda Najwa Ahmad, Nara Arinaa Manaasikanaa, Azra Aqila Yusni, Hilyatul Aulya Rizqi Nihayah, Jasmeena Anakya Prameswari, Azzahra Rahmirani, Nabila Aurelia Aikyodeka, Lala Augysta Pramesti, dan Putri Kamila Hanan Syifa, masing-masing berhasil membawa pulang Bronze Medal (Perunggu).
Kompetisi IMOYA diselenggarakan oleh B&L Pte Ltd Singapore bekerja sama dengan Skillshare. Ajang ini menguji kemampuan peserta dalam pemecahan masalah, penalaran logis, dan kecepatan berpikir matematis dengan standar internasional.
Baca Juga: Perjalanan Alumni Trensains Tebuireng ke ECOTON Indonesia
Guru pendamping kontingen, Ustadz Tendika Sukmaningtyas, yang juga pengajar Sains dan Kimia di SMA Trensains Tebuireng, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju ajang internasional ini penuh tantangan karena waktu persiapan yang sangat singkat.
“Informasi lomba kami terima cukup mendadak dari perwakilan penyelenggara di Indonesia. Meskipun waktu persiapan hanya sekitar tiga pekan, para santriwati menunjukkan inisiatif dan semangat luar biasa untuk berpartisipasi,” ujar Ustadz Tendika.
“Dengan dukungan sekolah dan wali santri, kami membentuk tim kontingen dan melakukan pembinaan intensif. Alhamdulillah, meskipun waktunya singkat, mereka bisa menorehkan hasil terbaik,” imbuhnya.

Ustadz Tendika juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan bahwa santriwati pesantren mampu bersaing di level global. “Alhamdulillah, prestasi ini membuktikan bahwa santriwati SMA Trensains Tebuireng bisa sejajar dengan peserta dari sekolah-sekolah ternama seperti SMA Islam BSD, Dian Harapan, SMAN Kuala Kurun, hingga Santo Arnold. Anak-anak kita telah menunjukkan bahwa pesantren juga mampu berprestasi di dunia internasional,” jelasnya.
Baca Juga: Siswa SMA Trensains Tembus Lima Besar Nasional Biologi UNESA
Peraih medali perak, Naura Syifa Araminta, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa membawa nama baik sekolah dan pesantren di ajang internasional. Walaupun waktu latihan sangat singkat, kami berusaha semaksimal mungkin dan tetap tawakkal kepada Allah,” ungkap Naura.
Sementara itu, Rafah Alayda Najwa Ahmad, salah satu peraih medali perunggu, menceritakan tantangan yang dihadapi selama persiapan. “Waktu pembinaan kami kurang dari tiga minggu, dan ada beberapa kendala teknis saat lomba di Singapura. Tapi dengan bimbingan guru dan kekompakan tim, kami tetap bisa fokus dan tenang,” tuturnya.
Siswi lain, Nara Arinaa Manaasikanaa, menambahkan bahwa pengalaman tersebut mengajarkan nilai kejujuran dan semangat belajar tanpa henti. “Kami membawa lima prinsip dasar Tebuireng ke ajang internasional. Kami percaya bahwa hasil bukan satu-satunya ukuran, tapi proses yang jujur dan penuh niat baik pasti membawa keberkahan,” ucap Nara.
Selain berkompetisi, para santriwati juga saling bertukar hadiah kecil dengan peserta dari berbagai negara. “Kami belajar beradaptasi dengan budaya internasional, berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara, dan menambah banyak teman baru. Rasanya luar biasa,” kata Azra Aqila Yusni.
Baca Juga: Tulis Perjalanan LENSA, Siswi SMA Trensains Sabet Juara Cabang Jurnalistik
Menutup wawancara, Naura dan teman-temannya berharap agar pengalaman ini menjadi inspirasi bagi santri lainnya. “Semoga pengalaman kami bisa memotivasi teman-teman santri lain untuk berani berkompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Naura. “Kuncinya adalah berusaha maksimal, belajar di lingkungan yang nyaman, atur waktu dengan baik, dan selalu tawakkal kepada Allah,” tambah Nabila Aurelia Aikyodeka.
Sementara itu, guru pendamping menegaskan bahwa sekolah akan terus mendorong siswa-siswi Trensains untuk aktif berprestasi dan mengembangkan potensi mereka. “Kami berharap pengalaman ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju generasi santri yang berilmu, berkarakter, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” pungkas Ustadz Tendika.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















