Tebuireng Gelar Arabic & English Competition, 501 Peserta dari Berbagai Unit Pendidikan

50
Pembukaan Arabic & English Competition di Masjid Salahuddin Wahid Pesantren Sains Tebuireng Jombang (foto: albi)

Tebuireng.online— SMP Sains Tebuireng menjadi tuan rumah Arabic & English Competition yang diselenggarakan oleh English Learning Program (ELP) Team Pesantren Tebuireng, dengan jumlah peserta mencapai 501 santri dari berbagai unit pendidikan se-Tebuireng Raya. Peserta berasal dari beragam jenjang, mulai dari SD Sains Kesamben, MTs Sains, SMP Sains, SMA Trensains, MA Tebuireng, hingga Muallimin Tebuireng.

Acara dibuka dengan sambutan Ustadzah Anik, selaku Waka Kesiswaan SMP Sains Tebuireng yang mewakili kepala sekolah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa lomba ini tidak hanya menjadi ajang menentukan pemenang, namun juga sarana mempererat silaturahmi antarsantri.

Baca Juga: Seminar Bahasa Tingkat SMP/MTs, Membuka Wawasan Santri Tebuireng

“Sungguh kegiatan lomba bahasa ini sangat luar biasa. Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi wasilah mempererat ukhuwah antarunit di Tebuireng. Mulai tahun ini, kegiatan akan digilir ke seluruh unit sehingga semua bisa saling mengenal. Lakukan semua ini karena Allah, sekaligus melatih keberanian diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ustadz Hanif, selaku ketua panitia, menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan salah satu cita-cita almarhum KH. Shalahuddin Wahid (Gus Sholah).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
Pembukaan lomba bahasa antar siswa di Unit Pendidikan Pesantren Tebuireng

“Beliau ingin sekali agar santri Tebuireng go internasional. Santri tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an dan kitab, tetapi juga mampu memahami konten keislaman dengan bahasa Arab agar kelak bisa meraih beasiswa ke luar negeri. Sedangkan penguasaan bahasa Inggris penting karena perkembangan teknologi dunia menggunakan bahasa tersebut. Harapan Gus Sholah, santri Tebuireng menguasai bahasa asing agar mendapat banyak manfaat,” jelasnya.

Dari ratusan peserta, beberapa di antaranya menyampaikan kesan dan persiapan mereka. Quinsha Zhafira Nurdinia, siswi kelas 10 SMA Trensains, tampil di cabang Taqdimul Qishoh dengan mengangkat kisah pewayangan Dursasana Obong. “Saya sudah berlatih sejak dua minggu lalu. Semoga bisa tampil percaya diri, fokus, dan meraih juara,” harapnya.

Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Borong Juara K-Champ 2025 di Jombang

Peserta lain, Aqila Cipta Aufa Nazikha dari MTs Sains Kesamben kelas 9, mengikuti cabang Qiro’atul Akhbar (membacakan berita dalam bahasa Arab). Ia mengaku fokus pada persiapan mental, gestur, serta teknik membaca. “Saya belajar sekitar dua minggu. Semoga bisa masuk tiga besar,” ujarnya.

Kompetisi ini melombakan 14 cabang, antara lain English Olympiad, Story Telling, News Anchor, Singing Contest, Speech Contest, Spelling Bee, Quran Interpretation in Arabic, Quran Interpretation in English, Arabic Olympiad, Qiro’atul Akhbar, Khitobah, Taqdimul Qishoh, Unsyudah Arabiyah, dan Hiwar.

Acara ditutup dengan doa oleh Ustadz Arif Khuzaini, kemudian seluruh peserta diarahkan menuju ruang lomba masing-masing.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary