Oleh: Dian Bagus*

Bersikap baik kepada orang lain akan mendatangkan keuntungan bagimu dan juga mereka. Masalah atau tugas yang orang lain punya bisa teratasi. Kamu pun juga merasa senang dan lega setelah berhasil membantu.

Meski begitu, sikap baik perlu dilakukan sesuai porsi masing-masing dari kita. Jika tidak, maka predikat ‘terlalu baik’ pun bakal tersemat padamu.

Sikap terlalu baik yang ada padamu bisa membawa masalah yang akan membuatmu terganggu. Agar tak terjadi demikian tujuh tanda ini jadi cerminan bahwasanya kamu adalah orang yang terlalu baik.

Apakah kamu termasuk?

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

1. Terlalu mementingkan perasaan dan kepentingan orang lain karena adanya rasa gak enakan

Tanda pertama kita terlalu menggunakan perasaan, apakah kalian tahu? Perasaan terkadang bisa keliru loh..

Yang kalian kerjakan maupun yang sedang diusahakan. Maka dari itu, agar kalian bisa sama-sama saling nyaman, kamulah yang perlu melatih dan membiasakan diri untuk tidak selalu mengedepankan perasaan dalam menjalani hidup ini agar kamu gak merasa kesulitan.

2. Terlalu mudah bilang “iya” meskipun kita tidak setuju akan suatu hal

Pasti kalian pernah di suatu suasana disaat kalian sedang ingin sendiri, seketika temanmu atau saudaramu mengajakmu dan kamu bilang “iya”.

Padahal saat itu kalian ingin merasa sendiri dengan perasaan yang gak enakan itu seketika kamu mengikuti ajakan teman maupun sadaramu. Iya kan? Jujur aja… hahaha

3. Ingin selalu membantu orang lain meski sadar atas kemampuan diri sendiri bahwa itu sulit dilakukan

Karena kamu adalah orang yang selalu ingin membantu orang lain, akhirnya tidak sadar akan batas kemampuanmu, maka kamu peduli dengan perasaan mereka sehingga kamu sering membantu lagi dan lagi dan takut salah bicara dan menyakiti perasaan mereka.

4. Tidak ingin menyakiti perasaan orang lain dan lebih memilih perasaan sendiri yang tersakiti

Karakter baikmu yang sudah paten terkadang membuatmu terlalu memikirkan orang lain. Sebaiknya, kamu lebih mengontrol lagi tentang hal ini. Kamu boleh saja peduli dan murah hati, tapi jangan sampai kamu menyakiti dirimu sendiri atau tidak merasa nyaman dengan itu.

5. Ingin membuat orang senang padahal itu sangat sulit dilakukan

Ya, memang kita makhluk sosial, tapi kita harus bisa hidup sebagai diri kita sendiri. Sifat dan kelakuan kita juga tidak bisa diubah begitu saja.

Dalam membuat keputusan itu pun tidaklah mudah, karena selalu ada konsekuensi yang harus kita terima. Terkadang, keputusan yang kita buat bisa menyenangkan orang lain dan ada juga yang tidak.

6. Lebih sering mengalah karena tidak ingin adanya konflik yang berkepanjangan

Sebagai manusia kita memang dituntut untuk berbuat baik kepada sesama. Saling menjaga perkataan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain. Juga menjaga sikap agar tidak menuruti ego diri dan melupakan orang lain.

Salah satu yang seringkali diajarkan bahkan mungkin sudah menjadi kebiasaan hingga dewasa adalah mengalah. Tapi nyatanya mengalah tak selalu baik untuk diri kita sendiri. Meski tujuan di awal hanya menghindari konflik yang tidak diinginkan.

Terlalu sering mengalah juga membawa dampak buruk bagi kita yang banyak menahan diri dari ini dan itu.

7. Orang terlalu gampang manfaatin kita, karena mereka sadar kalau kita itu terlalu baik dan gak enakan

Beberapa orang terkadang memiliki kecenderungan menjadi orang yang mudah menolong, sedangkan yang lain gak demikian.

Mereka ada yang seringkali memanfaatkan orang baik demi kepentingan pribadi. Pada intinya ingatlah bahwa segala sesuatu yang terlalu berlebihan itu tidak baik untuk diri kita.

Saat ingin menebar kebaikan kepada orang lain jangan lupa untuk menebar kebaikan untuk diri sendiri terlebih dahulu.

*Mahasiswa Unhasy Jombang.

SebelumnyaUstadz Roziqi, Berangkat dari Tebuireng untuk Indonesia
BerikutnyaDerita Dusta