5 Bahasa Daerah yang Asyik untuk Dipelajari

sumber foto: penulis

Bahasa daerah punya daya tarik budaya yang sangat menarik dan bisa digunakan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal berbagai kota di Indonesia

Belajar bahasa asing sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh banyak orang. Namun, pernahkah kamu berpikir untuk mengetahui kebudayaan daerah di Indonesia dengan mempelajari bahasanya? Jika sedang berkunjung ke daerah wisata, kamu harus mencoba berinteraksi langsung dengan warga lokal di seluruh penjuru daerah di Indonesia. Nah, apa saja bahasa daerah yang menarik untuk kamu pelajari?

1. Bahasa Jawa

Penduduk lokal di berbagai daerah di Indonesia sangat banyak yang menggunakan bahasa Jawa untuk berinteraksi sehari-hari. Malahan, ada fitur terjemahan bahasa Jawa yang bisa kamu pilih di Google Translate. Ya, mungkin saking seringnya digunakan untuk interaksi sehari-hari, sih.

Meskipun ada banyak dialek yang digunakan, pengguna bahasa Jawa tersebar luas di sebagian besar wilayah pulau Jawa. Nah, kalau kamu sering melakukan interaksi di berbagai daerah yang berbeda di pulau Jawa, belajar bahasa Jawa akan sangat bermanfaat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

2. Bahasa Sunda

Penggunaan bahasa Sunda sangat populer dan melekat pada warga kota Bandung. Kota Kembang yang sering dikunjungi wisatawan ini memang sangat kental unsur budayanya. Kamu bisa mengenali dialek bahasa Sunda yang kental saat mendengar gaya bicara warga Bandung.

Sebagai salah satu kota yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, sangat mengasyikan jika bisa mengerti bahasa Sunda. Bahasa Sunda digunakan pada banyak kota di seluruh Jawa Barat. Nah, kalau kebetulan berkunjung dan membeli sesuatu, bisa dapat lebih banyak diskon kalau menawar harga bahasa Sunda loh!

3. Bahasa Betawi

Bahasa Betawi adalah bahasa asli warga yang tinggal di daerah Jakarta. Penggunaan bahasa Betawi berkembang secara alami dan cukup melekat pada dialek penduduk lokal di Jakarta. Meski sudah banyak pendatang yang tinggal di Jakarta, kamu masih akan mengenali dialek bahasa Betawi saat sedang berinteraksi di Jakarta. Kota Jakarta adalah kota yang paling sering dikunjungi, apalagi terkait kebutuhan bisnis cek promo tiket terupdate menuju Jakarta sekarang.

🤔  dr. Amin Shobari Berikan Motivasi pada Santri Tebuireng

Terkadang, setibanya di Jakarta mungkin kamu tidak mengerti ketika ada warga lokal yang mengajak berbicara dalam bahasa lokal. Makanya, bahasa Betawi jadi salah satu bahasa yang asyik untuk dimengerti. Setidaknya, kamu langsung mengenali saat orang lain sedang membicarakan kamu diam-diam.

4. Bahasa Bali

Sebagai destinasi wisata yang paling populer dikunjungi oleh berbagai wisatawan domestik dan mancanegara, belajar bahasa Bali bisa jadi bagian untuk mengenal kebudayaan. Tidak hanya untuk kebutuhan interaksi, tetapi juga mengenal bagian dari kebudayaan asli penduduk Bali.

Pada tingkatan bahasa yang disebut dengan Bali Alus, penuturannya sangat mirip dengan bahasa Jawa Krama. Bahasa Bali juga digunakan oleh masyarakat yang tinggal di Lombok, dan perbatasan timur pulau Jawa. Hal yang tidak kalah seru adalah mengenal dialek berbeda yang bisa kamu temukan di dalam dialek Dataran Rendah Bali, (Klungkung, Karangasem, Buleleng, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Badung), Dataran Tinggi Bali (“Bali Aga”),  dan Nusa Penida.

5. Bahasa Minangkabau

Nah, kalau belajar bahasa Minangkabau, kamu bisa sekalian belajar kebudayaan di Malaysia. Iya, mungkin kamu akan menemukan orang dengan dialek bahasa Minangkabau saat bertemu dengan perantau dari masyarakat Minang. Bahasa Minangkabau digunakan di berbagai daerah di provinsi Sumatera Barat, Riau bagian barat, dan Negeri Sembilan, Malaysia.

Belajar bahasa daerah bisa memperkaya pengetahuan budaya kamu atas berbagai kota di Indonesia loh. Makanya, belajar bahasa daerah jadi mengasyikan dan tidak bikin kamu ketinggalan zaman kalau ada guyonan berskala lokal kedaerahan.

(ADV/RZ)