Suasana khataman Al Quran ratusan hafidz dan hafidzah Jawa Timur meliputi Kediri, Malang, Lamongan, dan Madura di makam Gus Dur, Jumat (20/12/19). (Foto: Jailani)

Tebuireng.online– Khatmil Quran adalah salah satu rangkaian acara dalam haul ke-10 Gus Dur. Khataman Quran ini diikuti oleh ratusan hafidz dan hafidzah, yaitu 300 hafizdah beserta kurang lebih 100 hafizd dari berbagai pondok tahfizd di daerah Jawa Timur diantaranya Kediri, Malang, Lamongan, dan Madura.

Acara yang diikuti para hafizd ini dimulai sejak pukul 05.30 Wib hingga pukul 11.00 Wib pada Jumat (20/12/19). Rangkaian acara haul ini dibuka langsung oleh KH. Muhammad Syakir Ridwan, selaku Majelis keluarga Pondok Pesantren Tahfidz Madrasatul Quran Tebuireng (MQ).

Salah satu penanggung jawab acara khatmil Quran, Ustadz Sulaiman, mengungkap syukur atas terselenggaranya khatmil Quran yang diikuti ratusan penghafal Al Quran. “Alhamdulillah acara ini bisa diikuti kurang lebih 400 hafidz dan hafidzah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Diantranya  Kediri, Malang, Lamongan, hingga Madura. Setiap orang mendapatkan jatah 10 juz untuk dihatamkan,” ungkapnya.

Walaupun acara ini dihadiri para hafizd dan hafidzah, lanjut Ustadz Sulaiman, namun khatmil Quran tetap dibuka untuk umum. Karena masyarakat sangat antusias mengikuti acara tersebut, khususnya di daerah sekitar Jombang.

“Ya walupun diikuti para hafidz tentunya kita tidak bisa mengkhususkan acara ini, karena masyarakat sangat antusias ketika mengikuti acara haul Gus Dur, oleh kerena itu ya harus dibuka untuk umum,” tuturnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Cucu Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, KH. Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi) menghadiri langsung acara penutupan Khatmil Quran. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas antusiasme peserta serta permohonan maaf atas nama pesantren.  Selain ucapan terima kasih dan permintaan maaf, Gus Fahmi juga berharap kepada masyarakat untuk tetap antusias dalam mengikuti acara haul pada setiap tahunnya, agar mendapat berkah masyayikh Tebuireng, khususnya KH. Hasyim Asyari.

Pewarta: Jailani

 

 

SebelumnyaSufisme: Jalan Cinta dan Jati Diri
BerikutnyaRatusan Siswa Ikuti Tes Masuk MTs dan SMP Tebuireng