Workshop “Care With Character” Tebuireng Ajak Pembina Wujudkan Pesantren Ramah Santri

52
Pelaksanaan pelatihan untuk para guru dan pembina Pondok Pesantren Sains Tebuireng Jombok (foto: aulia)

Tebuireng.online— Pondok Pesantren Sains Tebuireng menggelar kegiatan Workshop bertajuk “Care With Character” pada Sabtu–Ahad (8–9/11/2025) di Balai Diklat Pesantren Sains Tebuireng. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini menghadirkan dua narasumber profesional, yaitu Dr. Nailatin Fauziyah, M.Si., M.Psi., Psikolog dari Universitas Airlangga dan Hj. Nurmey Nurulchaq, S.Psi., M.A., psikolog dari Universitas Gadjah Mada.

Workshop ini diikuti oleh guru SMP Sains Tebuireng, dan pembina Pesantren Sains Tebuireng. Acara juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain KH. Abdul Mughni selaku Mudir IV Tebuireng, H. Lukman Hakim, B.A. selaku Mudir III Tebuireng, serta H. Arif Khuzaini selaku Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng.

Dalam sambutannya, Ustadz Arif Khuzaini menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kemampuan para pembina dalam memahami psikologi anak dan remaja di lingkungan pesantren.

Baca Juga: SMA Trensains Tekankan Pendidikan Ramah Anak

“Karena latar belakang para pembina kebanyakan dari ilmu hadis, sementara di pondok mereka sering berinteraksi dengan anak-anak. Terkadang yang disampaikan sudah baik, tapi cara penyampaiannya belum tepat. Begitu juga soal ‘bully’, perlu ada definisi dan standarisasi yang jelas agar tidak terjadi salah paham,” ujarnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sementara itu, H. Lukman Hakim, B.A. dalam arahannya berharap para peserta dapat benar-benar menyerap ilmu yang disampaikan pemateri.

“Kita ini ahli hadis, suka menasihati, tapi belum tentu diterima oleh anak-anak karena cara penyampaiannya belum pas. Inilah pentingnya ilmu pendampingan terhadap santri. Tebuireng akan menjadi pesantren ramah anak dan ramah lingkungan. Maka, kita harus terbuka dalam membimbing,” tuturnya.

Senada dengan itu, KH. Abdul Mughni menekankan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk menggali dan menyelesaikan berbagai persoalan pembinaan santri.

Care With Character ini maksudnya membangun karakter dari dalam. Di pondok banyak masalah, semoga lewat kegiatan ini bisa ditemukan solusinya. Silakan tanyakan semua hal agar bisa tuntas. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua,” pesannya.

Sesi inti diisi oleh Dr. Nailatin Fauziyah dan Hj. Nurmey Nurulchaq yang memberikan materi interaktif seputar psikologi remaja dan strategi pendekatan efektif dalam membimbing santri. Mereka juga membahas tentang pentingnya memahami batas antara candaan dan tindakan perundungan (bullying).

Baca Juga: Pesantren Ramah Santri: Cara Mencegah Bullying Ala Pesantren Tebuireng

“Bullying adalah perilaku tidak menyenangkan, baik secara verbal, fisik, maupun sosial, di dunia nyata ataupun maya, yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati, atau tertekan. Baik dilakukan oleh individu maupun kelompok,” jelas Dr. Nailatin.

Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung hingga sore hari. Dengan suasana penuh semangat dan dialog terbuka, kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan pembelajaran bersama bagi para guru serta pembina untuk semakin memahami karakter santri dan menumbuhkan lingkungan pesantren yang lebih hangat, terbuka, dan berempati.



Pewarta: Aulia Rachmatul Umma
Editor: Rara Zarary