Tebuireng.online– Innalillahi wa innailaihi rajiun, Kabar duka terdengar kembali dari Pesantren Tebuireng. Kini Dewan Pembina Pusat Kajian Pemikiran Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari (PKPH) sekaligus Wakil Rektor III Unhasy Tebuireng, KH Miftahurrohim Syarkun, wafat usai salat Tahajud, Sabtu (10/7) di kediamannya Krian Sidoarjo.

Riwayatnya sebagai penggagas berdirinya PCI NU di luar negeri itu, juga dikenal sebagai sosok dosen inspiratif yang sangat peduli dan penyemangat mahasiswa dan santri untuk terus berprestasi, sosok yang tak bosan menyiarkan seputar keaswajaan, dan banyak hal lain yang begitu mengagumkan.

Semasa hidupnya, Mif Rohim selalu mengungkapkan bahwa Unhasy tidak lepas dari Pesantren Tebuireng, yang tentu erat kaitannya dengan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdhatul Ulama.

Selain mengampu pengajian kitab-kitab karya Kiai Hasyim, almarhum juga gemar menyampaikan baik dalam pidato maupun tulisan tentang peran Kiai Hasyim dalam mewarnai Islam moderat di Indonesia.

Selain warga nahdliyin, tentu duka ini begitu mendalam dirasakan oleh santri dan mahasiswa maupun civitas akademika Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Beliau sabar dan telaten mendampingi kegiatan yang diadakan mahasiswa,” ungkap Elisa, selaku Pimpinan Lembaga Bahasa Unhasy, mengenang jasa almarhum.

Komentar duka mendalam juga datang dari Gubernur Fakultas Agama Islam, Kholis. Mendengar duka itu, Ia mengungkap bahwa kematian memanglah jembatan mempertemukan manusia dan Tuhan.

“Kematian itu jembatan yang menghubungkan sang kekasih (orang mukmin) kepada kekasihnya (Allah SWT). Semoga amal ibadah panjennegan diterima disisi Allah,” ungkap Kholis.

Salah satu Dosen Unhasy, Jumari juga mengenang jasa-jasa almarhum semasa hidupnya. Menurutnya pengabdian Mif Rohim di Unhasy dan Tebuireng sangat luar biasa.

“Pengabdianmu di Unhasy dan Tebuireng telah kau tunaikan. Meninggal di saat yang istimewa pula setelah menunaikan salat tahajud. Jabatan dosen kampus di Malaysia berani kau tinggalkan, hanya untuk memenuhi panggilan KH. Shalahuddin Wahid Al Maghfurlah. Kini engkau telah tenang di sana. Selamat jalan Ust. Mif Rohim, semoga Allah menganugerahkan maghfirohnya, lahul fatihah,” doa Jumari, mengenang jasa-jasa almarhum.

Pewarta: Qanaatun Putri

SebelumnyaWakil Rektor III Unhasy, Tutup Usia
BerikutnyaPD DMI Gresik Adakan Dzikir Virtual untuk Keselamatan dan Ketenangan Warga