Pastur John ketika diwawancarai wartawan Tebuireng Online M. Masnun, usai berdiskusi di Dalem Kesepuhan Tebuireng
Pastur John ketika diwawancarai wartawan Tebuireng Online M. Masnun, usai berdiskusi di Dalem Kesepuhan Tebuireng

tebuireng.online– Sabtu kemarin, (23/07/2016) beberapa pastur dari California, USA mendatangi Pesantren Tebuireng. Mereka berkunjung untuk belajar tentang dunia keIslaman. Mereka langsung disambut oleh KH. Irfan Yusuf, Ir. H. Abdul Ghofar, dan Pak Thoha Mashuri di Dalem Kesepuhan.

It is learn more about Islam and to speak with moslem people and to hopefully engagion friendship (Kami mau belajar lebih dalam tentang Islam dan berdiskusi dengan muslim diharapkan menjadi pengerat hubungan persaudaraan),” kata John, Pastur dari California.

Dalam diskusi yang diadakan di Dalem Kesepuhan, mereka banyak membahas hubungan Islam dengan agama lainnya, hitungan rakaat dan waktu pelaksanaan shalat, serta metode pembelajaran yang dipakai di sekolah-sekolah Islam.

Gus Ir, sapaan akrab KH. Irfan Yusuf, Cucu KH. M. Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa Pesantren Tebuireng dan juga hampir mayoritas pesantren Islam di Indonesia dan Nahdlatul Ulama tidak mempunyai  hubungan dengan ISIS.  “No relation with Isis. Kita sama sekali tidak menyetujui apa yang dilakukan ISIS di sana. Bahkan kita selalu berusaha membentengi anak kita, umat kita, masyarakat kita dari literasi orang-orang ISIS yang merekrut orang Indonesia,” ungkap Gus Ir.

“Untuk memerangi radikalisme dan terorisme, kita banyak mengajarkan pelajaran-pelajaran yang berkaitan dengan agama. Dan dalam agama Islam memang ada doktrin bahwa agamamu adalah agamamu silahkan, agamaku adalah agamaku ya silahkan,” tambah beliau.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

We also have doctrine Ukwah Islamiyah, Ukwah Wataniyah, Ukwah Basyariah. This is brotherhood of muslem, brotherhood of people and brotherhood of nations,” lanjut beliau dengan Bahasa Inggris yang lancar.

Diskusi diakhiri dengan pembacaan doa dan foto bersama. Kemudian mereka bejalan-jalan mengelilingi Pesantren Tebuireng serta meziarahi makam masyaikh Tebuireng.

Setelah berdiskusi di Dalem Kesepuhan Pesantren Tebuireng ini, mereka cukup mendapatkan pencerahan tentang dunia Islam. “I know that Islam is religion of peace. We get happiness and friendship,” kata John. Sebelum mereka melanjutkan perjalanan, mereka memberikan 3 buah vandel kepada pihak Pesantren Tebuireng untuk cinderamata. (Masnun/Abror)

SebelumnyaMembaca “Sayyidina” di dalam Shalat, Bolehkah?
BerikutnyaTuris Amerika Pelajari Islam dan Pesantren di Tebuireng