Tingkatkan Pelayanan, BPRS Lantabur Tebuireng Jajaki Sistem Teknologi Finansial

240
Direktur BPRS Lantabur Tebuireng, Achmad Ghozi (tengah), CEO PT SACI Bintang Juliarso, dan Direktur Jasa Keuangan PT Pos Indonesia Ihwan Sutardiyanta, menandatangani perjanjian kerjasama pengoprasionalan fintech disaksikan oleh Komisaris Utama BPRS Lantabur, KH. Salahuddin Wahid di Dalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng pada Sabtu (11/11/2017). (Foto: Ana)

Tebuireng.online— Badan Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Lantabur Tebuireng menggelar pertemuan terbatas di Dalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng pada Sabtu (11/11/2017).  Pertemuan singkat tersebut, dihadiri oleh CEO PT. Pos Indonesia, perwakilan anak perusahaan Universitas Airlangga (Unair) PT. Solusi Awan Cerdas Indonesia (SACI), dan beberapa perwakilan dari unit pendidikan di lingkungan Pesantren Tebuireng.

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Komisaris Utama BPRS Labtabur, KH. Salahuddin Wahid, Direktur BPRS Lantabur, Achmad S. Ghozi, S.Si., dan Dewan Pengawas Syariah BPRS Lantabur, Drs. H. Moch. Chamim, M.Hi. Pihak-pihak tersebut membahas tentang Perjanjian Kerjasama (PKS) bincang Fintech (Financial Technology), diskusi, dan penandatangan perjanjian kerjasama yang bertujuan untuk pengembangan teknologi finansial di BPRS Lantabur.

Direktur Jasa Keuangan PT Pos Indonesia, Ihwan Sutardiyanta, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki pasar yang sangat besar sekali, sehingga pemain Fintech dunia, khususnya Cina sangat antusias sekali untuk masuk ke Indonesia. Menurutnya, Pemicu perkembangan tersebut, diprakarsai oleh pertumbuhan teknologi internet yang mencapai 53% pengguna internet. Dengan adanya Fintech tersebut, pelayanan suatu prodak maupun teransaksi sudah mencapai 150 juta rupiah.

“Kunci sukses dalam mengembangkan Fintech, adalah  memberi pelayanan yang lebih murah dan simpel pada konsumen untuk menjangakau layanan seperti halnya pemesanan tiket, pembelian pulsa, pembayaran listrik, dan beberapa tawaran secara payment,” terang Ihwan Sutardiyanta.

Ia juga menuturkan, jika dahulu sandang, pangan, dan papan, menjadi kebutuhan utama yang sangat penting, kini, baterai dan wifi pun juga menjadi kebutuhan sehari-hari. Perkembangan Fintech pun mulai merambah keberbagai macam pelayanan. Mulai dari Fintech yang dapat melayani pinjaman, Fintech penyedia informasi, dan Fintech yang berbentuk payment.

Selain itu, tambahnya, PT. Pos Indonesia juga menyediakan layanan remiten tanpa rekening (wesel) secara online dan bisa diambil di seluruh Indonesia. Kantor Pos mempunyai 4600 cabang online, 47.000 agen jasa keuangan secara payment, dan kurang lebih ada 300 pilar yang melayani payment pembayaran air PDAM, listrik, dan pulsa.

CEO PT SACI, Bintang Juliarso, menjelaskan bahwa PT SACI lahir dari dunia pendidikan untuk memberi solusi kepada perguruan tinggi dan sekolah menengah. “Kami menyediakan solusi untuk pengelolahan pendidikan. Dan hari ini kami sudah melayani 20 perguruan tinggi dan 300 sekolah menengah. Dan konsep layanan kami tanpa berinvestasi, hanya cukup dengan berlangganan,” Jelas Bintang Juliarso.

  Adakan PDKS OSIS-MPK, SMA AWH Tebuireng Pilih Konsep Kembali ke Alam

Ia menjelaskan, sudah lebih dari 40.000 pengguna yang mengakses sistem layanan PT. SACI dan pelanggannya pun tebentang dari Sabang sampai Merauke. “Langkah kerjasama dengan Lantabur ini sangat penting, kerena kita dapat berkerjasama melayani nasabah dari kalangan menengah ke bawah,” ungkapnya.

Komisaris Utama BPRS Lantabur, KH. Salahuddin Wahid sangat mengapresasi adanya kerjasama ini. Gus Sholah, panggilan akrab beliau, bertanya mengenai keamanan nasabah dalam proses teransaksi yang ditawarkan oleh PT. SACI.

Menjawab pertanyaan tersebut, Bintang menjelaskan, sisetem IT sama dengan perbankan yang disebut dengan key one see, yaitu setiap orang yang hendak login harus menjelaskan nama, alamat, pekerjaan, dan nama ibu kandng. Jika ia dari pelajar atau mahasiswa, maka harus menyertakan, ijasah SD dan SMP, dilengkapi fotokopi KTP, dan Kartu Keluarga.

Ia menambahkan, sistem IT saat ini sudah menjawab kegelisahan pengguna Fintech yang bukan customer menjadi step kritikal. Sebagai penyedia pelaksana pengelola IT, aspek keamanan menjadi aspek kedua yang diperhatikan oleh PT SACI. Maka, menurutnya, harus dipastikan keamanannya, baik dari segi sistem hardware yang berupa pengaturan proteksinya dengan  filehold dan anti hacking. “Kemudian setiap user ada multiprotocol password, dan segala macam ritual protokol yang memang sudah menjadi standar sebuah pelayanan,” ujarnya.

Pertemuan tersebut, mengahasilkan sebuah kerjasama antar tiga lembaga, yaitu BPRS Lantabur, PT Pos Indonesia, dan PT SACI yang akan bergerak dalam pelayanan nasabah dengan memanfaatkan Fintech. Penandatanganan perjanjian kerjasama itu disaksikan langsung oleh Komisaris Utama yang juga sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid.


Pewarta:            Ana Saktiani Mutia

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin