sumber ilustrasi: konsultasisyariah

Oleh: Sayidatul Afifah Rusda*

Bismillahirrahmanirrahimdemikian lafaz yang ringan dilisan namun maknanya sangat berarti. “Bismillahirrahmanirrahim” memiliki makna dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Bismillah menjadi permulaan dari membaca surat-surat al-Qur’an kecuali surat at-Taubah. Membacanya pun dapat memberikan kebaikan terhadap orang yang membaca.

Manusia yang sering khilaf dan lupa, ada potensi untuk juga meninggalkan (lupa) dalam membaca basmalah dalam beberapa hal. Adapun hal penting dalam membacanya, disebutkan dalam sebuah hadist. Hal yang perlu kita lakukan ketika lupa membaca basmalah, maka disunnahkan untuk membaca “bismillahi fi awwalihi wa ‘akhirihi”:

عَنْ أُمِّ كُلْثُومٍ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ، فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ “

Artinya: “diriwayatkan dari Ummi Kultsum dari ‘Aisyah ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila salah seorang kamu makan makanan, maka ucapkanlah “bismillah” (dengan menyebut nama Allah), dan ia lupa (mengucapkannya) di awal, maka hendaklah ia mengucapkan ‘bismillah fi awwalihi wa akhirihi (dengan mengucapkan nama Allah diawalnya dan diakhirnya.” (HR. Tirmidzi)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Saat seorang muslim membaca bismillah hakikatnya bukan saja karena mengharapkan barokah, tetapi juga menghayati maknanya sehingga mendapatkan hasil yang baik.

Saat kita mengucapkan lafaz bi, yang diartikan ulama “dengan”, hakikatnya kita sedang berucap dengan nama Allah saya  memulai pekerjaan ini, tentunya dengan ini segala hal yang dilakukan akan bermanfaat  dan juga tak akan merugikan siapa pun karena ketika itu telah membentengi diri dengan nama Allah dari nafsu dan ambisi.

Selain itu lafaz bi (dengan) juga dikaitkan dengan kekuasaan dan pertolongan, sehingga dengan mengucapkannya, kita yakin bahwa pekerjaan yang kita lakukan tersebut terlaksana atas pertolongan dan kehendak Allah, akan tertanam pula rasa  kelemahan di hadapan Allah SWT, serta rasa percaya diri dan optimis karena ia merasa mendapatkan pertolongan dari Allah.

Kita tahu, dari lafaz bismillahirrahmanirrahim, Allah memiliki sifat Rahman dan Rahim. Rahman berarti curahan rahmat-Nya Allah diberikan kepada seluruh makhluk-Nya termasuk manusia, sedangkan Rahim berarti rahmat-Nya Allah diakhirat nanti hanya diberikan kepada umat-Nya yang beriman saja.

Nah, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim diharapkan kedua sifat ini mampu tertanam dan mewarnai setiap perbuatan kita, sehingga perbuatan kita penuh dengan kasih sayang baik kepada sesama, kepada alam, dan juga ciptaan Allah yang lain.  


Sumber: Lentera Hati oleh Muhammad Quraisy Shihab.

*Santri PP Salafiyah Syafi’yah Khoiriyah Hasyim.

SebelumnyaIKA FORDISAF Dirikan BMT Sistem Virtual Office Pertama di Indonesia
BerikutnyaNarima Ing Pandum, Jangan Berlebihan dalam 3 Hal