tebuireng.online – Salah Satu cucu Hadratusyekh KH Hasyim Asy’ari, Dr(Hc). Ir. KH. Salahuddin Wahid memberikan pernyataan terkait dengan mengucapkan selamat Natal yang hangat dibicarakan di berbagai media baik yang pro dan kontra. Gus Sholah berpendapat bahwa tak ada salahnya mengucapkan “selamat natal” kepada umat kristiani.

“Boleh saja, asalakan tidak meyakini saja” ujar Gus Sholah kepada Tebuireng Online. Gus Sholah mengungkapkan memang ada juga pihak yang tidak memperbolehkan untuk mengucapkan selamat natal. Menurut Gus Sholah, ucapan selamat Natal hanya sekedar untuk pergaulan dan sosial saja.”Saya pribadi menilai hal itu tidak masalah tapi kita tidak boleh ikut mengakuinya,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini.

Sebelumnya, terjadi pro kontra terkait ucapan selamat Natal. Ada pihak yang tidak mempermasalahkan hal tersebut namun juga sebaliknya banyak pihak yang melarang mengucapkan selamat Natal.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siradj. Menurutnya, mengucapkan selamat Natal tidak berpengaruh pada keimananan seseorang kecuali jika meyakini. Kang Said mengecualikan apabila dibarengi dengan mengikuti ritual di gereja. Karena menyangkut ibadah agama lain.

KH Aqil Siradj juga mengucapkan bahwa Natal adalah hari kelahiran Nabi Isa as yang diyakini sebagai Yesus oleh umat Kristiani. “Selama umat Islam mengucapkan hari Natal dan yakin bahwa itu adalah kelahiran Isa sebagai nabi, bukan putra Allah, itu dibenarkan dalam Islam”, ungkapnya. Bahkan Kang Said juga biasanya mengucapkan selamat natal kepada tetangganya yang Nasrani.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Tidak jauh berbeda dengan Gus Sholah dan Kang Said, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Slamet Effendy Yusuf juga tak mempermasalahkan jika umat Islam mengucapkan “Selamat Natal” kepada warga Nasrani. Menurutnya ucapan tersebut hanya untuk toleransi dan penghormatan, tidak ada hubungannya dengan keimanan.

Prof. Dr. Quraish Shihab juga sependapat dengan pernyataan yang pro dengan ucapan selamat natal. Quraish Shihab memaparkan bahwa Ulama’ Al-Azhar Mesir berkunjung untuk mengucapkan selamat Natal. “Lantas kalau umat kristiani datang pada kita mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri” kita larang gitu?”, ungkapnya seperti yang dilansir dari Tribunnews.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, tahun 2012 lalu juga membuat gempar dengan mengabaikan Fatwa MUI tentang haramnya mengucapkan selamat Natal. Bahkan Pak JK mengucapkan ucapan tersebut kepada rakyat Nusa Tenggara Barat.

Banyaknya tokoh dan cendekiawan Muslim yang menganggap boleh mengucapkan selamat Natal, bukan berarti tak ada yang mengharamkan ataau menganggap tidak perlu mengucapkannya. Banyak tokoh yang kontra dengan ucapan selamat Hari Natal. Tapi yang penting dari itu adalah bagaimana menjaga kerukunan antar umat beragama. Terlebih menjelang Perayaan Natal 25 Desember mendatang. (abror).

 
 
SebelumnyaUNIPDU Aktualisasikan Peran Mahasiswa Lewat LKMM-TD
BerikutnyaBagai di awan Sirus Kumulus dan Stratus*