
Tebuireng.online— Suasana malam Idul Adha di Pesantren Tebuireng Jombang berlangsung semarak dengan terselenggaranya Gema Takbir dan Festival Bedug Pesantren Tebuireng 2026 yang digelar pada Selasa malam (26/05/2026). Kegiatan tahunan tersebut menjadi ajang syiar Islam sekaligus wadah mempererat kebersamaan antara santri, masyarakat, dan berbagai elemen pemerintahan.
Baca Juga: Gema Takbir dan Festival Bedug Tebuireng Disambut Antusias Ribuan Warga
Acara yang dipusatkan di kawasan makam Gus Dur Pesantren Tebuireng ini dihadiri oleh aparat Desa Cukir, keluarga besar Pesantren Tebuireng beserta dzurriyah, Mudir Bidang Pembinaan Pondok, Kepala Pondok Putra, Kepala MINHA, Direktur LSPT, Kepala Dinas Kominfo Jombang, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Kapolsek Diwek, Danramil Diwek, serta Bupati Jombang H. Warsubi, S.H., M.Si., yang diwakili oleh Camat Diwek, Sholihudin, S.Ag., M.Si.
Kegiatan resmi dimulai pada pukul 19.30 WIB. Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tamamun Nadzif yang menambah khidmat suasana malam takbiran. Lantunan ayat suci tersebut disambut antusias para tamu undangan dan masyarakat yang telah memadati lokasi acara sejak sore hari.
Sambutan pertama disampaikan oleh Camat Diwek, Agus Sholihudin, S.Ag., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Jombang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Jombang yang tidak dapat hadir secara langsung karena sedang menjalankan tugas pemerintahan yang tidak bisa ditinggalkan.
Melalui sambutannya, Pemerintah Kabupaten Jombang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan takbir keliling dan festival bedug yang dinilai mampu menjadi media syiar Islam sekaligus pelestarian tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Festival Bedug Pesantren Tebuireng 2026, Ini Daftar Juaranya

“Bupati Jombang menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Takbir keliling dan festival bedug bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga bagian dari syiar Islam dalam memeriahkan Hari Raya Idul Adha,” ujar Agus Sholihudin.
Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap ajaran Islam dan menumbuhkan semangat meneladani perjuangan Nabi Ibrahim AS.
“Mudah-mudahan kegiatan malam ini menjadikan kita semakin mencintai Islam, bertambah keimanan, serta mampu meneladani apa yang telah difirmankan Allah SWT dan dicontohkan Nabi Ibrahim AS sebagai bentuk pengorbanan dalam agama Islam,” tambahnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mudir Bidang Pembinaan Pesantren Tebuireng, H. Lukman Hakim, B.A., yang mewakili Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa kegiatan gema takbir merupakan agenda rutin yang melibatkan pesantren dan masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini merupakan rutinitas Pesantren Tebuireng bersama masyarakat sekitar, baik lingkungan Tebuireng maupun Diwek. Kegiatan ini juga melibatkan santri-santri dan generasi muda yang nantinya akan meneruskan perjuangan para alim ulama,” ungkapnya.
Baca Juga: Doa Bersama dari Tanah Suci, Pesantren Tebuireng Gelar Zoom Bersama Pengasuh Saat Wukuf di Arafah

Ia mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama pelaksanaan takbir keliling dan tetap mengagungkan nama Allah SWT sepanjang kegiatan berlangsung.
“Saya berharap seluruh peserta bisa tertib dalam melaksanakan takbiran dan jangan sampai lisan kita lepas dari takbir kepada Allah SWT,” tuturnya.
Dalam sambutannya, H. Lukman Hakim juga menyampaikan permohonan maaf dari Pengasuh Pesantren Tebuireng yang tidak dapat hadir karena sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
“Atas nama keluarga besar Pesantren Tebuireng, kami mohon maaf apabila dalam pelaksanaan acara ini masih terdapat kekurangan. Semoga kegiatan malam ini berjalan lancar hingga selesai dan peserta yang menjadi juara nantinya dapat membawa manfaat untuk semuanya,” imbuhnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh KH. Mustakim Askan, M.HI. Setelah doa bersama, panitia melakukan pelepasan peserta secara simbolis melalui pemukulan bedug oleh H. Lukman Hakim bersama pasukan Paskibra Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng yang bertugas membuka barisan takbir keliling.
Sebanyak 22 kelompok mengikuti takbir keliling tahun ini. Para peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, masjid, pondok pesantren, sekolah, hingga organisasi kepemudaan di sekitar Tebuireng dan Jombang.
Adapun peserta takbir keliling di antaranya Masjid Al-Adnani, RW 10, Remaja Masjid Dusun Padan Lor, PP Al-Mahfudz, Musholla Nurul Hidayah Cukir Etan Kali, Kurma Ireng, Pondok Putri Tebuireng, PPRQ Darul Falah 3, Jenderal Wito, Masjid Jami’ Roudlotul Arifin, Ma’had Al-Jami’ah UNHASY, PP Terpadu Al Chodijah, PP Al-Masruriyyah, Karang Taruna Seblak, MTsS, SMP AWH 1, MMHA 1, SMK Khoiriyyah, SMP 2, MASS, MMHA 2, hingga SMA AWH.
Satu per satu peserta diberangkatkan menuju garis akhir di Balai Desa Cukir dengan membawa berbagai kreasi kendaraan, hiasan, dan ornamen Islami yang menarik perhatian masyarakat. Suara takbir yang menggema berpadu dengan tabuhan bedug dan semangat peserta menjadikan suasana malam Iduladha semakin hidup dan penuh kebersamaan. Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute takbir keliling, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang serta hiburan penampilan musik gambus El-Fatta yang turut memeriahkan suasana malam takbiran.
Selain takbir keliling, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan Festival Bedug tingkat Provinsi Jawa Timur yang diikuti tujuh kelompok peserta dari berbagai daerah. Ketujuh peserta tersebut yakni Al-Jalalah dari Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, PPRQ Al Hikmah Kediri, Syubbanul Wahdah Ngoro, Alfatihah MTsS, Isymam Paculgowang, Asy-Sya’iyun Madrasah Mu’allimin, serta An-Nahdhiyah SMP AWH.
Panitia pelaksana, Ustaz Muhammad Hasyimi, menjelaskan bahwa festival tersebut bertujuan memeriahkan malam Idul adha sekaligus melestarikan budaya Islam, khususnya tradisi bedug yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.
“Harapannya, melalui lomba ini dapat tumbuh semangat cinta terhadap budaya dan syiar Islam. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadikan santri lebih kreatif, kompak, dan percaya diri melalui perlombaan,” jelasnya.
Antusiasme peserta maupun masyarakat terlihat sangat tinggi sepanjang acara berlangsung. Olivia Naelis Sa’adah, peserta takbir keliling dari Pondok Putri Pesantren Tebuireng, mengaku senang dapat kembali mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya gembira sekali karena ini kedua kalinya mengikuti acara seperti ini. Saya melihat warga dan para santri bisa berbaur bersama memeriahkan acara. Setiap kelompok juga menampilkan tema yang berbeda dan kreatif,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Alviatus Sa’idah, warga Desa Keras, yang menilai pelaksanaan tahun ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.
“Sangat senang karena antusiasme tahun ini lebih ramai. Para santri juga sangat kreatif dalam menampilkan konsepnya. Ditambah lagi ada lomba bedug tingkat Jawa Timur, jadi suasananya semakin meriah dibanding tahun lalu,” katanya.
Sementara itu, Bima Maulana, peserta lomba bedug dari Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in, Paculgowang, mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam festival tersebut meskipun harus mempersiapkan konsep yang cukup berbeda.
“Alhamdulillah senang sekali bisa ikut Festival Gema Takbir yang diselenggarakan Pesantren Tebuireng ini. Walaupun cukup menantang karena kami mengusung tema adat Jawa yang berbeda dari peserta lain, kami tetap bangga bisa tampil dan berpartisipasi,” tuturnya.


















