Tebuireng Berduka, Cucu Hadratussyaikh Wafat

1927
Proses pemakaman Cucu Hadratussyaikh, H. Mahmud Baidlowi, di maqbaroh Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng, Selasa (07/08/18). (Foto: Yogi)

Tebuireng.online- Keluarga Pesantren Tebuireng kembali berduka atas wafatnya H. Mahmud Baidlowi yang merupakan salah satu cucu Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Kabar duka tersebut terjadi pada Senin (06/08/2018) malam.

Jenazah dishalatkan oleh seluruh santri Madrasatul Quran di Masjid MQ, pukul 09.00 Wib hari ini (07/08/18). Suasana masjid dipenuhi oleh para santri yang kemudian dilanjutkan dengan pemakaman di lokasi maqbaroh Madrasarul Quran.

H. Mahmud Baidlowi merupakan putra ketiga dari KH. Ahmad Baidlowi Asro yang tercatat wafat pada usianya yang ke-84. Dua kakaknya yang telah medahului yaitu Kiai Mahmad Baidlowi dan Kiai Hamid Baidlowi.

“Beliau tercatat sebagai cucu tertua Kiai Hasyim, yang juga jimat keluarga kiai Ahmad Baidlowi,” ungkap KH. Abdul Hadi Yusuf (Gus Didik), Pengasuh Pesantren Madrasatul Quran kepada para santri dan peziarah.

Keponakan almarhum ini juga bercerita sekilas tentang keunikan beliau yang tidak malu untuk meminta maaf walau kepada yang lebih muda. “Beliau kalau ketemu saya, bilang ‘sepurane yo’. Mudah-mudahan itu adalah sebagai contoh bagi kita,” jelas Gus Didik sebelum memintakan maaf pada semua yang hadir untuk almarhum.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Usai pemakaman, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh menantu almarhum, Kiai Syakir Ridlwan. Prosesi pemakaman ini selesai sekitar pukul 10.30 WIB.


Pewarta: Ananda Prayogi

Editor/Publisher: RZ

🤔  Gerhana Bulan Total, Santri dan Warga Salat di Tebuireng