Sumber: muslimdaily.net

Bersuci dan Membersihkan Tubuh dari Najis

Hendaknya anda selalu berusaha menghindar dari segala najis. Tetapi bila tersentuh sesuatu dari najis dalam keadaan basah, segeralah mencucinya. Bila anda dalam keadaan janabah (hadas besar yang mengharuskan mandi), usahakanlah agar segera mandi, sebab konon seseorang yang dalam keadaan janabah  terjauh dari hadirat Allah. Itulah sebabnya diharamkan baginya berdiam di masjid dan membaca al-Quran.

Diriwayatkan bahwa malaikat tidak memasuki rumah seseorang yang sedang dalam keadaan janabah, dan bila malaikat pergi, setan-setan pun masuk dari segala penjuru. Jagalah agar anda tidak makan atau tidur dalam keadaan janabah agar tidak tersentuh bermacam-macam penyakit. Sekiranya belum sempat mandi segera, setidak-tidaknya, cucilah (kemaluan) anda, lalu ambillah air wudhu.

Membarui Wudhu untuk Setiap Fardu

Hendaknya anda membiasakan diri membarui wudhu untuk setiap kali shalat fardhu. Usahakanlah agar anda selalu dalam keadaan suci (berwudhu). Perbaruilah wudhu anda setiap kali berhadas (batal wudhu), sebab wudhu adalah senjata orang mukmin. Selama senjata itu siap, tak seorang pun musuh berani mendekat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Seorang laki-laki pernah meminta kepada al-Syaikh Abu Al-Hasan al-Syadzili agar diajarkan kepadanya ilmu kimia (maksudnya, ilmu yang dapat mengubah sesuatu menjadi emas atau benda berharga lainnya). Maka orang itu diperintahkan agar berdiam selaam setahun di rumah Syaikh Abu al-Hasan seraya mensyaratkan kepadanya agar berwudhu setiap kali batal wudhu, lalu shalat dua rakaat. Ia berjanji, setelah itu, akan mengajari ilmu yang dimintanya.

Setelah lewat masa setahun, orang tersebut pergi ke sebuah sumur untuk menimba air. Tiba-tiba ketika menarik timbanya ke atas, dilihatnya timba itu penuh emas. Segera dituangkan kembali ke dalam sumur, sebab ia sudah tidak lagi berkeinginan memilikinya.

Lalu pergilah ia melaporkan hal itu kepada Syaikh Abu al-Hasan, maka berkatalah Syaikh itu: “Kini seluruh diri anda telah menjadi kimia.” Semenjak itu, ia pun menunjuk lelaki itu sebagai da’I (penyeru) kepada Allah Swt.

Hendaknya anda mengerjakan dua rakaat sunnah setiap kali selesai berwudhu. Jika tidak mampu terus-menerus dalam keadaan berwudhu, usahakanlah agar tidak meninggalkan (wudhu) setiap kali duduk di masjid, dan ketika sedang membaca al-Quran, mempelajari ilmu, berzikir ataupun ibadah-ibadah lainnya.

Dan bila berwudhu atau mandi, janganlah mencukupkan diri dengan perbuatan-perbuatan yang wajib saja, tetapi seyogianya anda selalu mengerjakan pula segala perbuatan sunnah serta mengerjakan semua adabnya seperti telah anda ketahui tentang kebiasaan Rasulullah Saw. dalam mandi dan wudhu beliau.

Mandi untuk Kebersihan Tubuh

Hendaknya anda mandi di waktu-waktu tertentu, walaupun tidak dalam keadaan janabah, dengan niat membersihkan tubuh. Telah disebut dalam hadis Nabi Saw. tentang anjuran mandi pada tiap-tiap hari Jumat bagi siapa yang hendak menghadiri shalat Jumat.

Cukuplah hal itu untuk masa-masa tertentu (di musim dingin, misalnya), dan bagi orang-orang tertentu (disebabkan kesehatan atau kemiskinan dan sebagainya). Dan bila telah selesai berwudhu atau mandi, ucapkanlah:

أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah, Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.


*Disadur dari kitab risalah al-Mu’awanah karya Sayyid Abdullah al-Haddad

Editor/Publisher: Muh Sutan

SebelumnyaHukum Bermakmum pada Imam yang Tak Fasih
BerikutnyaLelaki itu, Kiai Kami