Silaturahmi Pesantren Nuruzzahroh Depok ke Tebuireng

232

Tebuireng.online– Pesantren Tebuireng menerima kunjungan Studi Banding dari Pesantren Nuruzzahroh Depok, Kamis (10/01/19). Kunjungan tersebut diikuti oleh siswa/siswi MTs kelas VIII dan dan siswa/siswi kelas XI MA serta didampingi oleh beberapa ustadz dan ustadzah diantaranya;  Kepala Madrasah MA Nuruzzahroh Drs. H. Ashif Munawar,  Kepala Madrasah MTs Nuruzzahroh Khotibul Umam, S.Pd.I,  dan H. Buhori Rasyid,  S.Pd.I,  M. Pd selaku wakabid kesiswaan Nuruzzahroh.  Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga pesantren Tebuireng. 

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengenal dan memahami mengenai sistem pengajaran dan pembelajaran serta kegiatan santriwan dan santriwati di Pesantren Tebuireng.  

Dalam sambutannya, Ustadz Iskandar selaku kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng memaparkan dengan rinci lima prinsip dasar Tebuireng kepada santri Pesantren Nuruzzahroh Depok, yaitu ikhlas, jujur, kerja keras, tanggung jawab, dan toleransi.  “Toleransi harus ada batasan terkait dengan ibadah, sosial,  maupun muamalah,  namun satu hal yang tidak bisa diganggu gugat ialah toleransi dalam hal ketauhidan,” pungkasnya pada pemaparan prinsip Tebuireng yang kelima. 

Kemudian rangkaian acara motivasi disampaikan oleh Ustadz Roziqi, kepala sekolah MASS Tebuireng, bahwa Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari meninggalkan pondasi-pondasi pendidikan;  ideologi, syari’ah, tasawuf. Untuk level SDI,  SMP,  MTs, SMA, dan MA, difokuskan dengan pengajaran fiqih satu madzhab yaitu Imam Syafi’i.  Kemudian untuk ranah perguruan tinggi;  Ma’had Aly dan Unhasy mulai mempelajari muqaranatul madzahib yaitu memberi keleluasaan namum tetap dalam batasan empat madzhab. 

“Di pesantren Tebuireng tidak khusus dalam satu bidang,  tetapi jika masyarakat butuh apa saja,  in syaa Allah Tebuireng kasih,” tuturnya.  Maka dari itu,  di Tebuireng tidak ada kurikulum paten, yang mana lebih siap untuk berbeda karena memang tidak dicetak hanya dalam satu bidang saja. 

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
🤔  Undangan Peringatan 40 Hari Wafatnya KH. M. Ishak Latif

“Kami ingin menambah wawasan dengan kelebihan atau sesuatu yang menonjol dari pesantren Tebuireng yang dapat kami bawa ke pesantren kami, sehingga dapat kami terapkan di sana”, ungkap Ustadzah Titik salah satu guru di pesantren Nuruzzahroh Depok, pesantren modern yang mempunyai program unggulan tahfidz. 

Kemudian beliau mengaku sangat terkesan atas sambutan hangat yang keluarga Tebuireng berikan, dan berharap  semoga apa yang diberikan oleh Tebuireng dapat bermanfaat untuk pesantren Nuruzzahroh dan semoga Tebuireng sukses selalu, pungkasnya.


Pewarta: Anis

Publisher: MSA