Ilustasi usai hujan. (sumber foto: bola.com)

“Setelah hujan reda, kupikir kita akan baik-baik saja.”

Oleh: Rara Zarary*

Sampai tidak ada lagi kata
tak perlu lagi kita
cukup cahaya mengalahkan ketakutan
cukup doa yang tak akan pernah kenal usai

seperti malam ini, mungkin malam-malam selanjutnya
dinding kamar itu menjadi saksi sunyi
betapa mata hati telah lelah mengerti
bagaimana tangan tak mampu menggapai segala ingin

lalu di matamu dinding ketegaran ku pandang
di mataku air mata hujan
itulah bedanya kau dan aku memainkan kehidupan

nanti,
setelah semua cerita mati
puisi-puisi ini lunas mengganti. 

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

puisi-puisi yang hangat kubuat
begitu dingin kau ingat.

Jbg, 19.52

SebelumnyaKisah Zubaidah, Penyair Cerdas dan Baik Hati
BerikutnyaPahami 6 Maksud ‘Perintah’ dalam Ushul Fiqh