Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

1448

Oleh: KH. Nur Hannan Lc., M.Hi.

اَلْحَمْدُ لِلهِ، اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي وَفَّقَ بِرَحْمَتِهِ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ، فَعَرَفُوْا أَقْدَارَ مَوَاسِمِ الْخَيْرَاتِ، وَعَمَّرُوْهَا بِالْإِكْثَارِ مِنَ الطَّاعَاتِ، وَخَدَلَ مَنْ شَاءَ بِحِكْمَتِهِ، فَعَمِيَتْ مِنْهُمُ الْقُلُوْبُ وَالْبَصَائِرُ، وَفَرَطُوْا فِى تِلْكَ الْمَوَاسِمِ فَبَاءُوْا بِالْخَسَائِرِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَقْوَمُ النَّاسِ بِطَاعَةِ رَبِّهِ فِى الْبَوَاطِنِ وَالظَّوَاهِرِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بَتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Maasiral Muslimin Jamaah Jumah Rahimakumullah yang Dimuliakan oleh Allah SWT.

Pada kesempatan yang sangat baik ini, di bulan Ramadan yang penuh berkah. Pertama, saya berwasiat untuk diri saya sendiri dan untuk para jamaah semua. Mari bersama-sama kita senantiasa berusaha meningkatkan kuantitas dan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Swt.

Dengan cara melaksanakan segala yang diperintahkan oleh Allah, dan meninggalkan segala larangan-larangan-Nya. Karena takwa merupakan bekal yang paling baik untuk meraih kebahagiaan hidup kita di dunia ini, lebih-lebih bekal untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan hidup kita nanti di akhirat.

Maasiral Muslimin Rahimakumullah

Hari ini, kita telah memasuki hari ke dua puluh satu bulan Ramadan tahun ini. Juga merupakan salah satu dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam bulan Ramadan ini, Allah menyiapkan dan menyediakan berbagai fasilitas berupa kelipatan ganda pahala bagi orang yang berpuasa.

Bahkan orang yang berpuasa, ia tidur dinilai sebagai ibadah. Berdiam diri dinilai sebagai zikir dan tasbih. Doanya dikabulkan oleh Allah. Dosa-dosa diampuni oleh Allah. Pintu-pintu langit dibuka bagi orang-orang yang memanfaatkan untuk berdoa kepada Allah, maka doa mereka akan mudah dikabulkan oleh Allah Swt. Pintu-pintu surga dibuka. Pintu neraka ditutup. Setan-setan dirantai. Semua ini adalah fasilitas yang sangat besar. Dalam rangka untuk mendorong dan memberikan motivasi kepada umat Islam, untuk memanfaatkan momen bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Diisi dengan berbagai bentuk amal ibadah.

Maasiral Muslimin Rahimakumullah

Lebih-lebih ada satu fasilitas yang paling besar, yang diberikan oleh Allah. Dan itu hanya ada pada bulan Ramadan, yaitu lailatul qadar. Menurut pendapat mayoritas ulama, bahwa lailatul qadar ini diturunkan dalam sepuluh hari akhir di bulan Ramadan, utamanya pada malam-malam ganjil.

Karena itu, Siti Aisyah mengabarkan kepada kita semua bahwasanya beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Bahwasanya Nabi Muhammad Saw. Apabila telah masuk 10 hari terakhir bulan Ramadan, maka beliau mengecangkan kainnya atau ikat pinggangnya.

Maknanya adalah Nabi menjauhi untuk menggauli istri-istrinya pada 10 hari terakhir bulan Ramadan itu, dalam rangka untuk mendekatkan diri pada Allah Swt.

Dan beliau juga menghidupkan malamnya (sepuluh hari terakhir Ramadan). Dengan berbagai macam bentuk ibadah. Kepada Allah Swt.

  Menyikapi Cacian dan Hinaan di Era Media Sosial

Dan beliau membangunkan keluarganya. Untuk diajak bersama-sama menghidupkan malam-malam di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Maasiral Muslimin Rahimakumullah

Fasilitas yang banyak, yang disiapkan oleh Allah Swt. bagi hamba-Nya yang betul-betul mau memanfaatkan bulan Ramadan ini dengan berbagai macam ibadah kepada Allah Swt. agar umat Islam mempunyai motivasi yang lebih tinggi dalam menyiapkan bekal kehidupan yang lebih kekal yakni di akhirat.

Karena dalam kenyataan, banyak diantara manusia ini yang hanya mementingkan kehidupan dunia. Lupa untuk menyiapkan bekal kehidupan di akhirat. Padahal kehidupan dunia ini hanya sementara, dan kehidupan di akhirat itu abadi. Oleh karena itu, Allah menyebutkan di dalam al-Quran  dengan firman-Nya:

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

“Akan tetapi kalian semua (terutama orang-orang kafir) itu lebih mementingkan kehidupan dunia. Padahal kehidupan akhirat itu jauh lebih baik dan lebih kekal.”

Maasiral Muslimin Rahimakumullah

Orang-orang yang diberikan hidayah oleh Allah Swt., maka dia akan diberikan kemudahan oleh-Nya. Untuk mengisi bulan Ramadan yang penuh dengan berkah ini, khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadan dengan meningkatkan amal-amal ibadah dan lebih baik daripada amal-amal ibadah pada hari sebelumnya.

Tetapi bagi orang-orang yang dikendaki disesatkan oleh Allah Swt., maka bagi orang ini dalam mengisi kegiatan-kegiatan di bulan Ramadan meskipun diberikan fasilitas-fasilitas yang begitu besar, maka akan tetap terasa berat baginya.

Digambarkan oleh Allah:

 فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang dikendaki untuk diberi hidayah oleh Allah, maka hatinya akan Dilapangkan.Langkahnya akan dimudahkan untuk menjalankan ajaran-ajaran Islam. Akan tetapi, barangsiapa yang dikehendaki untuk disesatkan oleh Allah, maka semua tuntunan ajaran Islam meskipun disediakan fasilitas yang besar akan terasa berat bagi orang tersebut. Karena digambarkan sekan orang itu naik ke atas langit.

Maasiral Muslimin Rahimakumullah

Kesuksesan hidup yang sebenarnya adalah ketika nanti kita akan diselamatkan oleh Allah dari siksa api neraka. Dan diizinkan atau diperkenankan untuk menikmati fasilitas di surga Allah Swt. Itulah kenikmatan yang sebenar-benarnya.

 كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Maasiral Muslimin Rahimakumullah

Karena fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh Allah di bulan Ramadan ini, termasuk juga lailatul qadar. Semua itu bersifat ukhrawi. Maka hanya orang-orang yang diberikan hidayah oleh Allah lah yang diberi kemudahan untuk mengambil dan meraih fasilitas tersebut.

Mari bersama-sama kita senantiasa memohon dan berdoa kepada Allah Swt. agar kita diberikan hidayah sehingga bisa mengisi bulan Ramadan, khususnya tahun ini, dan lebih khusus di sisa sepuluh hari terakhir ini. Dengan amal berbagai bentuk ibadah. Aamiin ya rabba al-alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ فِيْهِ مِنَ الْآيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ