tim media Pesantren Tebuireng

Oleh: Wan Nurlaila*

Sebagai ibu kehidupan dan al ummu madrasatul ula (ibu adalah sekolah pertama), perempuan harus cerdas, berpendidikan, dan berdaya. Begitu penting peran pendidikan bagi perempuan, sehingga hal inilah yang perlu direspons dan didukung dengan baik. Sebab dari rahim perempuan-perempuan inilah generasi bangsa lahir.

Berbicara tentang posisi perempuan yang sangat istimewa dan penting, maka kita juga berbicara bagaimana tantangan bagi kaum perempuan di era ini. Perempuan yang dalam hal ini adalah muslimah ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.  Salah satunya yaitu menguatkan iman, tekun dalam mencari ilmu, dan mengamalkan ilmu sesuai dengan syariat Allah.

Selain itu menjadi muslimah di era yang serba instan, serta digital, dan cepat ini, seorang muslimah harus memiliki komitmen dan iman yang kuat agar tidak menyimpang dari ajaran-ajaran Islam. Karena begitu banyak tantangan muslimah seiring dengan perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi masa kini, khususnya lingkungan, gaya hidup, dan segala macam yang ditawarkan oleh dunia dalam media sosial.

Seorang muslimah harus cerdas dalam menata kehidupan agar selamat di dunia dan akhirat. Tidak hanya iman yang harus di perkuat ilmu juga harus di perbanyak  agar terhindar dari hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam. Muslimah harus menjadi seorang yang tangguh dan selalu bertindak sesuai dengan norma yang berlaku, menjaga adab dan sopan santu, serta rajin ibadah dan melakukan hal-hal yang diperbolehkan dan meninggalkan semua larangan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Para muslimah harus menyadari tantangan terbesar saat ini adalah untuk menjaga diri, meningkatkan kuliatas diri yang lebaih baik adalah prioritas bukan hanya berpola hidup bebas sehingga melupakan jati dirinya sebagai wanita seutuhnya yang saharusnya menjaga diri sebaik baiknya. Nah perlu juga untuk menjadi tambahan wawasan bahwa kejayaan islam di zaman Rasulullah tidak terlepas dari peran seorang perempuan, termasuk istri Rasulullah diantaranya adalah Sayyidah Aisyah.

Keistimewaan dari Siti Aisyah banyak tertuang dalam berbagai kisah dan sejarah yang tersebar. Hal yang lebih menarik lagi, diketahui bahwa Siti Aisyah adalah istri nabi yang telah meriwayatkan Hadis langsung dari Nabi Muhammad dalam jumlah yang sangat banyak. Kebanyakan sahabat mengambil Hadis dari Siti Aisyah seperti Hadis tentang hukum-hukum dan adab-adab.

Peran Siti Aisyah dalam hal domestik dan publik menjadi perawi Hadis yang paling banyak patut menjadi acuan dan contoh bagi perempuan zaman now. Salah satu tantangan saat ini adalah pemanfaatan media sosial sebaik mungkin. Bagaimana kita mampu berbuat yang manfaat dan menjadi bermanfaat. Kita sepakati bersama bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat.

Setidaknya ada 3 bekal yang harus dan perlu kita persiapkan dan dimiliki. Pertama, setiap muslimah harus memiliki keimanan yang teguh terhadap pemahaman agama. Kedua, setiap muslimah harus memiliki ilmu pengetahun untuk menambah wawasan dan ilmu untuk dirinya sendiri. Ketiga, setiap muslimah harus mampu mengolah dan menyaring setiap informasi yang didapatkan dari fasilitas teknologi yang ada.

Paling tidak dari ketiga hal itu menjadi bekal muslimah atau pada perempuan secara umum untuk menjadi diri yang utuh, menjadi perempuan cerdas, berilmu, berdaya, dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan dan kehidupan ini.

Marilah bersama-sama untuk menjadi perempuan hebat dan kuat, atau menjadi pendukung positif terhadap usaha dan perjalanan perempuan dalam mencari ilmu, berusaha, dan bahkan bekerja. Semoga senantiasa generasi-generasi bangsa lebih baik dan hebat dengan hebatnya peran perempuan masa kini.

*Mahasiswa Unhasy.

SebelumnyaRamadan Berbagi Bersama Anak Yatim
BerikutnyaTradisi Khatam Al-Quran dalam Shalat Tarawih