Crew Marching Band Gita Perdana SDN Kepanjen 2 Jombang

Tebuireng.online- Prestasi membanggakan diraih Marching Band Gita Perdana SDN Kepanjen 2 Jombang pada event WBL Marching Band Competition 2022 di Wisata Bahari Lamongan dalam rangka ulang tahun WBL ke-18 tahun, yang diselenggarakan di Kabupaten Lamongan pada Minggu, (20/11/22) bulan lalu.

Prestasi yang telah diraih oleh grup Marching Band Gita Perdana dalam event ini antara lain, Juara 1 Analisis Musik Klasemen SD/ MI Brass, Juara 1 Colourguard Klasemen SD/ MI Brass, Juara 1 Visual Effect Klasemen SD/MI Brass, Juara1 Konser Klasemen SD/MI Brass, dan The Best Field Commander Klasemen SD/MI Brass.

Selain itu, juga meraih Juara 2 Individual Gitapati Senior, Juara 2 Individual Gitapati Junior, Juara 1 Individual Brassline Senior, Juara 3 Individual Brassline Senior, Harapan 2 Individual Brassline Senior, dan Juara 2 Drum Battle Senior.

Setelah prestasi tersebut diraih, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unhasy melakukan wawancara terhadap salah satu orang tua dari Grup Marching Band Gita Perdana.

“Pada saat penampilan lomba MB saya merasa bangga karena prestasinya dan juga merasa gugup, takut akan terjadinya suatu kesalahan pada gitapati ketika tampil. Saya berprinsip bahwa bakat adalah karunia dari Tuhan, jadi sebagai orang tua harus menyediakan tenaga, waktu, dan materi. Ketiga hal tersebut sangatlah berkesinambungan dalam hal mendukung dan menyongsong bakat serta prestasi anak,” ucap Ibu ananda Frea.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurutnya, karena rasa percaya dan yakin atas kemampuan anaknya saat perlombaan, orang tua tidak menghiraukan penampilan dari musuhnya. Namun orang tua memberi motivasi dan semangat dengan menanamkan prinsip jika musuh bisa tampil baik maka kamu harus lebih baik.

Para orang tua sangat optimis bahwa perlombaan yang diikuti anaknya akan menang. Namun para orang tua juga tidak menyangka jika ternyata anak-anak mereka mampu memenangkan 5 piala sekaligus. Berkat kerja keras ketika berlatih dapat membuahkan hasil yang sangat memuaskan.

Sebelumnya, proses latihan dilakukan selama 2 bulan. Pada awal bulan latihan dilakukan 2 kali dalam seminggu. Namun setelah mendekati lomba latihan dilakukan setiap hari dalam seminggu untuk mematangkan penampilan. Kendala-kendala yang dialami oleh para peserta lomba ketika latihan adalah kesalahan menentukan atau melaraskan tempo lagu.

Peserta lomba MB berjumlah 49 siswa gabungan dari kelas 4, 5, dan 6. Dari seluruh jumlah peserta lomba tersebut dibagi menjadi beberapa bagian yaitu 15 siswa sebagai Brassland, ada 12 sebagai perkusi, 14 sebagai CG, 2 Parama nandi, dan 1 Field commander.


Pewarta : Diva-Ana-Virna-Shinta/Unhasy

SebelumnyaSebuah Refleksi, Pentingkah Kerja Sama Wali Santri dengan Pembina?
BerikutnyaBelajar Batik Ecoprint, Pancing Kreativitas Siswa