Pemateri sarasehan, Miftahul Ulum saat menyampaikan tentang keaadaan Kota Jombang dalam kerapian tatanan kota di aula Surodinigrat Pemkab setempat, Ahad (2/4/2017). (Sumber foto: jombang.nu.or.id)

Tebuireng.online– Dalam rangka menyambut konferensi cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Jombang yang akan digelar tanggal 22-23 April 2017 mendatang di Pesantren Tebuireng, panitia pelaksana Konfercab NU dari awal telah menggelar rangkaian acara untuk menyambut acara akbar tersebut.

Kali ini jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menggelar sarasehan yang bertema ‘Menata Kota Jombang Lebih Bersih dan Manusiawi’ di aula Surodinigrat Pemkab setempat pada Ahad (2/4/2017). Hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan tersebut Miftahul Ulum perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Jombang.

Ia memaparkan, jika melihat dari ketersediaan fasilitas kota Jombang sebagian besar sudah dimiliki sesuai aturan-aturan yang ada, disamping itu penataan bangunan sebagian besar juga sudah dilakukan. Hal ini menurutnya bertujuan untuk membentuk Jombang sebagai Kota Hijau. “Beberapa persyaratan dalam membentuk Jombang Kota Hijau sudah kita lakukan, meskipun tidak secara keseluruhan,” ujarnya di hadapan puluhan peserta sarasehan.

Ia mencohtohkan green openspace sebagai salah satu komponen yang harus dilakukan dalam membentuk Jombang Kota Hijau. Dalam hal ini Ulum mengaku ada beberapa program yang sudah dilakukan yakni pembangunan beberapa taman kota melalui APBD Kabupaten Jombang.

“Diantaranya taman belakang pos polisi Ringin Contong, Taman Jl Cak Durasim, taman perempatan tugu, Taman Monumen Garuda, taman Ki Hajar Dewantara, taman Ringin Contong, Taman Kebon Rojo, dan Taman Jalur Hijau KH Wahid Hasyim,” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sementara komponen lain yang sebagian besar juga sudah dilakukan adalah green building. Namun dalam hal ini, pria yang kerab disapa Ulum ini mengaku belum maksimal untuk menerapkan konsep bangunan ramah lingkungan (green building).

“Di Kabupaten Jombang dalam hal ini penataan bangunan sampai saat ini belum diterapkan secara keseluruhan, namun demikian pada tahun anggaran 2013-2014 pemerintah kabupaten telah menerapkan konsep green building,” katanya.

Beberapa diantaranya yang sudah dilaksanakan adalah adanya Tempat Pembuangan Sampah terpilih, dilengkapi sarana komposter, biopori, green house, sumur resapan, penggunaan roof garden dan taman vertikal.

Untuk itu, Ulum berharap sarasehan itu menjadi gerbang awal untuk mewujudkan sinergi antar warga nahdliyin dengan pemerintah setempat dalam pembentukan Kota Jombang lebih bersih dan manusiawi, atau dalam istilah lain menuju kota hijau. “Kami berharap kegiatan ini menjadi gerbang untuk bersama-sama menjadikan kota Jombang semakin bersih,” tandasnya.

Pewarta:   Rif’atuz Zuhro

Editor:      M. Abror Rosyidin

Publisher:  M. Abror Rosyidin

Sumber:    jombang.nu.or.id

SebelumnyaPendidikan Integratif-Interkonektif
BerikutnyaKiai Wahab Chasbullah, Ahli Diplomasi dan Saudagar