Santri SMA Trensains Tebuireng Raih Juara 2 CCI ISEF 2017 Tingkat Nasional

284
Tiga santri SMA Trensains juara 2 lomba CCI tingkat Nasional dalam ajang ISEF 2017 di Unair Surabaya, yaitu Muhaimin Ilyas, Dedi Mumtazul Umam, dan Sholihu Ma’shum Dimyati bersama dua pendamping, Ustadz Mulya Afif dan Ustadzah Zahro usai menerima hadiah pada Ahad (12/11/2017).

Tebuireng.online— Keikutsertaan SMA Trensains Tebuireng dalam CCI (Cerdas Cermat Islam) ajang ISEF (Islamic Science and Technology Fair) di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada Ahad (12/11/2017) membuahkan hasil. Dalam acara yang diadakan oleh Jama’ah Intelektual Mahasiswa Muslim Fakultas Sains dan Teknologi (JIMM FST) Unair itu, SMA Trensains mendelegasikan satu kelompok putra dan satu kelompok putri untuk lomba CCI. Kelompok putra yang terdiri dari tiga santri, sukses menyabet juara 2 perlombaan tingkat nasional itu.

Salah satu pembina yang mendampingi peserta dari SMA Trensains, Ustadz Mulya Afif menjelaskan, materi yang dilombakan dalam CCI ini, mencakup berbagai materi kitab, yaitu kitab Kifayat al Awam, kitab Taisir al Khalaq, kitan Taqrib, kitab Nur al Yaqin, kitab Manna’al Qatthan, kitab Qawa’id al Lughoh al Arabiyah, kitab Arba’in Nawawi, kitab Musthalah al Hadits, kitab tajwid karya KH. Bashori Alwi, Faroid dan Sejarah Kebudayaan Islam.

Ustadz Mulya Afif juga menjelaskan, delegasi putra dari SMA Trensains yang notabenenya merupakan santri kelas XI berhasil mendapatkan juara 2 dari total 101 tim peserta lomba yang rata-rata merupakan siswa kelas XII. Dalam hal ini, juara satu diraih oleh Madrasah Aliyah Darul Ulum dengan poin 540, sedangkan SMA Trensains Tebuireng meraih juara kedua dengan poin 530. Untuk juara tiga disabet oleh MA Kanjeng Sepuh Sedayu Gresik.

Prestasi juara 2 ini diraih oleh tiga siswa atas nama Muhaimin Ilyas, Dedi Mumtazul Umam, Sholihu Ma’shum Dimyati yang masih duduk di kelas XI. “Dengan juara ini mereka mendapatkan uang sejumlah 2.500.000 dan piala. Tentunya, dengan prestasi ini segenap guru dan warga Trensains ikut bahagia,” ungkap ustadz asal Kediri itu.

  Full-Day School Menginterpretasi SISDIKNAS

Tanggapan positif juga disampaikan oleh Kepala SMA Trensains Tebuireng, Ustadz Ainur Rofiq, S.T. M.Pd.I. Beliau mengungkapkan, mengaca pada prestasi ini, pihak sekolah akan mengadakan pembinaan khusus untuk mempersiapkan generasi selanjutnya yang lebih matang. “Harapan saya, tahun depan bisa lebih baik. Akan kita adakan pembinaan,” ungkap beliau.

Selain itu, Wakil Kepala Pondok Pesantren Tebuireng 2, Ustadz Arif Khuzaini juga menyatakan kebanggaan dengan prestasi ini. Beliau berharap ini dapat memberikan inspirasi bagi santri lain untuk berprestasi dan menjadi generasi-generasi yang tangguh. “Semoga tahun depan lebih baik lagi dan muncul generasi baru yang tangguh-tangguh. Untuk para juara harus selalu meningkatkan kemampuan, perjalanan masih panjang,” ungkap pria asal Tuban itu.

Salah satu dari 3 santri yang mendapatkan juara 2, Muhaimin Ilyas mengaku tak menyangka bisa meraih juara 2 se-Indonesia dalam lomba CCI di Unair itu. Ia dan dua anggota tim lainnya merasa kurang dalam hal persiapan. Selain itu, kebetulan, pesaing-pesaing mereka dari sekolah-sekolah lain rata-rata merupakan siswa kelas XII. “Senang. Nggak menyangka bisa dapat juara 2. Soalnya dari segi persiapannya kurang,” ungkap santri asal Mojokerto itu.


Pewarta:            Nur Ifana

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin