syeikh_yasin_al-fadani
Sumber Gambar: https://id.wikipedia.org

Syaikh Yasin adalah sebutan ulama besar yang bernama Abu al Faidl ‘Alam al Din Muhammad Yasin bin Isa al Fadani al Makki al Assyafi’i. Kata Abu al Faidl adalah nama kuniyahnya, ‘Alam al din adalah nama laqobnya, sedangkan nama ‘al Fadani” adalah nisbat nenek moyangnya yang berasal dari Padang, Sumatera Barat. Beliau terlahir dari pernikahan Muhammad Isa bin Udiq al Fadani dengan Maimunan binti Abdullah Fadani.

Lahir di Makkah pada 1916 M bertepatan dengan 1335 H, beliau hidup satu zaman dengan ulama terkemuka, yakni KH. Adlan Aly dan seorang perempuan pembaharu pendidikan pesantren, Ibu nyai Khoiriyah Hasyim. Dalam redaksi lain menuturkan bahwa Syaikh Yasin sosok ulama yang mendapat julukan al Muhaddist dan Musnid ad-dunnya. Hal ini terlihat dari sanad-sanad beliau dalam hadis dan karya-karyanya yang mayoritas membahas hadis seperti al kutub as shittah, mathma’ al Wijdan fi Asanid al Syaikh Umar Hamdan, Ittihaf al Mustafid bi Nur al Asanid dan lain-lain.

Syaikh Yasin merupakan salah satu ulama yang memiliki andil besar dalam penyebaran keilmuan dan paham ahlussunnah wal Jamaah di wilayah Makkah dan sekitarnya. Ayahnya bernama Syaikh Mua’ammr Muhammad Isa al Fadani adalah ulama yang gigih dalam menyebarkan ilmu. Ketika masih kecil, Syaikh Yasin dididik oleh ayahnya sendiri dan pamannya. Kepada dua tokoh ini, Syaikh yasin belajar mengenai dasar-dasar ilmu nahwu, sharaf, bahasa arab, etika Islam dan membaca Al-Quran. Kedua tokoh ini, sang ayah dan paman adalah dua orang yang tak lelah mendorong syaikh Yasin agar terus belajar dan mencintai ilmu.

Dengan dibekali dasar ilmu agamayang kuat, lambat laun akhirnya ia mengembara ke Madrasah al Shaulatiyah al Hindiyah, pengajian-pengajian di Masjidil Haram, dan belajar di Madrasah Dar al ‘Ulum al Dinniyah yang sangat mempengaruhi keilmuan Syaikh Yasin. Beberapa ulama yang telah memberi bekal ilmu kepadanya, yaitu Syaikh Muhammad Ali bin Ibrahim al Maliki al Makki, Syaikh Abi Ali Hasan bin Muhammad al Masyath al Makki, Syaikh Umar bin Hamdan al Mahrusi al Makki, Syaikh Umar Bajunaid, Syaikh Said bin Muhammad al Yamani, Syaikh Sayyid Muhsin bin Ali al Musawi, Syaikh al Allamah al Mu’arrikh al Musnid al Wara’ al Zahid ‘Abdullah Muhammad Ghazi al Makki dan lain-lain.

Dalam sumber lain menyebutkan bahwa Syaikh Yasin belajar pada 700 guru. Hal ini terlihat dari Syaikh Yasin yang tak kenal lelah untuk terus belajar dan menemui setiap ulama untuk bertukar pikiran. Setalah menimba ilmu di beberapa madrasah dengan izin Allah Syaikh Yasin langsung diterima sebagai tenaga pengajar bahkan menjadi wakil direktur/pimpinan madrasah tersebut.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selain itu, Syaikh Yasin dapat dikatakan sebagai pemrakarsa pendidikan perempuan di Arab Saudi. Seperti diketahui, bahwa di Arab Saudi akses pendidikan bagi perempuan tidak seluas bagi laki-laki. Sebagai ulama yang berpikiran maju, ia berusaha keras dan ikhtiar agar kaum perempuan juga mendapat pendidikan yang layak. Maka dari itu, pada tahun 1943 M Syaikh Yasin mendirikan Madrasah al Banat al Ibtidai’yyah, sebagai madrasah putri pertama di Arab Saudi.

Selain mengajarkan kepada santrinya, beliau pun sangat produktif dalam menulis beberapa kitab. Diperkirakan bahwa beliau memiliki 60 karya baik yang besar maupun yang kecil. Syaikh Yasin menulis kitab dalam bidang hadis, fikih, balaghah, falak, mantiq dan lain-lain. Diantaranya, yakni kitab al Fawaid al Janniyah, Husn al Siyaghah Syarh kitab Durus al Balaghah, Ta’liqat ‘ala Kifayah al Mustafid li as Syaikh Mahfudz at Turmusi dan Bughyah al Murid min ‘ulum al Asanid.

Hampir dari setiap karya beliau menggunakan bahasa arab. Banyak para ulama dunia termasuk dari Indonesia yang pernah belajar kepada Syaikh Yasin. Diantara mereka adalah KH. Sahal Mahfudz dan KH. Maimun Zubair. Setelah kehidupan yang penuh ibadah dan sumbangsih luar biasa pada dunia Islam, beliau wafat pada tahun 1990 yang bertepatan dengan tanggal 28 Dzulhijjah 1410 H dikebumikan di pemakaman Ma’la, Makkah.


Penulis: Zaenal Karomi

Publisher: M. Ali Ridho

Sumber: Dari berbagai sumber

SebelumnyaPuncak Acara Harlah ke-10 Ma’had Aly, Ditutup dengan Studium General
BerikutnyaDr. Agus Setiawan, Lc. MA. : Hadratussyaikh Orang Pertama yang Menyampaikan Kitab Sahih Bukhori