Salat Awwabin dan Pahalanya

495
sumber gambar: https://khazanah.republika.co.id

Oleh: Silmi Adawiyah*

Salat Awwabin adalah salat yang dilakukan antara Maghrib dan Isya’. Waktu antara Maghrib dan Isya’ adalah waktu yang sangat teramat mahal jika hanya dilewatkan dengan sekadar menghabiskan secangkir kopi. Selain dengan membaca Al Quran, kita bisa menunaikan salat Awwabin. Hal seperti itu merupakan sesuatu yang dapat menghidupkan waktu antara Maghrib dan Isya’.

Kita bisa menghidupkan waktu antara Maghrib dan Isya’ dengan salat Awwabin dua rakaat, empat rakaat, atau dengan enam rakaat.  Jika dikerjakan enam raka’at tanpa diselingi dengan pembicaraan kotor akan mendapatkan hadiah indah yang setara dengan ibadahnya orang selama dua belas tahun. Sebagaimana hadits Nabi:

عَنْ ‏أَبِي هُرَيْرَةَ ‏قَالَ :‏ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :‏‏ مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ ، لَمْ يَتَكَلَّمْ فِيمَا بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ ، عُدِلْنَ لَهُ بِعِبَادَةِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً .

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau Radhiyallahu anhu berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa melakukan shalat sunnah enam rakaat setelah shalat Maghrib dan di antara shalat-shalat itu tidak berkata dengan kata-kata yang buruk, maka shalatnya sebanding ibadah dua belas tahun.”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sayyid Abdullah bin Alwai Al Haddad dalam kitab “Risalah Muawanah” memaparkan bahwa salat Awwabin ini lebih baik daripada orang yang berpuasa namun ia sibuk untuk berbuka di waktu Magrib dan Isya’. Namun alangkah baiknya jika siang hari berpuasa, dan juga menghidupkan waktu Maghrib dan Isya dengan salat Awwabin. Karena terlalu indah jika dilewatkan begitu saja hadiah rumah yang diberikan Allah, sebagaimana hadits Nabi:

من صلى بين العشائيت ركعيين بنى الله بيتا في الجننة

Barangsiapa salat (sunnah) dua rakaat di antara maghrib dan isya, maka Allah akan menbangun rumah (untuknya) di surga.

🤔  Warna-Warni Penafsiran Ayat tentang Waktu Pelaksanaan Haji

*Alumni Unhasy, santri Walisongo Cukir Jombang, saat ini menempuh pendidikan tinggi di UIN Jakarta.