Ruang Menemukan Diri Sendiri

Buku Radio Announcing, Yuni Lasari.
  • Judul Buku : Radio Announcing
  • Penulis   : Yuni Lasari
  • Penerbit  : Forind Malang
  • TebalBuku : XIV + 94 halaman
  • ISBN   : 9786026117786
  • TahunTerbit : Cetakan 2, April 2020
  • Peresensi  : Rara Zarary*

“Radio menyelamatkan saya dari beragam ketidakpercayaan diri untuk berbaur dengan lingkungan sekitar. Yang saya pikirkan hanya sebuah ruang untuk menjadi diri sendiri, tanpa kepura-puraan. Di tempat itu, bisa meluapkan apapun yang saya inginkan dan melakukan hal baru yang belum pernah saya coba.” (Radio Announcing, 2020)

Kalimat di atas ditulis oleh Yuni Lasari sebagai ungkapan persembahan penulis yang memberikan gambaran pada pembaca bahwa dunia radio yang ia lalui begitu mengasikkan dan telah memberikan dunia baru baginya.

Dunia radio yang dikenal dengan dunia penyiaran tentu memberikan pengalaman luar biasa bagi alumnus Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang tersebut yang mengaku telah membuat dirinya tidak lagi berada di ruang kepura-puraan.

Penulis asal Malang ini memberi penilaian bahwa dunia kepenyiaran bisa menjadikan seseorang mengenali dunianya sendiri bahkan menjadi diri seutuhnya. Selain karena motivasi yang timbul dari dalam dirinya tentang pengalaman pribadi di dunia radio, dalam buku ini Yuni begitu detail membeberkan dunia keradioan dari dasar hingga pada praktik di lapangan.

Beberapa bahasan dalam buku ini memuat tentang penjelasan seputar Radio dan Keradioan, Announching Skill, Journalism Skill, Musical Touch, Operating Skill, dan Marketing. Dari beberapa point pembahasan itu tentu buku ini menjadi sangat komplit untuk dimiliki dan menjadi bacaan bagi orang-orang yang hendak ingin mengenali dirinya sendiri bahkan berusaha menemukan dunianya yang baru.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Tidak hanya itu, buku yang ditulis sesuai pengalaman tentu lebih menyentuh para pembaca dengan memperlihatkan kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan. Dunia keradioan tidak berhenti dengan menemukan diri sendiri dan dunia baru, namun lebih dari itu dalam dunia kepenyiaran ini orang-orang akan dilatih bahkan akan terbiasa diajak mengenali dan memahami orang lain, salah satunya adalah para pendengar.

“Sebelum membahas terkait penyiar, ternyata pendengar radio juga memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan media lainnya. Pendengar radio biasanya terdiri dari beragam orang dari berbagai usia, ras, suku, agama, strata sosial, latar belakang, bahkan kepentingan lainnya.” (hal. 9)

🤔  Biar Rindu yang Bercerita

Memahami karakteristik para penyiar tentu bukan hal yang mudah. Ada banyak proses yang harus dilalui bagi penyiar radio, sehingga tak salah bila penulis buku “Radio Announcing” melengkapi buku ini dengan berbagai keilmuan seperti bagaimana mengenal karakter pendengar, menulis skrip, menguasai musik, bahkan mengenal peralatan-peralan dalam kepenyiaran hingga dalam tahap pemasaran.

Hal ini menjadi salah satu referensi yang cukup bagi orang-orang yang akan memilih terjun ke dunia radio. Dengan memahami keilmuan dan tata cara dalam dunia kepenyiaran ini tentu akan membuat orang lebih lihai dan cepat menguasai dunia barunya tersebut dengan baik.

“Saya menggambarkan penyiar sebagai seorang teman bicara. Kenapa demikian? Karena ketika menjadi penyiar kita akan memposisikan diri sebagai seseorang yang berbicara dengan nada santai, tidak menggurui, tapi bertugas menyampaikan informasi secara benar dan menghibur.” (hal. 30)

Kalimat di atas tentu adalah salah satu warna dunia baru yang ditemukan dalam dunia kepenyiaran, yaitu banyak memiliki teman (pendengar). Dengan itu tentu kita sebagai penyiar akan selalu memiliki pendengar atas apa yang selalu kita sampaikan. Untuk menyampaikan informasi ini disedikan pula keilmuan dalam menguasai journalism skill.

Sehingga bagi orang-orang yang masih belum kenal dunia ini tidak perlu khawatir gagap, karena semua kebutuhan dalam menjadi penyiar atau tim di dunia kepenyiaran akan diajarkan dan dilatih secara terus menerus hingga menjadi sebuah kebiasaan.

Beberapa hal yang telah dikupas di atas tentu memberikan gambaran bahwa dalam kehidupan ini banyak sekali dunia yang boleh jadi kita perlu mengenal dan masuk ke dalamnya untuk menemukan diri kita sendiri, salah satunya adalah dunia radio.

Dari berbagai catatan baik dan apresiasi positif tentang buku ini, ada satu hal yang mungkin bisa lebih melengkapi buku ini menjadi buku yang lebih menarik dan mudah dipahami. Menyertakan gambar-gambar seperti saat siaran atau bahkan aktivitas lain dalam dunia keradioan yang mendukung pembaca untuk lebih mudah memahami dan mengingat dengan mengorelasikan teori atas contoh riil di lapangan yang barangkali belum pernah pembaca temui.

*Alumnus Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.