Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau Kang Emil panggikan akrabnya, memberikan kuliah umum dihadapan santri, pengurus, dan mahasiswa di Pesantren Tebuireng pagi tadi (08/03/2017). (Foto: Nurul Fajriyah)

Tebuireng.online—Sebelum melakukan lawatan ke Blitar menandatangi Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan program Smart City, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil berkunjung ke Pesantren Tebuireng. Kedatangannya disambut oleh jajaran pengurus Pesantren Tebuireng di Gedung Yusuf Hasyim lantai 2 sebelum memberikan kuliah umum kepada santri-santriwati SMA Trensain, Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, Santriwati Pesantren Walisongo, Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), dan pada Rabu (08/03/17).

Dalam kuliah umum tersebut, pria yang akrab disapa Kang Emil ini menceritakan pengalamannya dalam memimpin Kota Bandung. Ia memberikan motivasi kepada peserta kuliah umum yang hadir untuk selalu menjadi orang bermanfaat untuk masyarakat luas, baik menjadi pemimpin seperti Wali Kota ataupun apapun pekerjaannya. Ia mengingatkan bahwa jabatan itu hanyalah sebutan saja. Akan tetapi, hal mendasarnya adalah apa kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat luas.

Pria lulusan ITB tersebut mengaku mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandung pada tahun 20 lalu karena ia berkeyakinan dengan menjadi wali kota, ia dapat memberi manfaat untuk banyak orang. Bahkan ia tetap menerima permintaan untuk mendesainkan masjid secara gratis sehingga ilmunya tetap bermanfaat.

Salah satu tokoh inspirasi Ridwan Kamil dalam memimpin Kota Bandung, yaitu Umar bin Khattab. Diwawancarai oleh Tebuireng Online mengenai kepemimpinan apa yang baik untuk Indonesia yang bhineka namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam ia mengatakan ada setidaknya empat nilai yang harus dimiliki oleh pemimpin.

“(Pemimpin-red) Indonesia hari ini (perlu-red) memahami tantangan. Tantangan terberat adalah kesatuan yang sedang banyak ancaman ancaman. Kedua, pemimpin itu harus merakyat, tidak ada bedanya dengan rakyat yang dipimipin, kan? Ketiganya, harus problem solver. Pencari solusi. Dan yang utama adalah berintegritas atau amanah. Kalau kombinasi itu ada, insyaallah pemimpin itu relevan dengan niai-nilai yang ada di Indonesia saat ini,” pungkasnya saat diwawancarai setelah melakukan shalat Dhuhur berjamaah dengan KH. Shalahudin Wahid di Masjid Tebuireng.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta:          Farha Kamalia

Publisher:        Farha K.

SebelumnyaProgram English Camp SMP A. Wahid Hasyim Ditutup dengan Gelaran ‘Farewell Party’
BerikutnyaRidwan Kamil Undang Gus Sholah Beri Tausiyah di Bandung