Oleh: Aufal Marom W.F*

Ada yang menarik dari buku yang ditulis oleh kepala suku Mojok itu, Mas Puthut EA. Setelah buku itu terbit, saya langsung membelinya. Dengan judulnya saja, sepertinya sangat cocok untuk dijadikan buku latihan menulis bagi pemula.

Benar saja, buku itu bukan buku tentang motivasi menulis. Bukan juga buku panduan menulis, namun semacam buku yang boleh jadi bisa mendampingi kita dalam menulis.

Buku yang tebalnya lebih kurang, tidak tertulis jumlah halamnnya itu, saya rasa cukup mewakili bagi siapa saja yang ingin belajar menulis kepada Mas Puthut.

Buku ini hadir, juga karena kegelisahan Mas Puthut yang sering ditanya itu-itu saja. Hampir sejak 10 tahun lalu, Mas Puthut berhenti dan menolak untuk mengisi acara terkait diskusi buku dan penulisan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Mas Puthut bosan, setiap kali mengisi, yang ditanyakan mereka tetap sama. Tentang bagaimana cara mendapatkan ide; kalau pikiran buntu bagaimana cara mendapatkan ide; kalau pikiran buntu bagaimana solusinya; apakah buku X itu berdasarkan pengalaman pribadi penulisnya; bagaimana cara menerbitkan buku; apakah karya saya ini layak dipublikasikan; dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang sama.

Mas Puthut juga sudah banyak menulis dan menyusun modul untuk pelatihan menulis. Modul yang beliau sesuaikan dengan peserta dan tujuan pelatihan menulis, utamanya pelatihan yang memakan waktu panjang sampai seminggu atau dua minggu.

Buku itu hadir ketika memang saatnya, Mas Puthut menghentikan dan menghapus semua itu. Beliau lebih memilih dan menyarankan, kalau Anda ingin menjadi penulis, sudah seharusnya Anda berhenti bertanya menanyakan perihal yang sudah klise ditanyakan banyak orang. Anda sudah tidak perlu menanyakan kepada penulis siapa pun.

Sebab, kata Mas Puthut, sebenarnya Anda sudah tahu jawabannya. Saya setuju dengan pernyataan Mas Puthut, bahwa, sesungguhnya bagi mereka yang ingin benar-benar ingin belajar menulis, yang Anda perlukan hanyalah duduk, sebagaimana saya sekarang ini, kemudian diam dan memegang gadget yang ada aplikasi notenya, lalu mulailah menulis. Menulis. Dan menulis.

“Buku Latihan untuk Calon Penulis” itu hadir karena keyakinan semua orang, termasuk Anda, sebenarnya mempunyai kemampuan menulis. Semua orang bisa menulis. Mereka hanya membutuhkan ketekunan dan segela memulai untuk menulis, tidak perlu menunggu menjadi penulis.

Saya menyarankan Anda untuk membeli buku itu. Jika demikian, dan ketika Anda benar-benar menjadikan buku itu sebagai teman menulis, maka dalam waktu kurang dari satu bulan, insyaAllah akan terasa perkembangan kemampuan menulisnya.

Namun demikian, Mas Puthut katakan, bisa jadi buku ini hanya menjadi semacam “block note” atau buku catatan. Sebab memang, sekali lagi, buku itu bukanlah buku panduan menulis yang harus Anda kerjakan.

Tanpa ada rasa kegembiraan, semua akan menjadi sia-sia. Jadi, gembirakan dulu hati Anda, kemudian silkan jadikan buku itu sesuai dengan keinginan Anda. Bagi Anda yang ingin menulis, selamat menulis! Semoga buku itu menjadi teman yang menyenangkan lagi menggembirakan hati dan hari-harimu.

Saya bersaksi, bahwa tiada buku selain buku itu yang mampu menemani segala curahan dan kegundahan hatimu, maka menulislah dengan kerendahan hatimu.

*Mahasiswa Unhasy Tebuireng Jombang.

SebelumnyaHati-hati! Hindari Sifat Tercela Iblis Ini
BerikutnyaPerempuan, Peran dan Kesenjangan