
Tebuireng.online—Tanjung Malim. Pusat Islam Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Perak, Malaysia, mengajak para santri penerima beasiswa double degree Kementerian Agama–Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk turut serta dalam kegiatan Islamic Training pada Rabu (5/11/2025). Agenda tersebut bertujuan melatih para pelajar muslim tingkat sarjana muda.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program MIHRAB (Membangun Insan Holistik, Rasional, Beradab, dan Berakhlak) yang berfokus pada pelatihan Al-Qur’an, Fikih, dan Tauhid.
Pelatihan diikuti oleh sekitar sembilan ratus pelajar putra dan putri UPSI. Setiap dua puluh peserta didampingi oleh seorang fasilitator dalam sesi tahsin (pembetulan) bacaan Surah Al-Fatihah. Dari tujuh belas fasilitator yang terlibat, tujuh di antaranya merupakan mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, yakni Abdul Karim Amrulloh, Badar Alam Kalasuba, Edi Massolihin, Andi Mustopa, Megawati Agustina, Himmayatul Husna, dan Nabilah.
Baca Juga: Kemenag dan UPSI Teken MoU, Perkuat Double Degree Magister Ma’had Aly
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan modul bacaan Al-Fatihah yang disampaikan oleh Prof. Madya Dr. Ahmad Zulfiqar Shah bin Abdul Hadi sebagai pemateri utama. Modul ini menekankan peneguhan pemahaman terkait kesalahan umum dalam membaca Surah Al-Fatihah.
Usai melihat kompetensi para mahasantri dalam membimbing mahasiswa sarjana, pemateri meminta 39 penerima beasiswa Kemenag–LPDP lainnya untuk turut serta dalam agenda-agenda berikutnya. Bahkan, Direktur Pusat Islam UPSI, Muhammad Tarmizi bin Abdul Rahman, berencana menggandeng para mahasantri dalam pelatihan lanjutan.
“Saya berharap para pelajar Kemenag dapat berbagi ilmu kepada mahasiswa UPSI dalam halaqah,” ungkapnya dengan antusias.

Salah satu fasilitator, Badar Alam Kalasuba, menyampaikan bahwa kegiatan Islamic Training menjadi ruang berharga untuk mengasah kemampuan mengajar sekaligus memperluas wawasan antar pelajar muslim lintas negara.
Baca Juga: Yudisium Ma’had Aly, Mudir: Lanjutkan Ngaji Kalian
“Kami tidak hanya membimbing bacaan Al-Fatihah, tetapi juga belajar bagaimana pendekatan pengajaran Al-Qur’an dilakukan di lingkungan kampus UPSI. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Sementara itu, Andi Mustopa menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata sinergi antara lembaga pendidikan Indonesia dan Malaysia dalam memperkuat kualitas pendidikan Islam.
“Program seperti ini sangat penting untuk mempererat ukhuwah dan menunjukkan bahwa santri Indonesia mampu berkontribusi secara akademik dan spiritual di kancah internasional,” tuturnya.
Pihaknya menyebut, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat sinergi antara Pusat Islam UPSI dan para penerima beasiswa Kemenag–LPDP dalam membangun kompetensi pendidik muslim yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat Malaysia.
Pewarta: Yuniar Indra Yahya
Editor: Rara Zarary


















