Program Nasi Berkah LSPT Tebuireng Sasar Warga Dhuafa Sekitar Pesantren

43
Suasana ramai para warga saat antre nasi berkah Ramadhan (foto: albii)

Tebuireng.online— Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) kembali menggelar program Ramadhan bertajuk Warung Nasi Berkah Ramadhan yang menyasar kaum dhuafa dan masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan pesantren. Program ini dilaksanakan di depan kantor Media Pesantren Tebuireng dan mendapat sambutan antusias dari warga.

Selama periode 20 Februari hingga 10 Maret 2026, LSPT menyediakan 100 porsi nasi setiap hari dengan harga Rp2.000 per porsi. Setiap paket berisi nasi dan beragam lauk pauk yang layak konsumsi. Pembagian dimulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB, dengan sasaran utama warga di sekitar Tebuireng.

Baca Juga: Sambut Ramadan, LSPT Tebar 2000 Paket Sembako Tebus Murah untuk Masyarakat

Manager Program LSPT, Muhammad Rusdi menjelaskan, bahwa program ini bertujuan membantu masyarakat kurang mampu agar tetap dapat menikmati hidangan berbuka puasa atau makan malam dengan menu yang layak selama bulan Ramadhan.

“Tujuan dan harapan keberadaan Nasi Berkah Ramadhan ini bisa membantu masyarakat, khususnya kategori kurang mampu, agar bisa menikmati buka puasa atau makan malam dengan menu yang cukup serta tidak terlalu terbebani dengan harga makanan yang relatif mahal,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (21/2).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Antusiasme warga terlihat dari kehadiran mereka setiap sore. Ibu Lina, warga Bulurejo, mengaku program tersebut sangat membantu. “Sudah sering ikut, membantu sekali. Semoga ke depan tambah banyak lagi supaya yang lain juga bisa kebagian. Mulainya jam tiga,” tuturnya.

Baca Juga: LSPT Tebuireng Galang Dana untuk Korban Banjir-Longsor Sumatera

Hal serupa disampaikan Pak Parman, warga Keras. Ia menilai program ini cukup meringankan kebutuhan sehari-hari selama Ramadhan. “Sudah sering. Lumayan, bisa membantu. Ayamnya paling enak, sama nugget. Harapannya kuotanya ditambah lagi dan lauknya dibikin lebih enak,” katanya saat ditemui di lokasi Warung Nasi Berkah Ramadhan.

Mbak Titik, yang terlibat dalam pelaksanaan program, menyebut dirinya telah bergabung dalam kegiatan sosial LSPT sejak 2013. Menurutnya, program Nasi Berkah mulai berjalan sejak 2017, pada masa kepemimpinan almarhum Salahuddin Wahid. “Program ini sangat membantu warga sekitar,” ujarnya.

Ibu Mardhiyah, warga Watugaluh, juga menilai program tersebut tepat sasaran. “Sangat membantu orang-orang sekitar, terutama para janda. Lauknya juga sesuai dan layak,” ungkapnya.

Baca Juga: LSPT Gelar Abdi Pesantren untuk Para Pahlawan Pesantren

Program Nasi Berkah merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial Ramadhan yang rutin digelar LSPT dari Program Sosial Kemanusiaan. Selain memberikan manfaat secara materi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di bulan suci.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary