Pinggan Puisi

298

Pinggan Puisi

Ada serdadu di kepala

Porak porandalah semua kata

Dalam tumisan pena

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Di mana tuan sendiri juru masaknya

Namun anda lenyap pada nyata

Saya hanya duduk bersama kursi hampa

Seraya memandangi hidangan puisi

Di atas pinggan nestapa

Tiba-tiba terdengar suara

Ketukan pintu ketika anda tak ada

Ku pikir anda, kedantangan tamu rupanya

Saya ragu mempersilanya masuk

Takut anda pulang dan tiada

Kursi yang tersisa

Jombang, 02/Agustus/2017


Aku Tiada Tahu

Detik mengetuk memori nan berpaling dari realita

Menghunjam mencari jawaban persoalan dalam rasa

Mencoba mengenali siapa dan apa yang tertangkap mata

Bak jarum sedang resah mencari benangnya

Sungguh bilamana tiada tali atau pun

Garis yang pernah terlewat

Liar betul kalbu mengguncang

Semerbak ilusi yang diam-diam memiliki wujud

Bah….

Barangkali pertemuan sudah pernah terjadi

Namun tak sengaja terlupa dan terlipat oleh yang ada

Aku tiada tahu

Siapa sosok pengulur tanya dalam perjumpaan

Tanpa tahu satu dan yang lainnya

Oktober, 2017


Bagaskara, Rembulan, dan Gemintang

Kau tahu tidak, kalau hujan turun ke pangkuan bumi?

Bukan buat bertamu seperti biasanya, tapi untuk mengucap salam kisah sebelum kemarau menghardik hingga cerita ini hanya sekadar menjadi kerangka.

Kamu pasti tahu bagaskara dan rembulan adalah dua hal yang tak terpisahkan sebab ia meminjam cahaya Surya sedang yang Setia bersamanya adalah gemintang. Tentu saja macam itu, sebab bila rembulan dan bagaskara bersama gemintang sendiri tak akan ada.

Sumenep, 22 06 2017


Karra Abhel adalah Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu Jombang.

🤔  Menunggu Kekasih Datang