Pesantren Tebuireng Tutup Kegiatan Ramadan 1438 H dengan Pengajian Umum

1017
Usai acara,Pengajian Umum dalam rangka Penutupan Kegiatan Ramadan 1438 H. para santri mengantri untuk bermusafahah dengan wakil pengasuh, para qari’ kitab pengajian Ramadan, dan pimpinan pondok, kemarin malam (11/06/2017). (Foto Kopi Ireng).

Tebuireng.online— Seluruh rangkaian kegiatan Bulan Ramadan 1438 H. di Pesantren Tebuireng telah ditutup pada Ahad (11/06/2017) malam atau bertepatan dengan 17 Ramadan 1438 H di halaman utama pondok putra, dengan mengadakan Pengajian Umum. Kegiatan yang dilakukan sejak 1-17 Ramadan ini, meliputi pengajian kilatan, safari, dan bazar.

Acara penutupan ini dihadiri oleh Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Mudir Pondok H. Lukman Hakim BA., seluruh qori’ kitab pengajian Ramadan, para asatidz, dan seluruh santri, baik putra maupun putri. Bertindak menyampaikan mauidhah hasanah, Pengasuh Pesantren al Aqabah Kwaron Diwek Jombang, KH. A. Junaidi Hidayat.

Acara dimulai pukul 20.20 WIB dengan diiringi lantunan shalawat oleh para personil Kubah Ireng (Kumpulan Banjari dan Hadrah Tebuireng) sebagai pra-acara. Dipandu MC Ustadz Ahmadi, acara semakin syahdu dengan lantunan ayat-ayat Al Quran oleh Ahmad Dhika, santri Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng.

Dalam kesempatan menyampaikan prakata pengurus, Kepala Pondok Putra Tebuireng, Ustadz Iskandar, S.Hi. menjelaskan bahwa besok (12/06/2017) santri sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing hingga 15 Juli 2017. Ustadz Iskandar juga berpesan agar para santri yang pulang dapat menjaga nama baik almamater. Beliau meminta mereka menyampaikan salam dari pengurus kepada orang tua masing-masing.

Sambutan perwakilan santri kilatan disampaikan oleh Rozi asal Demak. Dia menyampaikan rasa terima kasih telah diperbolehkan mengikuti kegiatan kilatan di Tebuireng dengan baik selama 17 hari dan meminta doa restu agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Ia mewakili peserta lain, berharap ilmu yang didapatkan di Tebuireng selama lebih dari setengah bulan itu, dapat bermanfaat bagi mereka.

Sambutan perwakilan qari’ kitab kilatan Ramadan disampaikan oleh KH. Agus Fahmi Amrullah Hadzik. Beliau menyampaikan banyak terima kasih kepada Pesantren Tebuireng dan para santri yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti pengajian bulan Ramadan ini. Beliau berharap semoga para santri, termasuk juga para santri kilatan, mendapatkan ilmu yang manfaat.

  Ikatan Istri Karyawan Bank Jatim Rutinkan Ziarah Makam Gus Dur

“Saya mohon maaf apabila dalam kegiatan pengajian bulan Ramadan ini banyak kesalahan,” tambah Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng itu. Gus Fahmi, panggilan akrab beliau, juga berdoa agar para santri yang pulang, sampai di rumah dengan selamat dan nantinya dapat kembali ke pesantren tapat waktu dan dalam keadaan baik-baik saja.

Wakil Pengasuh, KH. Abdul Hakim Mahfudh dalam sambutan mewakili pengasuh, menyampaikan kepada santri agar mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif di rumah. Gus Kikin mewanti-wanti para santri agar tidak diperdaya oleh teknologi dan informasi yang berkembang, karena ketika di rumah dapat bebas bermain alat-alat elektronik dan media sosial.

Pemilik Bios TV itu juga menghimbau agar santri ketika di rumah tidak malas-malasan, apalagi berbuat hal-hal negatif. Untuk itu beliau berpesan agar para santri ketika di daerahnya masing-masing, ikut aktif menghidupkan mushalla dan masjid serta mengikuti kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat. “Amalkan yang sudah kalian dapatkan di Tebuireng ini,” pesan Gus Kikin kepada para santri.

Dalam ceramahnya, KH. Junaidi Hidayat menyampaikan kepada santri agar mencari kegiatan yang bermanfaat di rumah, selalu belajar, dan membahagiakan orang tua. Beliau menghimbau para santri agar senantiasa mendoakan masyaikh, kiai, dan asatidz, agar ilmunya menjadi barakah. “Ketika pulang jangan sampai menyakiti hati orang lain, santri harus berbakti, menyenangkan, dan nurut kepada orang tua,” dawuh alumnus MASS tersebut.

Acara ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Kamuli Chudlori dan dilanjutkan dengan mushafahah santri kepada wakil pengasuh, para qari’, dan pimpinan pondok, dengan diiringi lantunan shalawat oleh Kubah Ireng. Besok, setelah Shalat Shubuh, santri akan berkumpul di Maqbarah Masyayikh Tebuireng untuk bedoa dan membacakan tahlil.


Pewarta:    M. Tajuddin

Editor/Publisher:  M. Abror Rosyidin