Pesantren Khoiriyah Hasyim Sosialisasi Terkait Virus Corona kepada Santri

Seluruh santri di Pondok Pesantren Khairiyah Hasyim Seblak Jombang hadiri sosialisasi terkait Virus Corona yang diadakan oleh pihak pesantren, Minggu (22/3/20). (Foto: Yasinta)

Tebuireng.online– Pihak Pengasuh Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Jombang tidak bisa diam saja dalam menanggapi adanya penyebaran virus corona yang saat ini telah menjadi bencana global. Salah satu tindakan yang pertama dilakukan selain karantina santri, pihak pesantren mengadakan sosialisasi terkait dengan virus corona, Minggu (22/3/20).

Sosialisasi ini disampaikan oleh Gus Fardan Hamdani, sebagai perwakilan dari  pihak Pengasuh Pesantren Khoiriyah Hasyim, sosialisasi bertempat di musala lokal utara 1 Pesantren Khoiriyah Hasyim yang dimulai pukul 10.00 WIB. Dalam hal ini, seluruh santri wajib mengikuti sosialisasi tersebut agar santri melek akan informasi media dan agar lebih wasdapa terhadap virus tersebut.

Gus Fardan menghimbau para santri untuk tetap terjaga di dalam pesantren. “Atas kekhawatiran virus Corona ini pengasuh mengeluarkan keputusan bahwa santri yang ada di pondok tidak boleh pulang dan santri sudah  pulang ke rumahnya tidak diperbolehkan kembali ke pesantren selama masa  karantina, santri yang ada di pesantren senantiasa untuk berwuduk, menjaga kebersihan, mencuci tangan, dan jangan sering menyentuh bagian wajah,” ungkapnya.

Tidak hanya menekankan pada himbauan saja, saat sosialisasi itu, Gus Fardan juga membahas tentang asal-usul virus Corona, penyebaran virus Corona, pencegahan tertularnya virus Corona, cara mencuci tangan yang baik, hingga keadaan negara-negara lain yang sudah terpapar virus tersebut.

“Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim akan menyediakan sarana untuk tempat mencuci tangan dan untuk mengisi waktu karantina akan diadakan kegiatan-kegiatan yang membuat santri tidak bosan selama di dalam pesantren, seperti nobar (nonton bareng),” imbuhnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta: Yasinta Nurlaila

🤔  Gus Sholah: Tanpa Kiai dan Pesantren, Indonesia Hancur Berantakan