Dua orang anggota Santri Husada menanam bibit pohon dalam penghijauan di Kawasan Makam Gus Dur, Jumat (21/04/2017). (Foto: Dokumentasi Panitia)

Tebuireng.online– Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada Sabtu, 22 April 2017, pada Jum’at pagi (21/04/2017), para santri pecinta lingkungan di Pesantren Tebuireng yang tergabung dalam organisasi Santri Husada mengadakan kegiatan Go Green di Kawasan Makam Gus Dur (KMGD) Tebuireng. Membuka acara secara resmi, Kepala Pondok Putra Tebuireng, Ustadz Iskandar, S.Hi.

Selain itu hadir pula Ketua Unit Kebersihan Lingkunga Pesantren (UKLP) Tebuireng yang juga salah satu pembina Santri Husada, Ustadz Imam Bukhori dan beberapa pembina lain seperti Ustadz Ubaidillah dan Ustadz Humaidi. Acara ini merupakan hasil kerja sama Santri Husada di bawah naungan UKLP dengan komunitas Sekolah Sungai Kabupaten Jombang

Dalam sambutan guna membuka kegiatan ini, Kepala Pondok Putra Tebuireng, Ustadz Iskandar menjelaskan bahwa santri harus punya jiwa cinta lingkungan. Hal itu, lanjut beliau, adalah salah satu pengamalan dari konsep “Khoirunnas anfa’uhum linnas (Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain)”.

Salah satu pembina Santri Husada, Ustadz Ubaidillah mengatakan bahwa acara Go Green atau penghijauan ini adalah inisiatif santri husada sendiri. Menurutnya acara ini tentu dapat memberikan motivasi kepada santri-santri bahwa mereka harus punya amal jariyah kepada lingkungan.

“Jadi amal ini dinilai tidak akan terputus, amal jariyah tidak akan terputus ketika mereka menanam penghijauan ini sepuluh tahun yang akan datang, lima tahun yang akan datang mereka akan menemui tanaman-tanaman ini sudah berbunga, membuah,” terang Ustadz Ubaidillah kepada Tebuireng Online di sela-sela penanaman pohon.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selain dapat menjadi amal jariyah, tambahnya, manfaat penghijauan juga akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kegiatan yang mengangkat tema “Menghijaukan Alam dengan Mengisi Paru-paru Dunia” ini adalah salah satu program kerja santri Husada, yaitu penghijauan lingkungan sekitar Pesantren Tebuireng.

Ketua Santri Husada, Ananda Prayogi menjelaskan bahwa program ini adalah upaya memupuk kepedulian santri terhadap lingkungan. “Apa yang kita tanam besok akan bermanfaat umtuk orang banyak. Ini adalah salah satu bekal kalau manusia meninggal dunia, juga kenangan terindah,” jelas santri Kelas XI Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah tersebut.

Selain diikuti oleh anggota Santri Husada, beberapa santri SMA Trensains Tebuireng Jombok Ngoro dan Hipampala SMA A. Wahid Hasyim, juga ikut berpartisipasi dalam penghijauan ini.

Santri Husada foto bersama sebelum menanam pohon

Sebagai patner program penghijauan ini, Sekolah Sungai sangat bangga dapat ikut andil dalam kegiatan penghijauan oleh Santri Husada tersebut sebagai bagian dari elemen masyarakat yang peduli lingkungan. Hal itu diungkapkan oleh Ivan, salah satu anggota Sekolah Sungai. “Yang tergabung dalam sekolah sungai dari berbagai kalangan masyarakat,” katanya ketika diwawancara.

Pemilihan Kawasan Makam Gus Dur (KMGD) sebagai area penghijaun beralasan, tempat ini merupakan area terbuka, tetapi minim sekali pepohonan rindang. Acara ini diisi dengan penanaman beberapa jenis pohon, antara lain pohon trembesi, palem, dan nangka. Pohon-pohon tersebut ditanam di pinggir jalan-jalan di KMGD. Kepala pondok dan Ketua UKLP juga tampak antusias ikut menanam pohon.


Pewarta:      Umdatul Fadhilah

Editor:          M. Abror Rosyidin

Publisher:     M. Abror Rosyidin

SebelumnyaNU Expo Resmi Dibuka, Seribu Rebana Akan Meriahkan Malam Ini
BerikutnyaKH Isrofil Amar Ungkap Kriteria Calon Pemimipin NU