iluatrasi: Najib

Oleh: Thowiroh dan Almara Sukma*

Shalawat adalah sebuah bentuk doa dari seorang hamba. Permintaan doa hamba, ada kalanya agar kebutuhan dikabulkan Allah, atau murni untuk memuji kepada kekasih-Nya. Shalawat bukan merupakan hal asing bagi umat muslim, bahkan membaca shalawat sangat dianjurkan bagi umat muslim, sebagaimana firman Allah swt dalam al-Quran surah al-Ahzab: 56,

 (اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا  (الأحزاب :٥٦

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab ayat 56).

Selain itu, shalawat juga mempunyai banyak keutamaan, salah satu di antaranya adalah dengan membaca shalawat maka akan mempermudah tercapainya hajat-hajat. Hal itu merupakan alasan mengapa akhir-akhir ini trending sekali kata-kata “kalau ingin sesuatu dishalawatin saja.”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Namun bukan berarti shalawat merupakan tujuan kita dalam berdoa, sehingga bisa menimbulkan syirik. Tujuan berdoa hanyalah kepada Allah Swt. Allah dan Rasul mencintai orang-orang yang bershalawat, dalam hal ini shalawat hanyalah sebagai tawasul atau jalan agar doa kita cepat diijabah Allah Swt.

Hal ini sangat jelas apabila diibaratkan dengan kisah seorang ibu yang mempunyai beberapa anak, dan di antara anak-anaknya terdapat 1 anak yang paling disayang. Apabila saudara dari anak kesayangannya tersebut ingin sesuatu dan dia minta tolong pada anak kesayangan ibunya tersebut maka sangat mungkin ibunya akan memberikan yang ia mau.

Begitupula shalawat, Nabi Muhammad merupakan orang yang berkedudukan paling tinggi di hadapan Allah Swt, Allah sangat mengagungkan Rasulullah. Apabila kita meminta sesuatu pada Allah lewat jalur Nabi (dengan sering baca shalawat) pastilah Allah akan cepat memberikan sesuatu yang kita mau. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Lubabul Hadist bab 4, pada salah satu hadist Nabi Saw. berikut ini:

وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي يَوْم مائَةَ مَرَّةٍ  قَضَى الله لَهُ مائَةَ حَاجَةٍ سَبْعِينَ مِنْهَا لآخِرَتِهِ وَثَلاثِينَ  مِنْهَا لِدُنْيَاهُ

Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : “Barang siapa bershalawat seratus kali dalam sehari maka Allah  menunaikan seratus hajatnya. Tujuh puluh untuk hajat akhiratnya dan tiga  puluh untuk hajat dunianya.”

Membaca shalawat merupakan hal yang sangat penting, selain agar hajat-hajat kita cepat terkabul juga agar kelak di akhirat ada harapan untuk mendapat syafaat Nabi Saw. Jadi Nabi Saw, tidak butuh pada shalawat kita, akan tetapi kita yang membutuhkannya, karena sesungguhnya shalawat kita pada Nabi Saw untuk menampakan akan keagungan beliau. Sebagaimana Allah tidak membutuhkan pada ibadah kita akan tetapi agar kita mengetahui dan menampakan akan keagungan Allah Swt.

*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaAnjuran Menyembunyikan Puasa Sunnah
BerikutnyaMunajat Seorang Hamba