
Tebuireng.online- Untuk pertama kalinya Pondok Putri Pesantren Tebuireng menggelar pelantikan Organisasi Santri Pondok Putri (OSPI) dan Santri Husada (SANHUS) secara serempak. Acara berlangsung di Masjid Ulul Albab Tebuireng pada Kamis (22/01/2026). Pada pelantikan kali ini, sebanyak 39 pengurus baru OSPI dan 27 Santri Husada resmi dilantik.
Hadir pula dalam acara ini Nyai Lelly Lailiyah Hakim, Nyai Aisyah Muhammad, dan Mudir III H. Lukman Hakim, serta turut mengundang tim PROMKES dari Puskestren. Nyai Aisyah Muhammad selaku Penasihat Santri Husada memberikan pesan bahwa dengan dilantiknya menjadi pengurus, maka santri harus memiliki langkah lebih depan.
“Ditata hatinya lagi untuk anak-anak yang akan dilantik. Jadi pemimpin itu satu langkah dua langkah lebih maju dari santri yang dipimpin lebih rajin, lebih disiplin, dan lebih sregep (rajin),” pesannya.
Della Elya, penanggung jawab pelantikan, saat diwawancarai menjelaskan bahwa pelantikan pengurus OSPI dan Santri Husada ini bertujuan meregenerasi kepengurusan dengan menanamkan rasa tanggung jawab dan amanah kepemimpinan.
“Menjamin keberlangsungan organisasi santri secara terstruktur, mempersiapkan santri agar mampu berorganisasi dan berkhidmah kepada Pondok Putri Pesantren Tebuireng,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam masa jabatan satu periode atau satu tahun, Santri Husada akan bertugas di lingkungan Pondok Putri Pesantren Tebuireng guna mendukung kegiatan kebersihan dan kesehatan warga pondok. Lebih lanjut, ia menerangkan pentingnya reorganisasi dilakukan secara rutin sebagai bagian dari proses regenerasi dan pembinaan kepemimpinan santri.
“Dengan adanya pergantian pengurus secara berkala, program kerja dapat dievaluasi dan disempurnakan, sehingga organisasi mampu terus berkembang dan menjawab kebutuhan pondok dari waktu ke waktu,” tambahnya.
Adapun proses seleksi OSPI dilakukan melalui recruitment dan rekomendasi pembina melalui proses wawancara, penyeleksian, hingga pemberian surat keputusan. Tidak jauh berbeda dengan Santri Husada, pergantian pengurus dilakukan melalui rekomendasi dari pembina kamar dengan batasan jumlah tertentu; kamar besar terdiri dari 3 atau 4 anak, dan kamar kecil 1 atau 2 anak.
Pelantikan berlangsung dengan sakral dan khidmat, dengan susunan acara yang rapi serta penekanan kuat pada makna ikrar dan tanggung jawab kepengurusan. Para pengurus yang dilantik tampak siap berkat hasil seleksi yang matang serta partisipasi santri yang tertib.
Nyai Lelly Lailiyah Hakim selaku Pengasuh Pesantren Tebuireng, dalam sesi arahan dan bimbingan, mengawali dengan ucapan terima kasih atas dedikasi pengurus lama. Beliau juga menyambut pengurus baru dan berharap tugas yang diemban mendapatkan rida Allah sehingga memperoleh ilmu yang bermanfaat.
Selain itu, Nyai Lelly mengingatkan bahwa organisasi merupakan wadah pembentukan karakter. “Karena berorganisasi bukan hanya main-main, tapi belajar kepemimpinan,” ucapnya.
Lebih lanjut, beliau mengatakan sebagaimana yang diajarkan muassis dan ulama KH. Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari, bahwa ilmu yang didapatkan dalam organisasi di antaranya adalah ilmu sabar, musyawarah, serta menambah wawasan dan teman.
“Kalau kita mau berubah, segumpal darah yang ada di badan harus berubah. Sedikit tapi meresap di pikiran dan hati,” tegasnya di hadapan kurang lebih 800 santri.
Tambahan informasi, ketua OSPI periode 2025-2026 yakni Dyandra Syaqiina dan ketua Santri Husada periode 2025-2026 yakni Bilqis Naura Sabila.

Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Sutan


















