Peran Haul di Tengah Masyarakat Aswaja

336
Salah satu suasana peringatan haul, ke-76 KH. Abdurrahman bin Qoshidil Haq. (Sumber foto: https://nujateng.com)

Oleh: Luluatul Mabruroh*

Haul merupakan sebuah tradisi masyarakat Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang biasa diselenggarakan untuk mendoakan dan memperingati wafatnya seorang ulama atau tokoh agama di suatu desa atau pesantren. Dalam hidup bermasyarakat membutuhkan kehidupan stabil yang ditopang oleh 4 penyeimbang kehidupan yang meliputi aspek sosial, politik, ekonomi, budaya. Peringatan haul para ulama atau tokoh masyarakat akan memberikan sumbangan yang cukup berarti dalam kehidupan bermasyarakat dalam empat aspek tersebut.

Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Yang miskin membutuhkan uluran tangan yang kaya. Yang kuat memiliki kewajiban memperhatikan kaum yang lemah. Pemimpin membutuhkan rakyatnya untuk membangun bangsa dan rakyat membutuhkan pemimpin untuk mengatur bangsa.

Dari peringatan haul akan didapatkan beberapa hal yang sangat penting dalam masalah sosial. Diantaranya adalah kesadaran diri sebagai seorang makhluk yang lemah, yang tidak mampu menjalani hidup seorang diri, terjalinnya rasa persaudaraan, kerukunan, dan persahabatan sejati, serta memupuk rasa persamaan derajat antar sesama hamba, yang berbeda di sisi Allah SWT hanyalah tingkat ketakwaan setiap hamba.

Dalam catatan sejarah manusia, manusia disebut sebagai Zoon Politicon yang artinya dalam hidup bermasyarakat dan bernegara, umat manusia tidak akan bisa lepas dari hidup berpolitik. Sebab orang yang tidak tau berpolitik akan mudah tertelan propaganda politikus yang tidak bertanggung jawab. Politik bukanlah suatu puncak cita-cita melainkan merupakan media untuk mencapai kemaslahatan bersama dan mencegah Mafsadah yang bisa terjadi di tengah masyarakat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Rasulullah SAW menyatakan dalam banyak haditsnya bahwa berbagai urusan dunia harus ditangani, dikelola oleh yang ahli dalam bidangnya agar tidak menimbulkan kerusakan di muka bumi. Oleh karenanya seyogyanya selamatan haul berfungsi sebagai pengingat bahwa sebagai hamba Allah swt hendaknya melestarikan, mengatur dan memelihara bumi seisinya demi tercapainya kemanfaatan dan kemaslahatan hidup bersama. Selain itu, kisah-kisah yang pernah dialami oleh almarhum semasa hidupnya, terutama dalam langkah politiknya dapat dijadikan sebagai cermin dan tauladan bagi yang memperingatinya.

🤔  Prinsip Muwâlâh dan Mu’âdâh dalam Akidah Ahlussunnah

Kelancaran dan kestabilan ekonomi merupakan komponen penentu untuk tatanan hidup yang baik. Masyarakat dengnan status sosial yang tinggi ataupun rendah, kaya maupun miskin, kuat atau lemah semuanya saling mendukung dan menghargai menuju satu sama lain. Allah SWT menyatakan bahwa orang-orang yang beriman menjalankan tugas sesuai dengan pekerjaan masing-masing untuk meraih rizki yang dijanjikan oleh Allah SWT. Dari peringatan haul dalam masalah ekonomi akan mengetahui karamah orang yang diperingati haulnya, terutama dalam menata dan mengembangkan ekonomi serta akan mampu membangkitkan laju ekonomi masyarakat bawah sampai atas dengan berjualan, menyewakan peralatan haul atau lainnya. Selain itu, melalui ceramah seorang ulama yang berfatwa dalam peringatan haul, kita bisa mengetahui tata cara mencari rizki yang halal dan terhindar dari rizki yang haram.

Indonesia memiliki ragam tradisi dan budaya. Dalam pergaulan sehari-hari seseorang harus mengenal tradisi budaya dan adat yang berlaku disekitarnya, supaya tercapai sebuah tujuan yang baik dan benar serta terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Melalui peringatan haul dalam masalah budaya akan mengetahui beberapa hal yang sangat penting berupa pengetahuan bahwa melestarikan sebuah budaya yang bernilai baik adalah hal yang wajib, demikian juga melakukan budaya baru yang lebih baik. Selain itu, masyarakat juga akan mampu memilih antara budaya dan tradisi yang baik dan tidak baik serta cara menyelesaikannya. Dan hal yang paling penting adalah pengetahuan tentang tata cara dan metode untuk menerapkan syariat islam di suatu daerah ketika bertentangan dengan adat setempat serta merekam jejak langkah keberhasilan ulama.


*Mahasiswa Unhasy  Tebuireng Jombang, Santri Pesantren Walisongo Cukir Jombang.


Disarikan dari: Ahlussunnah Wal Jamaah Akidah Umat Islam Indonesia Karangan K. Abdul Mannan.