Pentingnya Memahami Literasi Sejak Dini

Ilustrasi: www.google.com

Oleh: Minahul Asna*

Literasi sering kali hanya diartikan dengan kemampuan membaca dan menulis. Namun pada hakikatnya, literasi bukan hanya sekadar itu. Seseorang harus mempunyai keahlian dalam mengolah informasi dan bisa memilah-memilih agar mudah dan benar hingga pantas disampaikan kepada pembaca.

Maka dari itu, literasi bukan hanya sekadar menulis, namun literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan literasi. Jika kita dapat memahami literasi secara menyeluruh, literasi pada dasarnya adalah kemampuan yang tidak hanya berkutat pada membaca dan menulis, namun dalam pengembangannya literasi digunakan pada setiap kegiatan manusia di mana permainan otak memuncak untuk dapat memahami sesuatu dan mengolahnya menjadi sebuah gagasan.

Melihat pengertian tersebut kemampuan literasi sangatlah penting untuk dimiliki setiap individu, apalagi dalam era keterbukaan. Banyak Informasi-informasi berupa hoaks yang hanya merusak pemahaman kita. Jika ini dibiarkan, maka kesalahpahaman akan menular kepada tindakan kita yang tentu dengan dasaran yang salah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Kita dituntut untuk bisa mengolah informasi yang kita dapat sebaik-baiknya. Pentingnya akan literasi ini pun telah difirmankan oleh Allah SWT, dalam QS. Al-Alaq 1-5. Ayat yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, seolah memerintahkan beliau agar tidak berburu-buru dalam menyiarkan ajaran yang baru diterima.

Nabi diperintahkan agar menganalisa masyarakat Qurasy agar bisa mendapatkan strategi yang tepat untuk bisa menyampaikan dengan baik dan bisa diterima. Nabi pun pertama-tama menyiarkan Islam dengan sembunyi-sembunyi yaitu mengajak kerabat-kerabat terdekat. Kita diharuskan melek informasi dan diharuskan tahu kondisi yang tepat untuk bertindak.

🤔  Modernisasi Pesantren, Inovasi dan Internalisasi Transformatik (Bagian II)

Dalam dua ayat terakhir menjelaskan bahwa informasi didapat dari usaha. Lafadz al-Qalam menggambarkan bahwa Allah memberikan pengajaran (Tarbiyah) namun manusia juga harus berusaha untuk mendapatkannya. Penguasaan informasi yang baik akan menghantarkan kita pada tindakan yang terbaik juga.

Wallahu A’lam.

*Disadur dari berbagai sumber.